User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Radang panggul pada wanita adalah infeksi pada organ reproduksi. Panggul (pelvic) terletak di perut bagian bawah dan termasuk saluran tuba, ovarium, serviks (leher rahim) dan rahim. Kondisi ini umum dan mempengaruhi sekitar 1 juta wanita setiap tahunnya. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang panggul termasuk bakteri yang sama yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia.

Bakteri pertama kali memasuki vagina dan menyebabkan infeksi. Seiring dengan berjalannya waktu, infeksi ini dapat berpindah ke organ panggul (pelvic). Radang panggul pada wanita bisa menjadi sangat berbahaya bahkan dapat mengancam jiwa jika infeksi menyebar ke darah. Jika mencurigai kemungkinan memiliki infeksi, maka segera konsultasikan dengan dokter.

Fakta Baru Tentang Radang Panggul Pada Wanita

Radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita. Biasanya terjadi ketika bakteri yang ditularkan secara seksual menyebar dari vagina ke rahim, saluran tuba atau ovarium. Radang panggul sering tidak menyebabkan tanda dan gejala. Akibatnya kemungkinan tidak menyadari jika memiliki kondisi tersebut dan mendapatkan pengobatan yang diperlukan. Kondisi ini kemungkinan terdeteksi jika mengalami kesulitan hamil atau jika mengalami nyeri panggul (pelvic) kronis.

Apa Yang Menyebabkan Radang Panggul Pada Wanita?


Banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang panggul, akan tetapi infeksi gonore (kencing nanah) atau klamidia adalah penyebab yang paling umum. Bakteri ini biasanya diperoleh selama hubungan seksual tanpa kondom. Bakteri dapat memasuki saluran reproduksi kapan saja yang muncul oleh serviks (leher rahim) yang terganggu. Bisa terjadi saat melahirkan, keguguran dan aborsi.

Baca Juga : Apakah Gejala Radang Panggul Dapat Ditangani?

 

Gejala Radang Panggul Pada Wanita

Gejala radang panggul pada wanita kemungkinan termasuk:
 
• Nyeri di perut bagian bawah dan panggul (pelvic) ini adalah gejala paling umum.
• Keputihan yang parah dengan bau yang tidak sedap.
• Perdarahan rahim yang tidak normal, terutama selama atau setelah hubungan intim atau antara siklus menstruasi.
• Nyeri atau perdarahan saat berhubungan intim.
• Demam dan terkadang disertai menggigil.
• Kencing yang menyakitkan atau sulit.
• Nyeri di perut bagian atas.
• Seks yang menyakitkan.
• Peningkatan atau keputihan berbau busuk.
• Kelelahan.
• Muntah.
• Pingsan.
 
Radang panggul kemungkinan hanya menyebabkan gejala ringan atau tidak sama sekali. Ketika parah, radang panggul dapat menyebabkan demam, menggigil, sakit perut bagian bawah atau panggul (pelvic) yang parah terutama selama pemeriksaan panggul (pelvic) dan ketidaknyamanan usus. Jika memiliki gejala yang parah, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Infeksi kemungkinan telah menyebar ke aliran darah atau bagian lain dari tubuh.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Radang Panggul Pada Wanita?


Dokter kemungkinan dapat mendiagnosis radang panggul setelah mengetahui gejalanya. Dalam kebanyakan kasus, dokter akan melakukan tes atau pengujian untuk memastikan diagnosis. Tes atau pengujiannya meliputi:

• Pemeriksaan panggul (pelvic) untuk memeriksa organ panggul (pelvic).
• Biakan serviks (leher rahim) untuk memeriksa infeksi serviks (leher rahim).
• Lakukan tes atau pengujian urine untuk memeriksa tanda-tanda darah, kanker dan penyakit lain dari urine.
• Tes atau pengujian darah dan urine yang akan mengukur jumlah sel darah putih yang memungkinkan atau mengindikasikan infeksi dan penanda yang menunjukkan peradangan. Dokter juga kemungkinan merekomendasikan tes atau pengujian untuk HIV dan infeksi menular seksual (IMS) yang terkadang dikaitkan dengan radang panggul.
• Ultrasonografi yaitu tes atau pengujian dengan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ reproduksi.
• Laparoskopi adalah pemasukkan instrumen tipis melalui sayatan kecil di perut untuk melihat organ panggul (pelvic).

