User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active


Hampir semua wanita pasti pernah mengalami jenis keputihan karena keputihan tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan wanita dan kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi.

Dan ternyata pada ibu hamil juga bisa mengalami keputihan yang berhubungan dengan kehamilan, hal ini akibat adanya perubahan hormonal yang terjadi. Agar tidak salah dalam mengobati keputihan maka sebaiknya perlu mengenal dulu jenis keputihan apakah yang termasuk kedalam keputihan yang berbahaya atau tidak.

Biasanya saat mengalami keputihan seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya, lendir yang diproduksi kelenjar dalan vagina dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap bersih dan ada berbagai jenis infeksi bisa terjadi pada bagian dalam vagina atau leher rahim.

Lalu, Apakah yang Menjadi Penyebab Keputihan?


Ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya keputihan pada wanita, yaitu:

- Kecapaian.

- Datang periode menstruasi.

- Menggunakan celana dalam yang terlalu ketat.

- Penggunaan celana dalam yang basah atau lembab dan tidak segera di ganti.

- Kurang menjaga kebersihan vagina.

- Salah menggunakan sabun khusus pembersih vagina.

- Faktor stres.



- Ketidak seimbangan hormon.

- Kebiasaan menggaruk vagina saat gatal.

- Kurang istirahat atau kurang tidur.

- Sering berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual.

- Kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Keputihan menjadi reaksi ketika bagian Miss V membersihkan dari sumber infeksi berfungsinya vagina untuk menghubungkan bagian luar tubuh dengan berbagai organ reproduksi bagian dalam, pH vagina dalam kondisi normal yang aman untuk mencegah semua jenis infeksi yang bisa muncul.

Selain itu keputihan bisa menjadi tanda vagina yang sangat normal ketika vagina dalam keadaan sehat maka bisa menghasilkan lendir putih untuk membersihkan semua kotoran atau zat asing yang masuk kedalam leher rahim.

Jenis Jenis Keputihan yang Dilihat Berdasarkan Warna dan Gejalanya

Tahukah Anda bahwa keputihan dapat digolongkan menjadi dua jenis keputihan, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang harus di waspadai yaitu keputihan yang abnormal (patologis), dan berikut di bawah ini adalah jenis-jenis keputihan yang dilihat berdasarkan warna dan gejalanya:

- Cairan Keputihan Berwarna Putih
Jenis keputihan yang berwarna putih biasanya keluar pada saat menjelang dan pasca menstruasi, namun patut diwaspadai jika saat cairan keluar disertai dengan rasa gatal dan berbau yang tidak sedap seperti bau anyir karena hal tersebut bisa menjadi tanda-tanda infeksi jamur yang wajib diperhatikan.

- Cairan Keputihan Berwarna Jernih dan Elastis
Jenis keputihan yang berwarna jernih dan elastis biasanya juga keluar pada saat menjelang menstruasi, awalnya cairan ini akan berwana pekat, namun lama kelamaan akan menyerupai kental seperti ingus dan hal tersebut merupakan pertanda bahwa wanita sedang dalam masa ovulasi.

Baca Juga: Inilah Perbedaan Gejala Keputihan Normal dan Tidak Normal

- Cairan Keputihan Berwarna Kuning
Jenis keputihan yang berwarna kuning yang keluar dari organ kewanitaan patut untuk diwaspadai, karena terdapat organisme kuman yang tumbuh dan bersarang pada organ kewanitaan, biasanya organisme ini masuk dalam tubuh melalui hubungan seksual, waspadai bahayanya bisa jadi ini merupakan gejala dari infeksi gonorhea.

- Cairan Keputihan Berwarna Coklat
Jenis keputihan yang berwarna coklat, keputihan yang bisa terjadi karena periode haid, awal kehamilan, menopause atau sebagai tanda penyakit kelamin dan biasanya cairan keputihan ini akan berbau tidak sedap. Sehingga perlu Anda waspadai hal ini karena kemungkinan merupakan tanda awal penyakit kanker serviks dan ada baiknya segera konsultasikan kepada dokter Anda.

