User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sebagai wanita, anda mungkin sering mengetahui serviks. Terlebih penyakit yang menyerang serviks, seperti kanker serviks yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh para wanita. Tetapi tahukah anda fungsi serviks itu? Dan bagaimana mendeteksi pertumbuhan sel kanker pada serviks.

Kanker serviks di Indonesia menjadi penyakit yang mematikan nomor dua. Penderita kanker serviks di Indonesia mencapai angka 21 ribu orang. Tentunya hal ini disebabkan kurang peduli masyarakat untuk melakukan pemeriksaan agar terhindar kanker serviks.

Sebelum kita membahas mengenai kanker serviks, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai fungsi serviks itu sendiri. Mengenal apa itu serviks dan terletak dimanakah serviks tersebut, karena hingga saat ini masih cukup banyak wanita yang tidak mengetahui apa itu serviks.

Apa Itu Serviks?

Serviks merupakan bagian dari alat reproduksi wanita. Memang organ reproduksi wanita ini lebih rumit dibandingkan dengan organ reproduksi yang dimiliki oleh pria. Serviks memiliki peran penting dalam organ reproduksi wanita, karena serviks menghubungkan vagina dengan uterus (rahim).

Serviks terletak dibagian bawah rahim, serviks sering disebut dengan leher rahim. Dan pada leher rahim ini terdiri dari otot-otot yang cukup kuat yang mampu menopang serviks tersebut. Ukurannya pun cukup kecil, sekitar satu inci.

Serviks ditutupi oleh epitel yang terbuat dari lapisan sel tipis. Serviks sendiri memiliki dua bagian yang pertama bagian dalam yang hanya dapat terlihat dari dalam vagina disebut sebagai ektoserviks. Ektoserviks sebagai saluran antara rahim dan vagina. Lalu bagian selanjutnya adalah endoserviks yang terletak diantara ektoserviks dengan rahim.

Fungsi serviks

Fungsi dari serviks yang pertama sebagai saluran untuk mengalirkan darah menstruasi dari rahim ke dalam vagina. Serta membantu pergerakan sperma untuk masuk ke dalam rahim saat terjadi penetrasi. Selain itu serviks juga membantu dalam menghasilkan cairan yang dikenal dengan sebutan cairan serviks.  Cairan tersebutlah yang membantu sperma menuju rahim.

Selain itu, serviks sangat berperan ketika terjadi kehamilan. Karena serviks berfungsi dalam menjaga agar janin terhindar dari infeksi virus, bakteri, dan kuman yang mencoba masuk ke dalam rahim. Saat terjadi kehamilan serviks akan tertutup sangat rapat.

Saat akan mendekati waktu kelahiran, kerapatan tersebut akan cenderung membuka hingga terjadinya proses kelahiran. Pembukaan leher rahim tersebut sangat membantu dalam mendorong janin untuk menuju vagina, dan lendir yang diproduksi oleh serviks dapat mempermudah keluarnya janin.

Masalah Pada Serviks

Masalah pada serviks yang paling sering terjadi adalah kanker serviks. Kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal. Begitupun dalam kanker serviks, dimana terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks dan menganggu fungsi serviks tersebut.

Pertumbuhan sel tersebut bisa ganas bisa juga jinak. Jika pertumbuhan sel sangat jinak, maka hal tersebut tidak akan mengkhawatirkan kondisi anda. Pertumbuhan sel ganas juga dipengaruhi oleh infeksi virus HPV (Human Pappilomavirus). Virus HPV lah yang menjadi penyebab utama timbulnya kanker serviks.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Saat ini untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker pada serviks cara yang dapat dilakukan adalah dengan tes pap smear dan tes IVA. Kedua tes tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini ada atau tidaknya sel kanker pada dinding rahim.

Tes pap smear dan IVA sama-sama jenis tes yang cukup efektif dalam mengetahui sel kanker. Perbedaannya adalah hanya dari cara pengambilan sampel saja. Tes IVA ( Inspeksi visual asam asetat) yakni tes yang dapat melihat hasilnya saat itu juga.

Caranya dengan menempelkan sampel yang diambil dari vagina atau rahim, lalu sampel tersebut diteteskan asam asetat. Jika ada plek putih pada kaca tersebut, maka menandakan bahwa terdapat kelainan.

Sementara itu tes pap smear adalah tes dengan mengambil sampel dari vagina atau dinding rahim dengan memasukan benda medis ke dalamnya dalam pengambilan sampel. Lalu, sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil dari laboratorium akan terlihat sekitar satu hingga dua minggu kemudian.

Kedua tes tersebut dapat menjadi pilihan anda untuk mendeteksi dini pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Setelah mengetahui fungsi serviks maka anda sudah seharusnya dapat melakukan tes minimal setiap dua tahun sekali. Baik itu tes pap smear maupun tes IVA.