Setelah pengumpulan sampel, dokter mengirimkan sampel ke laboratorium untuk dilakukan analisis.

Bagaimana Cara Mengobati Radang Panggul Pada Wanita?


Dokter kemungkinan akan menyarankan untuk menggunakan antibiotik untuk mengobati radang panggul. Karena dokter belum mengetahui jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Ada 2 jenis antibiotik untuk mengobati berbagai bakteri. Dalam beberapa hari setelah pengobatan, gejala dapat membaik atau dapat hilang.

Namun harus menyelesaikan pengobatan bahkan jika merasa lebih baik. Menghentikan pengobatan di awal dapat menyebabkan infeksi kambuh kembali. Jika sedang sakit atau sedang hamil, dan tidak dapat menerima pengobatan atau mengalami abses (kantung nanah yang disebabkan oleh infeksi) di panggul (pelvic), dapat dilakukan pengobatan yang lebih khusus lagi dalam menangani masalah Anda.

Radang panggul kemungkinan membutuhkan pembedahan. Jarang sekali terjadi dan hanya bisa diperlukan jika abses pada panggul (pelvic) pecah. Ini juga dapat diperlukan jika infeksi tidak segera diobati. Jika aktif secara seksual, maka pasangan seksual Anda juga harus mendapatkan pengobatan untuk radang panggul.

Pria yang kemungkinan pembawa bakteri diam yang menyebabkan radang panggul. Infeksi ini dapat kambuh jika pasangan seksual Anda tidak melakukan pengobatan, dan kemungkinan diharuskan untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai infeksinya telah diatasi. Untuk bisa mengatasi semua infeksi yang Anda alami.

Anda bisa melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia. Salah satu klinik yang menangani permasalahan radang panggul. Tidak menutup kemungkinan jika melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia sangat terjamin, karena pengobatan di klinik ini setara dengan pengobatan taraf nasional. Anda bisa melakukan pengobatan di klinik kami dengan menghubungi nomor 081336361555 atau dengan melakukan chat online dibawah ini.

Baca Juga : Tanda Dan Ciri Radang Panggul Wanita

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Keputihan dari vagina adalah umum dan seringnya normal pada wanita. Namun ketika keputihan sudah tidak normal dan berlebih maka harus segera mencari cara mengatasi keputihan yang berlebih tersebut. Terkadang keputihan secara fisiologis mengandung bakteri pembersih yang membantu mencegah beberapa infeksi. Keputihan yang berlebih juga dapat disebabkan oleh infeksi, beberapa diantaranya kemungkinan tidak terkait dengan seks.

Mengapa Keputihan bisa Berlebih?

Keputihan vagina adalah cairan atau zat yang mengalir keluar dari lubang vagina. Tahukah Anda bahwa sebagian besar wanita yang mengalami keputihan sampai batas tertentu dan sedikit keputihan merupakan refleksi dari proses pembersihan tubuh yang normal. Jumlah dan jenis keputihan juga bervariasi diantara wanita dan dengan siklus menstruasi wanita.

Perubahan pada keputihan (bau tidak normal atau warna dan peningkatan jumlah) atau adanya keputihan yang terkait dengan iritasi atau gejala tidak nyaman lainnya dapat menandakan adanya infeksi. Jika keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau kuat dan disertai dengan kemerahan atau rasa gatal kemungkinan mengalami infeksi vagina. Salah satu infeksi vagina yang paling umum selama kehamilan adalah kandidiasis atau infeksi ragi. Penyebab lainnya dari keputihan berlebih dan abnormal juga bisa menjadi penyakit kelamin.

Penyebab Keputihan Yang Berlebih


Keputihan yang berlebih kemungkinan disebabkan oleh infeksi ragi, vaginosis bakteri, trikomoniasis (infeksi parasit) atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti klamidia dan gonore (kencing nanah). Jika memiliki infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Untuk infeksi ragi, dokter kemungkinan akan meresepkan anti jamur.