- Cairan Keputihan Berwarna Abu-Abu
Jika Anda memiliki keputihan yang berwarna abu-abu dengan disertai gatal, bau tidak sedap dan bengkak kemerahan pada sekitar kemaluan maka sebaiknya hal ini mendapatkan perhatian serius dari dokter karena bisa disebabkan oleh bakteri berbahaya.

- Cairan Keputihan Berwarna Hijau
Keputihan berwarna hijau dan biasanya cairan ini keluar dengan jumlah besar yang disertai dengan adanya aroma busuk dan nyeri yang berlebih pada organ kewanitaan, maka perlu Anda waspadai hal ini karena bisa menjadi pertanda dari infeksi organ reproduksi.

Penyebab keputihan berwarna hijau biasanya adalah adanya infeksi oleh protozoa yaitu Trichomonas vaginalis. Rasa gatal yang dialami disekitar kewanitaan akan terjadi pada tingkatan terparah, kemungkinan ini akan disebabkan oleh Nisseria gonorhoe.

Proses Diagnosis Keputihan
Biasanya seorang wanita yang menduga memiliki jenis keputihan tidak normal maka akan melakukan pemeriksaan fisik, akan tetapi sebelum melakukan hal tersebut dokter akan bertanya terlebih dahulu mengenai riwayat kesehatan Anda, serta gejala-gejala apa saja yang Anda alami.

Selain itu dokter akan menanyakan seputar tentang riwayat hubungan seksual, awal waktu munculnya keputihan serta deskripsi keputihan yang Anda alami seperti bau, warna, serta ada tidaknya rasa gatal, nyeri, atau sensasi seperti terbakar.

Selanjutnya dokter akan melakukan sejumlah pengambilan cairan keputihan atau melakukan pemeriksaan Pap smear untuk kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Pengobatan dan Pencegahan Keputihan

Pada umumnya pengobatan keputihan jenisnya sangat bergantung dari penyebabnya seperti jamur ataupun bakteri, jadi pada intinya jangan sampai Anda menggunakan obat yang tidak sesuai dengan penyebabnya karena keputihan bisa bertambah parah.

Biasanya jamur yang menyebabkan terjadinya keputihan maka harus diatasi dengan anti jamur atau antiseptik kewanitaan dari resep dokter dan jika keputihan disebabkan oleh bakteri maka harus diatasi dengan antibiotik. Pengobatannya banyak jenisnya mulai dari pil yang diminum hingga salep ataupun cairan yang dioleskan di bagian dalam kemaluan.

Nah itulah tadi berbagai macam pembahasan di atas mengenai jenis keputihan dan jika Anda memiliki gejala keputihan tidak normal maka ada baiknya untuk segera mengobatinya di Klinik Utama Gracia atau Anda bisa juga menanyakan permasalahan tersebut dengan mengklik tombol chat online di atas.

Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Tahukah Anda gejala keputihan yaitu permasalahannya dimana keputihan merupakan masalah klasik bagi kebanyakan kaum wanita? Tentang keputihan semua wanita harus mengetahuinya dan ironisnya kebanyakan wanita tidak mengetahui tentang keputihan tersebut.

Munculnya jamur candida di vagina akan membuat keasaman pada vagina menjadi semakin tinggi dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya gangguan stabilitas dari kesehatan vagina yang memudahkan resiko keputihan datang dengan mudah dan membuat vagina menjadi gatal.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa gejala keputihan ini di bagi menjadi dua kelompok yaitu keputihan normal biasanya sering terjadi saat masa subur, serta saat sesudah dan sebelum menstruasi, dan keputihan yang abnormal dapat menyebabkan efek dan hal ini sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya. Dan yang paling harus Anda perhatikan adalah gejala keputihan yang abnormal karena keputihan itu salah satu ciri-ciri kanker serviks dan infeksi pada area intim.

Lalu, Apakah yang Menjadi Penyebab Keputihan?
Ternyata banyak penyebab keputihan diantaranya: karena faktor kebersihan vagina yang kurang baik, kebersihan di daerah vagina haruslah terjaga dengan baik.

