User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Keputihan berdarah adalah salah satu keputihan yang wanita takutkan. Karena banyak dampak yang dihasilkannya. Selain itu sangat berpengaruh terhadap organ reproduksi wanita. Keputihan tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada penyebab yang mendasarinya. Namun seperti yang dilihat, banyaknya penyebab dan faktor yang mempengaruhinya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Keputihan Berdarah?

Keputihan berdarah adalah salah satu jenis keputihan yang bercampur dengan darah. Dimana pada umumnya keputihan hanyalah cairan putih biasa dan jernih. Namun keputihan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu keputihan normal dan keputihan abnormal. Semua wanita akan mengalami keputihan normal dan itu wajar.
 
Namun saat mengalami keputihan abnormal itu tidak wajar. Selain itu keputihan abnormal terdapat bermacam-macam variasinya ada yang berwarna merah ada yang berwarna kuning atau ada yang berwarna hijau. Ketika Anda mengalami keputihan darah ada baiknya segera lakukan konsultasi dan lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Beberapa Penyebab Keputihan Berdarah Pada Wanita


Banyak alasan yang memungkinkan mendapatkan darah yang diwarnai keputihan, beberapa tidak berbahaya namun yang lainnya bisa menjadi kondisi yang serius, berikut beberapa penyebab keputihan berdarah diantaranya:

• Implantasi

Jika baru melakukan hubungan seksual tanpa kondom, maka implantasi kemungkinan menjadi alasan untuk keluarnya darah. Selama ovulasi, sel telur dilepaskan dari indung telur. Jika berhubungan seksual dalam waktu dekat ini, sperma dari pasangan dapat membuahi sel telur. Sekitar 9 hari setelah pembuahan, telur akan mencapai rahim dan menanamkan dirinya ke dindingnya. Implantasi terkadang dapat menyebabkan perdarahan yang dapat bercampur dengan cairan normal untuk membuatnya tampak berdarah. Jika adanya keputihan darah, maka implantasi kemungkinan penyebabnya.

• Menstruasi

Jika melihat keluarnya cairan merah atau berdarah sesaat sebelum siklus menstruasi yang diperkirakan muncul, kemungkinan hanya beberapa darah menstruasi bercampur dengan debit normal. Selain itu kemungkinan juga melihat keluarnya darah pada akhir siklus menstruasi. Biasanya darah berwarna cokelat atau sangat merah dan gelap. Ada sedikit alasan utnuk khawatir jika debit muncul tepat sebelum siklusnya terjadi.

• Seks Yang Kasar

Dalam gairah yang ganas sangat mudah untuk menjadi sedikit terlalu bersemangat dan memiliki seks yang lebih kasar dari biasanya. Semua tindakan panas dapat menyebabkan perdarahan kecil yang kemungkinan keluar dari tubuh melalui cairan normal dan mengubahnya menjadi merah atau merah muda warnanya. Jika seks yang kasar adalah penyebab debit darah. Maka tidak perlu khawatir.

• Kontrol Kelahiran (KB)

Jika baru saja mencoba mengkonsumsi pil KB kemungkinan adalah penyebab debit darah. Kontrol kelahiran mengubah tingkat hormon dalam tubuh, terutama kadar hormon estrogen sehingga membuat kelelahan dan beberapa bercak darah selama beberapa bulan pertama. Kemungkinan mengalami keputihan berdarah jika:

 Beralih kontrol kelahiran (KB)
 Berhenti menggunakan alat kontrasepsi setelah menggunakan untuk jangka waktu yang lama.
 Dan yang lainnya.

Keputihan darah atau adanya bercak dapat juga terjadi ketika menggunakan suntikan atau impan dan IUD.

• Gonore (Kencing Nanah)

Infeksi menular seksual (IMS) umum seperti gonore (kencing nanah) terkadang dapat menyebabkan keluarnya darah. Jika aktif secara seksual dengan banyak pasangan atau pasangan Anda melakukan hubungan seksual dengan orang lain, kemungkinan telah tertular dengan infeksi ini. Jika mengetahui sejak dini penyakit ini, gonore (kencing nanah) dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik. Namun jika tidak segera ditangani, maka dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul (PID) yang dapat menyebabkan beberapa masalah reproduksi yang serius. PID adalah salah satu penyebab infertilitas atau kemandulan yang paling umum pada wanita. Beberapa wanita tidak mengalami gejala, akan tetapi yang kemungkinan dialami adalah:

 Perdarahan berat saat menstruasi.
 Rasa terbakar saat kencing.
 Seks yang menyakitkan.
 Adanya bercak-bercak diantara siklus menstruasi.
 Keputihan berdarah atau berwarna kuning dengan bau busuk.