Infeksi bakteri dan ragi mudah diobati ketika mencari cara mengatasi keputihan yang berlebih sejak dini. Jika mengalami infeksi bakteri atau ragi secara berulang, segera konsultasikan dengan dokter agar tindakan pencegahan dilakukan. Penyebab lain dari keputihan berlebih termasuk infeksi panggul (pelvic) pasca operasi, penyakit radang panggul (PID) dan dalam kasus yang sangat jarang sekali terjadi yaitu kanker serviks (leher rahim).

Jika memiliki cairan yang encer dan diwarnai dengan darah serta tidak muncul disekitar waktu menstruasi, maka segera konsultasikan dengan dokter dan cari cara mengatasi keputihan yang berlebih secara efektif. Jika berpikir memiliki penyakit menular seksual (PMS) atau memiliki gejala infeksi jamur vagina dan belum pernah didiagnosis dengan infeksi ragi maka segera cari cara mengatasi keputihan yang berlebih tersebut dengan dokter spesialis.

Baca Juga : Waspada Bahaya Akibat Keputihan Berlebihan

Berbagai Tanda Keputihan Yang Berlebih

Keputihan berlebih dapat berkisar dalam warna dari jernis sampai abu-abu, kuning, kehijauan atau berwarna putih susu dan kemungkinan memiliki bau yang tidak menyenangkan. Tanda dan karakter keputihan tergantung pada kondisi spesifik yang merupakan penyebab keluarnya cairan. Berikut tanda keputihan yang berlebih, meliputi :

• Vaginosis Bakterial

Tidak semua wanita dengan vaginosis bakterial akan memiliki tanda, akan tetapi vaginosis bakterial biasanya menghasilkan cairan yang tipis dan berwarna putih ke abu-abuan. Dan biasanya disertai dengan bau busuk dan bau amis.

• Trichomonas

Gejala dari infeksi trichomonas dapat menghasilkan cairan atau keputihan pada vagina berbusa berwarna kuning kehijauan dengan bau yang kuat. Gejalanya terkait dapat termasuk ketidaknyamanan selama berhubungan seksual dan kencing serta iritasi dan rasa gatal di area kelamin wanita.

• Gonore (Kencing Nanah)

Gonore atau kencing nanah kemungkinan tidak menimbulkan tanda pada wanita yang terinfeksi, akan tetapi juga dapat menyebabkan rasa panas saat kencing atau seringnya kencing, keputihan kekuningan, kemerahan dan pembengkakan pada alat kelamin dan rasa panas atau rasa gatal di area vagina.

• Chlamydia

Seperti gonore (kencing nanah), infeksi chlamydia kemungkinan tidak menghasil tanda pada banyak wanita. Orang lain kemungkinan mengalami peningkatan keputihan serta gejala infeksi saluran kemih (ISK) jika uretra terlibat.

• Infeksi Jamur Vagina


Infeksi jamur vagina biasanya dikaitkan dengan tebal, keputihan berwarna putih yang kemungkinan memiliki tekstur seperti keju. Umumnya tidak berbau, tanda lainnya dapat berupa terasa seperti terbakar, nyeri dan sakit saat kencing atau saat berhubungan seksual.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Keputihan Yang Berlebih?

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, memeriksa dan melakukan beberapa tes atau pengujian untuk mencari tahu apa yang menyebabkan keputihan berlebihan tersebut. Jika Anda aktif secara seksual, maka ada kemungkinan akan dilakukan pengujian atau tes untuk infeksi menular seksual (IMS) juga. Setelah itu dokter akan melihat hasil dari diagnosis dan bisa menentukan jenis pengobatan serta cara mengatasi keputihan yang berlebih tersebut.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Yang Berlebih


Cara mengatasi keputihan yang berlebih akan tergantung pada penyebab keputihan tersebut. Dapat berkisar dari beberapa pengobatan dengan antibiotik. Dokter akan menjelaskan jenis pengobatan dan pada Anda. terkadang tidak diperlukan pengobatan karena debitnya masih dikatakan normal. Namun untuk lebih memastikan lagi, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis yang ada di Klinik Utama Gracia.

Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan berbagai tes atau pengujian khusus, agar lebih mudah untuk mendiagnosis penyakit Anda. Karena dengan adanya hasil dari diagnosis tersebut. Berbagai pengobatan dan cara mengatasi keputihan yang berlebih bisa ditentukan. Karena pengobatan tergantung dari penyakit dan tingkat keparahannya. Untuk mempermudah, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi online gratis dibawah ini untuk konsultasi langsung dengan dokter melalui chat, atau Anda bisa menghubungi kami di nomor 081336361555.