Jika didaerah vagina tidak dijaga kebersihannya maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit salah satunya keputihan. Bakteri patogen akan sangat mudah menyebarnya dan membuat penyebab infeksi di karenakan kelembaban pada vagina. Keputihan yang disebabkan oleh jamur, parasit, bakteri dan virus yaitu:



- Parasit Trichomonas Vaginalis
Parasit Trichomonas Vaginalis biasanya terjadi dan di tularkan melalui hubungan seks, bibir kloset atau oleh perlengkapan mandi. Biasanya keluarnya cairan yang sangat kental itu memiliki warna kuning atau hijau dibarengi dengan bau yang tidak sedap.

- Bakteri Gardnerella
Dimana keputihan infeksi dari bakteri ini dengan memiliki ciri-ciri berwarna keabu-abuan, sedikit encer memiliki bau amis dan berbuih. Keputihan jenis ini dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat menggangu.

Biasanya virus yang menyebabkan keputihan yang disebabkan oleh bakteri Gardnerella diakibatkan oleh berbagai macam sebab seperti: seperti herpes, condyloma dan HIV/AIDS. Timbulnya kutil-kutil yang banyak dan diikuti oleh cairan berbau menandakan adanya virus condyloma. Adanya luka yang melepuh di sekitar lubang vagina, terasa panas dan menimbulkan rasa gatal.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa kanker mulut rahim itu sangat berbahaya bagi kaum wanita karena dapat di picu oleh keputihan yang disebabkan oleh keputihan akibat adanya virus.



Inilah Berbagai Gejala Keputihan Pada Wanita, Apa Sajakah Itu?


Gejala keputihan serta ciri-ciri wanita yang terkena penyakit keputihan yang bisa dikenali dari macem bau dan warna keputihan itu sendiri. Ciri-ciri keputihan pada wanita antara lain adalah sebagai berikut:

- Cairan yang keluar berbau tidak sedap.

- Berwana putih susu, kuning atau hijau.

- Menyebabkan rasa gatel dan nyeri pada daerah genital wanita.

- Cairan keputihan kental.

- Terkadang bercampur darah.

Bagaimanakah Keputihan Didiagnosis?
Keputihan adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang keluar dari vagina yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan.

Keputihan fisiologis di jumpai pada keadaan menjelang menstruasi, pada saat keinginan seks meningkat, dan pada waktu hamil. Sehingga memerlukan tindak lanjut untuk menengakan diagnosis gejala keputihan melalui:

- Dengan Melakukan Pemeriksaan Inspekulo
Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat dan mencari penyebab dari mana keputihan berasal, seperti berasal dari mulut rahim yang hanya bersifat lokal dalam vagina.

Cairan keputihan dapat dilihat dari warna, keputihan bergumpal atau encer, melekat pada dinding vagina dan mulut rahim tertutup keputihan, terdapat luka dan apakah mudah terjadinya sedikit pendarahan ketika keputihan itu keluar.

- Melakukan Pemeriksaan Laboratorium
Karena infeksi, alergi benda-benda asing yang dimasukan secara sengaja atau tidak kedalam vagina, itu juga bisa menjadi penyebab keputihan.

Dengan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan infeksi (trikomonas, kandida albilkan, bakteri, spesifik) dan pap smear untuk kemungkinan keganasan.

Bagaimanakah Cara Mencegah Keputihan?



- Membersihkan selalu organ intim wanita dari arah depan ke arah belakang untuk mencegah masuknya kuman dari anus.

- Vagina dibersihkan dengan menggunaka pembersih yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagina.

- Hindari penggunaan bedak atau bubuk yang bertujuan membuat vagina harum atau kering. Karena bedak mempunyai partikel yang kecil dan juga halus karena itu yang membuat partikel ini bisa terselip ke sana sini dan tidak bisa dibersihkan dengan baik sehingga menjadi sarang bakteri.