• Ketidakseimbangan Hormonal

Bahkan jika tidak dalam pengendalian kelahiran (KB), ketidakseimbangan hormon kemungkinan penyebabnya untuk gejala ini. Masalah tiroid, dengan terapi pergantian hormon dan menopause dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Dokter dapat mennetukan hormon yang menjadi penyebabnya untuk debit darah yang keluar.

• Kanker

Kanker endometrium dan serviks (leher rahim) juga bisa menyebabkan keluarnya darah. Kanker ini biasanya disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Gejala lain dari kanker endometrium adalah:

 Perdarahan pervaginam abnormal.
 Nyeri panggul (pelvic).
 Penurunan berat badan tanpa alasan.
 Keputihan yang tidak normal atau abnormal.
 Bengkak atau rasa sakit di kaki.
 Kelelahan.
 Sakit punggung.
 Patah tulang.

Karena keluarnya cairan keputihan darah dapat menjadi tanda awal kanker ini, maka sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter.

• Iritasi Atau Infeksi

Jika aktif secara seksual, infeksi atau iritasi bisa menjadi penyebab gejalanya. Jika Anda mengalami infeksi kemungkinan juga akan mengalami:

 Adanya rasa sakit.
 Terasa gatal.
 Seperti terbakar saat kencing.
 Demam.

Infeksi adalah penyebab kekhawatiran dan perlu dilakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter, iritasi dapat disebabkan oleh beberapa hal termasuk:

 Spray deodorant.
 Douching.
 Alergi.
 Sabun.
 Tingkat hormon berfluktuasi.
 Seks.

Jika iritasi dapat menyebabkan keputihan darah, gejala nya singkat. Jika bertahan selama lebih dari beberapa hari, maka lakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter.

• Benda Asing

Terkadang benda asing di vagina dapat menyebabkan perdarahan abnormal atau keluarnya keputihan darah. Dalam banyak kasus, tampon yang terlupakan menjadi penyebabnya. Tergantung pada berapa lama tampon berada didalam vagina, dokter akan menyarankan untuk pengankatan tampon.

Baca Juga :Macam-Macam Keputihan Sesuai Warna Yang Harus Diketahui

 

Apa Saja Gejala Dari Keputihan Berdarah?

Keputihan adalah fenomena biologis normal yang dialami semua wanita. Ini adalah kombinasi sel dan cairan tubuh yang dikeluarkan melalui vagina, dan biasanya muncul sebagai sekresi seperti lendir berwarna putih atau jernih tanpa bau yang kuat. Namun terkadang kuantitas dan kualitas cairan vagina dapat berubah tergantung pada konteks dan kondisi yang berbeda.
 
Karena kuantitas dan kualitas keputihan dapat bervariasi secara signifikan dalam jumlah, warna dan konsistensi tergantung pada konteksnya, hal yang paling penting yang dapat dilakukan wanita adalah memperhatikan gejala yang menyimpang dari normal. Seperti keputihan yang tampak tidak normal atau abnormal yang kemungkinan memiliki bau atau warna yang tidak pernah dialami. Dalam kasus keputihan darah, cairan yang kemungkinan terlihat merah akan tetapi terkadang juga bisa terlihat cokelat, seperti:
 
• Gejala yang berkaitan dengan siklus menstruasi seperti kram.
• Iriatsi vagina dan rasa gatal.
• Nyeri pada vagina atau serviks (leher rahim).
• Terasa nyeri dengan aktifitas seksual.
• Perdarahan setelah aktifitas seksual.
• Peningkatan kencing atau terasa terbakar saat kencing.

Bagaimana Mendiagnosis Kondisi Keputihan Berdarah?