Baca Juga : Jangan Digaruk, Ini Penyebab Keputihan Gatal


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Vaginitis pada wanita adalah peradangan pada vagina yang dapat menyebabkan rasa gatal, rasa nyeri dan keputihan yang tidak normal (abnormal). Vaginitis biasanya disebabkan oleh perubahan dalam keseimbangan normal bakteri yang hidup di vagina wanita atau oleh infeksi. Ini adalah kondisi umum yang mempengaruhi wanita dari segala usia.

Sangat penting untuk melakukan pengobatan dengan dokter untuk mendiagnosis dan melakukan pengobatan vaginitis pada wanita. Vagina adalah jalan berotot antara uterus dan area genital eksternal. Ketika dinding vagina menjadi meradang, karena beberapa iritasi telah mengganggu keseimbangan area vagina dan dapat terjadi vaginitis. Vaginitis adalah infeksi atau peradangan pada vagina. Dan dapat menyebabkan rasa gatal dan terbakar, perubahan keputihan dan terkadang adanya rasa sakit saat berhubungan seksual.

Vaginitis Pada Wanita Dan Pengertiannya


Vaginitis mengacu pada peradangan atau infeksi pada vagina. Ini sangat umum pada wanita dari segala usia. Sebagian wanita memiliki setidaknya 1 bentuk vaginitis pada suatu waktu selama hidupnya. Ketika dinding vagina menjadi meradang, karena beberapa iritasi telah mengganggu keseimbangan area vagina maka dapat terjadi vaginitis. Vaginitis (radang vagina) adalah kondisi ginekologis yang paling umum dijumpai. Ini adalah diagnosis berdasarkan adanya gejala keputihan yang abnormal, ketidaknyamanan vulvovaginal atau keduanya.

Baca Juga : Vaginitis Adalah Peradangan Vagina Pada Wanita

Apa Yang Menyebabkan Vaginitis Pada Wanita?

Vagina seorang wanita biasanya menghasilkan sejumlah kecil cairan putih dan bening atau keruh setiap harinya yang dikenal dengan cairan yang keluar dari tubuh. Cairan ini menjaga jaringan tetap lembab dan sehat adalah kondisi yang normal untuk jumlah dan warna keputihan yang berubah sepanjang siklus menstruasi. Vagina juga mengandung banyak organisme seperti bakteri dan ragi yang sangat penting untuk fungsi normalnya. Perubahan keseimbangan normal baik ragi maupun bakteri dapat menyebabkan vaginitis. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan meliputi :
 
• Antibiotik.
• Perubahan kadar hormon karena kehamilan, menyusui atau menopause.
• Douching.
• Spermisida.
• Hubungan seksual.
• Infeksi.
 
Jika perubahan keseimbangan normal terjadi, maka lapisan vagina bisa meradang. Bakteri, ragi, virus, bahan kimia dalam krim atau spray dan bahkan pakaian yang dapat menyebabkan vaginitis. Terkadang, terjadi dari organisme yang ditularkan diantara pasangan seksual. Sejumlah faktor yang berbeda dapat mempengaruhi kesehatan vagina.
 
Termasuk kesehatan secara menyeluruh, kebersihan pribadi, obat-obatan, hormon (terutama hormon estrogen) dan kesehatan pasangan seksual. Perubahan faktor-faktor ini dapat memicu vaginitis. Jenis vaginitis yang paling umum meliputi :
 
• Candida atau infeksi ragi.
• Vaginosis bakteri.
• Trikomoniasis vaginitis.
• Vaginitis virus.
• Vaginitis tidak menular.
 
Dokter akan mempertimbangkan penyebab lain keputihan seperti gonore (kencing manis) dan klamidia. Organisme ini tidak menginfeksi vagina secara langsung. Jika tidak segera diobati maka dapat menyebabkan kondisi serius seperti penyakit radang panggul (PID). Penyakit radang panggul (PID) meningkatkan risiko infertilitas atau kemandulan, parut panggul (pelvic), nyeri panggul (pelvic) kronis dan kehamilan ektopik. Klamidia adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum meskipun sering tidak terdiagnosis.