- Sebaiknya menggunakan celana dalam dari bahan katun karena katun mampu menyerap keringan dengan baik.

- Seringlah untuk mengganti pembalut 3-4 kali dalam sehari saat Anda sedang mengalami siklus haid.

- Menggunakan panty liner disaat sedang butuh saja. Pemakaian penty liner jangan dalam waktu yang lama.

- Kelola masalah stres dengan baik seperti mengambil waktu cuti atau libur, membuat diri menjadi rileks dan lebih santai. Karena stres adalah salahsatu penyebabkeputihan yang sering terjadi pada wanita.

- Kurangilah aktivitas yang berlebihan sehingga menyebabkan menjadi letih.



Tentunya banyak hal yang bisa mengakibatkan seorang wanita mengalami masalah gejala keputihan tidak normal atau ciri-ciri keputihan yang berbahaya. Dan jika Anda memiliki gejala yang ada di atas maka segera konsultasikan dengan kami di Klinik Utama Gracia, atau Anda bisa juga berkonsultasikan dengan mengklik tombol chat online diatas.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang umun dan kondisi ini terjadi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih yang terjadi di bagian ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra terinfeksi.

Dan tahukah Anda bahwa infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mangalami infeksi saluran kemih dibandingkan dengan pria.

Infeksi terbatas pada kandung kemih bisa terasa menyakitkan pada deerah bawah pusar serta terasa rasa panas atau nyeri saat berkemih, dan jika infeksi saluran kemih dibiarkan maka kemungkinan besar akan berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius yaitu penyebaran infeksi yang bisa masuk ke ginjal.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:

Sebagaian besar kasus ISK di sebabkan oleh adanya bakteri Escherichia coli atau E.coli yang umumnya hidup dalam usus besar.

Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri dari sistem pencernaan yang masuk ke saluran uretra, selain itu iritasi setelah berhubungan seksual juga dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih teriritasi. Dan hal tersebut tentunya dapat mengakibatnya terganggunya kinerja pengosongan urine oleh kondisi tertampung terlalu lamanya urine dalam kandung kemih, sehingga memberi peluang bagi bakteri untuk berkembang biak.

Berikut ini adalah beberapa kondisi seseorang yang bisa mengalami infeksi saluran kemih, diantaranya:

- Penderita batu ginjal

- Pria yang mengalami kelenjar prostat

- Pemakaian kateter alat bantu kencing.

- Lahir dengan kelainan struktur kemih.

- Wanita.

- Wanita yang telah menopause.

- Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi diafragma.

- Wanita yang sedang hamil.

- Orang yang baru melakukan prosedur operasi pada saluran kemihnya

- Penderita obesitas

- Orang yang sistem kekebalan tubuhnya rendah


Gejala Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:
Biasanya gejala-gejala pada infeksi saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra) dan saluran kemih bagian atas (ginjal dan uretra) akan berbeda dan gejalanya adalah sebagai berikut:

Gejala Bagian Bawah Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:

- Sering buang air kecil atau ada dorongan ingin selalu buang air kecil.

- Rasa nyeri tumpul yang konstan pada daerah kemaluan.

- Nyeri saat buang air kecil.

- Air seni berwarna atau adanya campuran darah pada urin.

- Air seni berbau tidak sedap.

- Badan terasa lelah, tidak enak, dan nyeri.



Sedangkan Gejala Bagian Atas Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:

- Mengalami demam.

- Tubuh terasa dingin dan menggigil.

- Mual dan muntah.

- Nyeri pada bagian pinggang dan panggul.

- Diare.

Lalu, Bagaimanakah Infeksi Saluran Kemih Didiagnosis?
Diagnosa infeksi saluran kemih pada kasus infeksi saluran kemih bagian bawah terasa ringan dan akan membaik dalam beberapa hari, namun tetaplah berkonsultasi dengan dokter jika gejala infeksi saluran kemih menyebabkan banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan atau jika tak kunjung sembuh lebih dari lima hari.

