User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Radang panggul pada wanita adalah infeksi pada organ reproduksi. Panggul (pelvic) terletak di perut bagian bawah dan termasuk saluran tuba, ovarium, serviks (leher rahim) dan rahim. Kondisi ini umum dan mempengaruhi sekitar 1 juta wanita setiap tahunnya. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang panggul termasuk bakteri yang sama yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia.

Bakteri pertama kali memasuki vagina dan menyebabkan infeksi. Seiring dengan berjalannya waktu, infeksi ini dapat berpindah ke organ panggul (pelvic). Radang panggul pada wanita bisa menjadi sangat berbahaya bahkan dapat mengancam jiwa jika infeksi menyebar ke darah. Jika mencurigai kemungkinan memiliki infeksi, maka segera konsultasikan dengan dokter.

Fakta Baru Tentang Radang Panggul Pada Wanita

Radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita. Biasanya terjadi ketika bakteri yang ditularkan secara seksual menyebar dari vagina ke rahim, saluran tuba atau ovarium. Radang panggul sering tidak menyebabkan tanda dan gejala. Akibatnya kemungkinan tidak menyadari jika memiliki kondisi tersebut dan mendapatkan pengobatan yang diperlukan. Kondisi ini kemungkinan terdeteksi jika mengalami kesulitan hamil atau jika mengalami nyeri panggul (pelvic) kronis.

Apa Yang Menyebabkan Radang Panggul Pada Wanita?


Banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang panggul, akan tetapi infeksi gonore (kencing nanah) atau klamidia adalah penyebab yang paling umum. Bakteri ini biasanya diperoleh selama hubungan seksual tanpa kondom. Bakteri dapat memasuki saluran reproduksi kapan saja yang muncul oleh serviks (leher rahim) yang terganggu. Bisa terjadi saat melahirkan, keguguran dan aborsi.

Baca Juga : Apakah Gejala Radang Panggul Dapat Ditangani?

 

Gejala Radang Panggul Pada Wanita

Gejala radang panggul pada wanita kemungkinan termasuk:
 
• Nyeri di perut bagian bawah dan panggul (pelvic) ini adalah gejala paling umum.
• Keputihan yang parah dengan bau yang tidak sedap.
• Perdarahan rahim yang tidak normal, terutama selama atau setelah hubungan intim atau antara siklus menstruasi.
• Nyeri atau perdarahan saat berhubungan intim.
• Demam dan terkadang disertai menggigil.
• Kencing yang menyakitkan atau sulit.
• Nyeri di perut bagian atas.
• Seks yang menyakitkan.
• Peningkatan atau keputihan berbau busuk.
• Kelelahan.
• Muntah.
• Pingsan.
 
Radang panggul kemungkinan hanya menyebabkan gejala ringan atau tidak sama sekali. Ketika parah, radang panggul dapat menyebabkan demam, menggigil, sakit perut bagian bawah atau panggul (pelvic) yang parah terutama selama pemeriksaan panggul (pelvic) dan ketidaknyamanan usus. Jika memiliki gejala yang parah, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Infeksi kemungkinan telah menyebar ke aliran darah atau bagian lain dari tubuh.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Radang Panggul Pada Wanita?


Dokter kemungkinan dapat mendiagnosis radang panggul setelah mengetahui gejalanya. Dalam kebanyakan kasus, dokter akan melakukan tes atau pengujian untuk memastikan diagnosis. Tes atau pengujiannya meliputi:

• Pemeriksaan panggul (pelvic) untuk memeriksa organ panggul (pelvic).
• Biakan serviks (leher rahim) untuk memeriksa infeksi serviks (leher rahim).
• Lakukan tes atau pengujian urine untuk memeriksa tanda-tanda darah, kanker dan penyakit lain dari urine.
• Tes atau pengujian darah dan urine yang akan mengukur jumlah sel darah putih yang memungkinkan atau mengindikasikan infeksi dan penanda yang menunjukkan peradangan. Dokter juga kemungkinan merekomendasikan tes atau pengujian untuk HIV dan infeksi menular seksual (IMS) yang terkadang dikaitkan dengan radang panggul.
• Ultrasonografi yaitu tes atau pengujian dengan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ reproduksi.
• Laparoskopi adalah pemasukkan instrumen tipis melalui sayatan kecil di perut untuk melihat organ panggul (pelvic).

Setelah pengumpulan sampel, dokter mengirimkan sampel ke laboratorium untuk dilakukan analisis.

Bagaimana Cara Mengobati Radang Panggul Pada Wanita?


Dokter kemungkinan akan menyarankan untuk menggunakan antibiotik untuk mengobati radang panggul. Karena dokter belum mengetahui jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Ada 2 jenis antibiotik untuk mengobati berbagai bakteri. Dalam beberapa hari setelah pengobatan, gejala dapat membaik atau dapat hilang.

Namun harus menyelesaikan pengobatan bahkan jika merasa lebih baik. Menghentikan pengobatan di awal dapat menyebabkan infeksi kambuh kembali. Jika sedang sakit atau sedang hamil, dan tidak dapat menerima pengobatan atau mengalami abses (kantung nanah yang disebabkan oleh infeksi) di panggul (pelvic), dapat dilakukan pengobatan yang lebih khusus lagi dalam menangani masalah Anda.

Radang panggul kemungkinan membutuhkan pembedahan. Jarang sekali terjadi dan hanya bisa diperlukan jika abses pada panggul (pelvic) pecah. Ini juga dapat diperlukan jika infeksi tidak segera diobati. Jika aktif secara seksual, maka pasangan seksual Anda juga harus mendapatkan pengobatan untuk radang panggul.

Pria yang kemungkinan pembawa bakteri diam yang menyebabkan radang panggul. Infeksi ini dapat kambuh jika pasangan seksual Anda tidak melakukan pengobatan, dan kemungkinan diharuskan untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai infeksinya telah diatasi. Untuk bisa mengatasi semua infeksi yang Anda alami.

Anda bisa melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia. Salah satu klinik yang menangani permasalahan radang panggul. Tidak menutup kemungkinan jika melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia sangat terjamin, karena pengobatan di klinik ini setara dengan pengobatan taraf nasional. Anda bisa melakukan pengobatan di klinik kami dengan menghubungi nomor 081336361555 atau dengan melakukan chat online dibawah ini.

Baca Juga : Tanda Dan Ciri Radang Panggul Wanita

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.