Kenali Gejala Vaginitis Pada Wanita

Gejala vaginitis pada wanita meliputi :
 
• Perubahan keputihan normal termasuk keputihan yang berwarna abu-abu, hijau atau kuning.
• Kemerahan pada vagina, bengkak, terasa gatal atau sakit.
• Bau pada vagina.
• Terasa terbakar saat kencing.
• Nyeri atau perdarahan saat berhubungan seksual.
• Perubahan warna, bau atau jumlah.
• Terasa gatal atau iritasi pada vagina.
• Perdarahan vagina yang ringan.
 
Sementara gejalanya bervariasi tergantung pada apa yang menyebabkan infeksi atau peradangan. Dalam beberapa kasus, wanita dengan vaginitis tidak memiliki gejala sama sekali.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Vaginitis Pada Wanita?


Dokter akan memeriksa kemerahan dan pembengkakan vagina dan akan mengambil sampel keputihan. Sampel dapat diuji di laboratorium untuk melihat sesuatu yang menyebabkan masalah. Diagnosis dimulai dengan riwayat medis secara menyeluruh dan mengkonsultasikan secara rinci mengenai gejalanya.

Pemeriksaan pelvic (panggul) akan dilakukan dan sampel keputihan akan diambil dan dilakukan pengujian untuk memastikan vaginitis dan menentukan jenis tertentu, serta memastikan perawatan yang tepat. Usahakan hindari douching, hindari hubungan seksual dan hindari menggunakan obat-obatan vagina apapun tanpa resep dokter, dan harus melakukan konsultasi serta pemeriksaan untuk mendapatkan hasil tes atau pengujian yang akurat.

Pengobatan Untuk Vaginitis Pada Wanita


Pengobatan akan tergantung pada jenis vaginitis, pengobatannya bisa meliputi :

• Vaginosis bakteri

Antibiotik dengan resep dari dokter atau pengobatan lain untuk vagina.

• Infeksi ragi

Obat-obatan anti jamur yang dimasukkan ke dalam vagina atau obat-obatan anti jamur oral. Namun Anda harus tetap melakukan konsultasi dan pemeriksaan, dan jika memiliki gejala dapat memastikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

• Trikomoniasis

Pengobatannya dengan antibiotik sesuai resep dokter dan usahakan hindari kontak seksual sampai pengobatannya selesai.

• Vaginitis Atrofi

Pengobatan sesuai resep dari dokter. Pada jenis vaginitis yang jarang terjadi, berbagai pengobatan digunakan. Semua pengobatan harus dilakukan sesuai urutannya, bahkan jika gejalanya hilang sebelum pengobatan selesai, namun harus tetap dilakukan perawaran sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter.

Segera lakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia untuk mencegah sesuatu hal yang akan terjadi. Pengobatan di Klinik Utama Gracia sangat terjangkau, hanya dengan menghubungi nomor 081336361555 atau dengan melakukan konsultasi dibawah ini, Anda sudah bisa melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia.

Baca Juga : Cegah Bahaya Vaginitis Pada Wanita


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Uretritis adalah peradangan atau pembengkakan dan iritasi pada uretra. Ada banyak penyebab uretritis yang berbeda termasuk infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Uretritis adalah peradangan uretra atau saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh dan biasanya disebabkan oleh infeksi. Uretritis non gonokokal (NGU) ini adalah kondisi yang tidak disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) gonore (kencing nanah). NGU terkadang disebut juga sebagai uretritis non spesifik (NSU) ketika tidak ada penyebab uretritis yang dapat ditemukan.

Fakta Cepat Mengenai Uretritis

Uretritis adalah suatu kondisi dimana uretra atau tabung yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh menjadi meradang dan teriritasi. Semen juga dapat melewati uretra pria. Uretritis biasanya menyebabkan rasa sakit saat kencing dan keinginan untuk kencing meningkat. Penyebab uretritis yang pertama biasanya infeksi oleh bakteri.
 
Uretritis tidak sama dengan infeksi saluran kemih (ISK). Uretritis adalah peradangan pada uretra, sedangkan infeksi saluran kemih adalah ISK. Kemungkinan memiliki gejala yang serupa, akan tetapi memerlukan metode pengobatan yang berbeda tergantung pada penyebab urethritis yang mendasarinya.
 