Dokter akan melakukan pemeriksaan yang digunakan untuk mengdiagnosis infeksi saluran kemih melalui cara sebagai berikut:

- Amalisis sampel urin.

- Pemeriksaan USG.

- CT scan.

- MRI scan.

- Sistoskopi.

Bagaimanakah Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:
Pencegahan infeksi saluran kemih dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko infeksi saluran kemih, diantaranya:

- Pada saat membersihkan alat kelamin maka usap dari arah depan ke belakang karena hal tersebut membantu untuk mencegah bakteri dari anus menyebar ke vagina dan uretra.

- Buang air kecil segera setelah berhubungan intim.

- Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun dan ada baiknya hindari pemakaian pakaian dalam berbahan nilon dan pakaian yang ketat.

Bagaimanakah Infeksi saluran Kemih Diobati?


Jika diagnosa sudah sudah menunjukan hasil bahwa terkena infeksi saluran kemih, maka dokter biasanya akan mengobati infeksi saluran kemih dengan antibiotik. Dan minumlah antibiotik secara lengkap sesuai yang di anjurkan oleh dokter karena hal ini sangat penting agar infeksi cepat sembuh dan mencegah komplikasi.

Selain antibiotik, obat pereda rasa nyeri kadang-kadang di perlukan untuk menghilangkan rasa nyeri yang di sebabkan ISK dan pengobatan ISK akan semakin cepat berhasil jika ditunjang dengan langkah-langkah yang bisa dilakukan dirumah, sebagai berikut:

- Perbanyak minum air putih, meminum air putih dapat mengencerkan urin dan pastikan bahwa anda akan buang air kecil lebih sering sehingga bakteri akan keluar dari saluran kemih.

- Jangan suka menahan kencing.

- Redakan nyeri dengan kompres air hangat.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai infeksi saluran kemih adalah dan jika Anda merasa memiliki infeksi saluran kemih maka ada baiknya segera konsultasikan kepada Kami di klinik Utama Gracia atau Anda juga bisa berkonsultasi dengan mengklik tombol chat online di atas.



Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Mungkin sebagian besar wanita masih terasa asing jika mendengar PID, lalu apakah PID itu? Dan apakah berbahaya bagi kesehatan? Ya, PID ataupun singkatan dari Pelvic Inflammatory Disease adalah sebuah infeksi pada organ-organ terutama pada sistem reproduksi wanita.

Diketahui organ-organ sistem reproduksi wanita tersebut seperti uterus, ovarium, saluran tuba, dan leher rahim, dan biasanya PID adalah disebabkan oleh adanya infeksi menular seksual (IMS), seperti penyakit klamidia atau penyakit menular seksual seperti gonore.

PID adalah infeksi yang terdapat di rahim, saluran tuba, atau pada ovarium seorang wanita. Diketahui PID terjadi saat bakteri bergerak dari Miss V dan leher rahim ke bagian tubuh lain, sehingga hal ini dapat menyebabkan rasa sakit kronis, namun walaupun sangat berbahaya dan bisa menyebabkan masalah serius lainnya seperti ketidaksuburan, akan tetapi PID adalah bisa diobati dengan menggunakan antibiotik dari resep dokter.

Apakah PID Bisa Memberikan Gejala?

Diketahui banyak wanita yang tidak tahu bahwa mereka telah memiliki penyakit radang panggul pada stadium awal, karena biasanya PID sering tidak menunjukkan gejala apapun, atau gejalanya sangat ringan sehingga Anda tidak merasakannya terutama saat pertama kali terkena infeksi ini.

Namun, satu yang pasti karena semakin lama seorang wanita menderita PID maka otomatis semakin buruk gejala yang akan di alami oleh wanita, dan berikut di bawah ini adalah beberapa Gejala PID:

  • Merasakan demam atau menggigil
  • Terasa sakit di perut
  • Merasa sangat kelelahan
  • Keputihan berbau busuk
  • Sakit saat berhubungan badan
  • Mengalami menstruasi lebih lama, lebih berat atau terasa lebih menyakitkan

Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, maka segeralah konsultasikan ke Klinik Utama Gracia, tetapi beberapa gejala ini juga bisa menjadi tanda kondisi serius lainnya, jadi dokter Anda kemungkinan besar akan menjalani beberapa tes untuk mengetahui apakah Anda menderita PID atau yang lainnya.