Dokter akan melakukan pemeriksaan mengenai gejala, bergantung pada kondisi dan menyarankan untuk melakukan beberapa tes atau pengujian seperti:

• Tes atau pengujian untuk infeksi menular seksual (IMS) yang kemungkinan termasuk pemeriksaan alat kelamin.
• Tes atau pengujian kehamilan.
• Sebuat tes atau pengujian skrining serviks (leher rahim), jika berusia 25 tahun sampai 64 tahun.
• Scan ultrasound panggul (pelvic).

Untuk mendiagnosis beberapa kondisi kemungkinan memerlukan pemeriksaan seperti:

• Pemeriksaan spekulum atau alat medis yang dimasukkan ke dalam vagina untuk memeriksa vagina dan serviks (leher rahim).
• Pemeriksaan internal vagina dengan jari-jari (pemeriksaan bimanual).

Adakah Pengobatan Untuk Keputihan Berdarah?


Jika adanya keputihan berdarah, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter untuk memastikan masalah medis yang mendasarinya. Jika dokter mengesampingkan sesuatu yang serius, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu menghentikan dan mencegahnya kembali, seperti:

• Merubah Rutinitas Kebersihan

Vagina berdarah terkadang bisa disebabkan oleh produk kimia seperti sabun dan lotion. Vagina adalah bagian tubuh yang sangat sensitif dan gangguan pada pH normal atau keseimbangan bakteri dapat menyebabkan infeksi, iritasi dan masalah serius lainnya. Pilihlah sabun yang lembut dan lotion yang tidak beraroma. Dokter menyarankan untuk tidak menggunakan sabun sama sekali di area vagina. Membilas dengan air sudah lebih dari cukup untuk menjaga kebersihan area tanpa mengganggu pH dan keseimbangan bakteri.

• Merubah Kontrol Kelahiran (KB)

Jika pil KB penyebab keputihan berdarah, maka konsultasikan dengan dokter. Atau dengan beralih ke kontrol kelahiran (KB) yang berbeda dapat membantu menghentikan masalah dan mencegahnya di masa mendatang. Implantasi kontrol kelahiran (KB), cincin dan suntikan juga dapat menyebabkan keluarnya cairan atau bercak darah. Jika gejalanya tidak menghilang dalam beberapa bulan, dokter dapat merekomendasikan jenis kontrasepsi yang berbeda untuk mencegah perdarahan abnormal atau tidak normal.

• Pertahankan Gaya Hidup Sehat

Ketidakseimbangan hormon dapat disebabkan oleh masalah tiroid dan kemungkinan disebabkan oleh gaya hidup. Diet yang tidak sehat, kurangnya olahraga dan stress dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan menstruasi rusak. Berikut ini ada beberapa kiat untuk membantu mempertahankan gaya hidup sehat seperti:

 Berolahraga secara teratur.
 Makan makanan yang sehat dengan banyak lemah sehat.
 Tidur yang cukup.
 Meditasi atau berlatih yoga untuk menghilangkan stress.

Selain itu dengan menjaga gizi dapat membantu membuat rencana makan yang coock dan membantu menjaga keseimbangan hormon alami tubuh. Nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga hormon dalam pemeriksaannya. Lemak sehat, asupan asam lemak omega 3 dan omega 6 yang seimbang dan probiotik yang dapat membantu menjaga usus dan tubuh tetap sehat, seperti:

 Pertahankan keseimbangan hormonal.
 Kurangi depresi dan kecemasan.
 Tingkatkan fungsi tiroid.
 Turunkan kadar kolesterol.
 Pertahankan kelenjar adrenal.
 Stabilkan insulin dan kadar gula darah.
 Minimalkan degenerasi sel otak.

Keputihan berdarah tidak selalu mengkhawatirkan, akan tetapi jika tidak normal sebagianya mengkonsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab masalahnya. Jika tidak ada kondisi medis yang serius yang mendasarinya, maka segera lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk membantu menghentikan atau mencegah kondisinya terulang kembali.

Melakukan pengobatan keputihan berdarah bisa Anda lakukan di Klinik Utama Gracia. Salah satu klinik yang menangani permasalahan keputihan berdarah. Anda hanya bisa dengan menghubungi kami di nomor 081336361555 atau dengan menggunakan layanan konsultasi chat online dibawah ini untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

Baca Juga : Ketahui, Penyebab Keputihan Bercampur Darah

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.