Uretritis mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Pria dan wanita dapat mengembangkan kondisi ini. Namun wanita memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kondisi ini daripada seorang pria. Sebagian wanita biasanya memiliki uretra yang panjangnya 1 ½ inci dan membuat lebih mudah bagi bakteri untuk memasuki uretra.

Begini Penyebab Uretritis Yang Harus Diperhatikan


Secara umum, sebagian besar penyebab uretritis adalah akibat infeksi dari bakteri atau virus. Bakteri adalah penyebab uretritis paling umum. Bakteri yang sama dapat menyebabkan infeksi kandung kemih dan ginjal juga dapat menginfeksi laisan uretra. Bakteri yang ditemukan secara alami di area genital juga dapat menjadi penyebab uretritis jika memasuki saluran kemih. Bakteri yang terkait dengan uretritis meliputi:

• Neisseria Gonorrhoeae
• Chlamydia Trachomatis
• Mycoplasma Genitalium

Patogen adalah parasit biologis yang menyebabkan penyakit. Parasit ini sama yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan uretritis. Termasuk bakteri yang menyebabkan gonore (kencing nanah) dan klamidia dan parasit yang menyebabkan trikomoniasis. Ada juga virus yang dapat menyebabkan perkembangan uretritis termasuk Human Papilloma Virus (HPV), Herpes Simpleks Virus (HPV) dan Cytomegalovirus (CMV).

 

Gejala Uretritis Pada Umumnya

Gejala uretritis terdapat pada pria dan pada wanita, diantaranya:
 
1. Gejala Uretritis Pada Pria
Pria dengan uretritis dapat mengalami 1 atau lebih dari gejala-gejala uretritis seperti berikut:
 
• Memiliki sensasi terbakar saat kencing.
• Terasa gatal atau terasa terbakar di dekat lubang penis.
• Munculnya darah dalam air mani atau urine.
 
2. Gejala Uretritis Pada Wanita
Beberapa gejala uretritis pada wanita termasuk:
 
• Semakin sering ingin kecing.
• Ketidaknyamanan saat kencing.
• Terasa terbakar atau iritasi pada pembukaan uretra.
• Debit abnormal dari vagina juga dapat muncul bersama dengan gejala kemih.
 
Orang-orang yang menderita uretritis juga kemungkinan tidak memiliki gejala yang terlihat. Terutama pada wanita. Pada pria, gejalanya kemungkinan tidak jelas jika uretritis terjadi akibat klamidia atau infeksi trikomoniasis. Untuk kondisi ini juga sangat diperlukan untuk melakukan tes atau pengujian jika kemungkinan telah terinfeksi infeksi menular seksual (IMS).

Bagaimana Uretritis Didiagnosis?

Dokter akan menanyakan gejala yang terkait. Kemungkinan juga akan dilakukan pemeriksaan area genital mengenai adanya cairan, nyeri tekan, luka dan tanda-tanda infeksi menular seksual (IMS). Serta dapat membantu suatu diagnosis. Tes dan pengujian dilakukan untuk menganalisis sampel uirne atau kapas yang diambil dari uretra atau area vagina.

Jika dokter mencurigai infeksi menular seksual (IMS) spesifik kemungkinan akan adanya tes dan pengujian khusus atau yang memungkinkan dokter untuk mengkonfirmasi atau mengesampingkan diagnosis potensial tersebut. Tes atau pengujian darah dapat dilakukan untuk memeriksa infeksi menular seksual (IMS) lain seperti HIV dan sipilis (raja singa).

Bergantung pada hasil analisis di laboratorium, Anda bisa mendapatkan hasil tes atau pengujian kembali dalam beberapa hari. Ini memungkinkan mereka untuk memulai perawatan sesegera mungkin dan memberi tahu pasangan Anda agar dilakukan pengujian atau tes serta pengobatan untuk uretritis juga.

Obat Khusus Uretritis Parah


Perawatan untuk uretritis biasanya termasuk antibiotik atau obat-obatan antivirus. Jika infeksi menular seksual (IMS) menyebabkan infeksi, maka sangat penting bahwa semua pasangan seksual harus dilakukan tes atau pengujian serta pengobatan untuk mencegah penyebaran infeksi menular seksual (IMS) dan infeksi yang berulang.