Bahkan beberapa gejala PID dapat menjadi tanda bagi masalah kesehatan lainnya, seperti radang usus buntu atau endometriosis. Jadi ada baiknya Anda melakukan check out oleh dokter karena hal tersebut adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi.

Apakah yang Akan Terjadi Jika PID Tidak Segera Diobati?

Perlu Anda ketahui jika PID tidak diobati maka kemungkinan besar bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yang terkadang mengancam bisa jiwa.

Karena jika infeksi bisa menyebar ke bagian lain pada tubuh wanita maka PID adalah dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik pada wanita yang tentu saja kondisi tersebut dapat mengancam jiwa, selain itu jika PID tidak segera diobati maka wanita bisa mengalami sakit kronis di perut bagian bawah, dan mengalami infertilitas ataupun masalah ketidaksuburan.

Semakin lama wanita menderita PID maka semakin besar kemungkinan akan memiliki masalah kesehatan jangka panjang dan ketidaksuburan yang jelas sangat berbahaya dan pada umumnya PID bisa diobati akan tetapi pengobatan mungkin tidak dapat mengembalikan kerusakannya seperti jaringan parut yang disebabkan oleh infeksi PID jangka panjang.

Bagaimanakah Saya Tahu Bahwa Saya Menderita PID?

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa Anda merasa memiliki beberapa gejala yang Anda anggap sebagai gejala PID maka ada baiknya segera mengunjungi dokter, dab biasanya dokter akan melakukan berbagai macam pemeriksaan seperti pemeriksaan pada panggul, memeriksa tanda-tanda cairan di serviks, rahim atau organ sekitarnya (ovarium dan saluran tuba).

Selain itu biasanya dokter akan memeriksa sampel cairan di Serviks, Miss V, atau leher rahim yang tidak terlihat di bawah mikroskop dan mengirim kultur untuk gonore dan klamidia ke laboratorium untuk pengecekan lebih lanjut dan mungkin dokter juga akan merekomendasikan beberapa tes termasuk: tes darah Ini untuk memeriksa infeksi menular seksual dan tes USG 

Jika atau tes Anda menunjukkan kecurigaan tinggi terhadap PID, maka dokter selanjutnya akan berbicara terbuka kepada Anda tentang perawatan apa yang Anda butuhkan untuk menyingkirkan PID.

Bagaimanakah Cara Untuk Mencegah PID?

Salah satu cara untuk mencegah PID adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual dan melakukan tes PMS adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah PID, karena PID biasanya disebabkan oleh klamidia atau gonore.

Tetapi kebanyakan orang dengan klamidia atau gonore tidak memiliki gejala apapun, jadi pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki salah satu dari infeksi ini.

Klamidia dan gonore dapat dengan mudah diobati dan disembuhkan dengan antibiotik dan semakin cepat Anda (dan pasangan seksual) diuji dan diobati, maka semakin rendah risikonya untuk mengembangkan PID. Anda juga dapat membantu mencegah PMS ini dan PMS lain dengan melakukan hubungan seks yang lebih aman dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

Dan pengendalian kelahiran hormonal tidak dapat mencegah infeksi menular seksual, jadi walaupun Anda menggunakan alat kontrasepsi, Anda masih berisiko terkena PMS. Jadi sebaiknya gunakan kondom dengan alat kontrasepsi untuk mencegah PMS yang bisa berubah menjadi PID.

Douching umumnya tidak sehat untuk Miss V, dan bisa menyebabkan iritasi dan infeksi. Douching juga dapat menyebabkan PID, karena mendorong bakteri lebih dalam ke dalam tubuh Anda, jadi ada baiknya jangan douche.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

selaput dara sobek
Tahukah Anda bahwa hubungan seks ternyata dipandang sebagai aktivitas yang normal dan terkadang dianggap sebagai bagian dari kebutuhan fisiologis dan lambang pergaulan? Dan hal tersebut merupakan kasus di sebagian besar di negara Barat?

Bahkan kemungkinan besar wanita yang tinggal di negara barat tidak mempermasalahkan jika selaput daranya sudah robek sebelum menikah, namun hal tersebut merupakan masalah besar bagi mereka jika wanita yang mencapai usia 20 tahunan masih dalam keadaan perawan maka mereka akan mempertawakan Anda dan menggagap Anda lucu?

Akan tetapi perlu Anda ingat bahwa kejadian tersebut hanya akan berlaku di negara Barat saja, karena kejadian tersebut berbalik 180 derajat dari Negara kita yang bisa dikatakan mengandung budaya ketimuran, dibandingkan dengan budaya barat.

Lalu, Apakah Selaput Dara Robek Karena Jari Masih Dikatakan Perawan?

Di Negara Indonesia mungkin selaput dara yang sudah robek sebelum menikah bisa menjadi aib wanita dan air bagi keluarga karena diketahui jika wanita sudah melakukan hubungan seks diluar nikah maka dianggap tidak suci lagi.

Selain itu mungkin banyak orang yang menilai bahwa selaput dara adalah simbol kewanitaan, akan tetapi banyak wanita diluar sana yang ternyata terlahir tanpa memiliki selaput dara karena pada umumnya selaput dara memiliki berbagai macam jenis. Jadi, bisakah Anda mengatakan bahwa bayi-bayi itu tidak perawan hanya karena mereka tidak memiliki selaput dara?

Dan sayangnya banyak orang yang belum mengetahui bahwa selaput dara bisa saja robek karena berbagai macam penyebab dan tak hanya robek karena aktivitas penetrasi seksual saja contohnya, karena masturbasi, memasukan alat seks ke Miss V, menggunakan tampon sampai selaput dara robek karena jari, lalu apakah selaput dara robek karena jari masih dikatakan masih perawan?

Mungkin untuk memastikan pertanyaan diatas sangat sulit untuk dijelaskan, karena pasti diluar sana akan banyak pendapat yang berbeda-beda.

Namun, menurut penjelasan dari Prof. DR. Dr. Wimpie Pengkhayal, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, menjelaskan bahwa perawan atau tidaknya seorang wanita bukan ditentukan oleh utuh tidaknya selaput dara, melainkan oleh pernah tidaknya melakukan hubungan seksual, lalu apakah maksudnya?

Jadi maksud beliau adalah jika wanita belum pernah melakukan hubungan seksual dengan memasukan Mr P ke dalam Miss V hal tersebut masih dikatakan masih perawan, dan dapat dikatakan bahwa selaput dara robek karena jari adalah masih perawan.

Apakah Selaput Dara Bisa Langsung Robek dan Berdarah Setelah Melakukan Hubungan Seksual Pertama?

Ternyata selaput dara tidak selalu robek dan berdarah setelah melakukan hubungan seksual yang pertama, karena menurut penelitian mengatakan hanya 43% wanita yang melakukan hubungan seks pertama mereka mengalami pendarahan, lalu apa yang terjadi dengan 57% lainnya?

Apakah mereka masih perawan karena selaput daranya tidak robek dan berdarah? Tentu saja tidak, karena lebih dari itu, 19% wanita yang aktif secara seksual tidak mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan seksual

Karena selaput dara bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk keperawanan seorang wanita, dan selaput dara mungkin ada atau tidak ada di alat kelamin eksternal wanita, jadi jika seorang wanita mungkin berdarah atau tidak karena hubungan seksual yang pertama dan tidak semua wanita dengan selaput dara utuh masih perawan karena ada beberapa wanita yang tidak mengalami perdarahan setelah melakukan hubungan seks.

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai selaput dara robek karena jari, dan misalkan Anda mengalami masalah kehilangan selaput dara dan ingin mengembalikannya maka Anda bisa berkonsultasi kepada Kami di Klinik Utama Gracia.