Kemungkinan juga peningkatan gejala dan hanya beberapa hari setelah perawatan. Namun Anda harus tetap menyelesaikan pengobatan sesuai resep dokter dan sampai dinyatakan sembuh oleh dokter, jika tidak infeksi akan menjadi lebih buruk. Mereka yang menderita uretritis harus menunggu 1 minggu setelah pengobatan dan pasangan Anda juga telah menyelesaikan pengobatan sebelum melanjutkan aktifitas seksual.

Pengobatan yang sesuai hanya ada di Klinik Utama Gracia. Salah satu klinik yang menangani pengobatan uretritis. Selain itu melakukan pengobatan uretritis di Klinik Utama Gracia sangat terjangkau. Berbeda dengan melakukan pengobatan di klinik-klinik lain. Anda hanya dengan menghubungi nomor 081336361555 atau dengan mengkonsultasikannya melalui chat online dibawah ini, Anda sudah bisa melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia.

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Keringat itu sebenarnya tidak berbau, bau yang tidak asing dari tubuh yang mengakibatkan bau keringat. Oleh karena itu harus segera mencari cara menghilangkan bau keringat dengan tepat, agar tidak menjadi dampak yang buruk bagi kesehatan. Bau keringat berasal dari bakteri kulit normal yang menghancurkan sekresi keringat yang dikeluarkan dari kelenjar keringat.

Bau badan berasal dari kelenjar apokrin di ketiak yang melepaskan keringat tebal berminyak yang kaya akan protein dan lipid yang menjadi sumber bakteri di kulit. Bau keringat terjadi selama melakukan latihan dan saat merasa emosi yang kuat arena ini adalah pemicu bagi kelenjar apokrin untuk mengeluarkan keringat.

Kondisi ketiak yang hangat dan lembab juga merupakan lingkungan yang tepat bagi bakteri untuk berkembang dan menciptakan bau yang tidak sedap. Bau keringat muncul saat pubertas karena kelenjar apokrin yang terlibat dapat menyebabkan bau badan, dan mulai berfungsi saat memasuki masa pubertas. Seiring bertambahnya usia, kelenjar apokrin fungsinya melambat yang berarti orang dengan lanjut usia akan cenderung memiliki bau badan. Dan bagaimana caranya untuk menghilangkan bau keringat tersebut?.

Fakta Dari Bau Keringat

Keringat di produksi oleh kelenjar keringat di tubuh yang dapat menghasilkan cairan berair dan cairan yang mengandung zat-zat seperti protein dan lipid. Saat berkeringat sekitar 5 juta keringat terletak di seluruh kulit tubuh. Namun keringat yang dipicu oleh emosi atau stress hanya terjadi di area-area tertentu dari tubuh seperti ketiak, telapak tangan dan kepala.
 
Berurusan dengan bau keringat tidak akan menyenangkan. Akan tetapi bertentangan dengan kepercayaan diri, keringat dengan sendirinya hampir tidak berbau. Bau tubuh yang tidak asing berasal dari bakteri yang berinteraksi dengan keringat di permukaan kulit. Keringat berbau kronis dikenal dengan bromhidrosis serta ada banyak kemungkinan penyebab di balik kondisi ini.

Apa Yang Menyebabkan Bau Keringat


Penyebab bau badan sangat bervariasi dari orang ke orang. Akan tetapi pada kebanyakan bau badan berasal dari kelenjar apokrin atau sejenis keringat yang terkonsentrasi di ketiak dan selangkangan. Jika keringat Anda selalu berbau, maka untuk mengetahui penyebabnya, bisa saja dari kondisi seperti berikut ini:

• Kebersihan pribadi.
• Keringat stress.
• Bahan pakaian sintetis.
• Kondisi medis yang mendasari.
• Makanan yang kaya akan kolin.
• Obat-obatan.
• Diet rendah karbohidrat.
• Kekurangan magnesium.

Baca Juga : Obat-Obatan Penghilang Bau Ketiak Secara Ampuh

 

Apa Saja Tanda-Tanda Seseorang Bau Keringat?

Bau keringat dapat mengganggu aktifitas normal. Bau keringat berlebih terjadi setidaknya 1 minggu sekali tanpa alasan yang jelas dan berdampak pada kehidupan sosial atau kegiatan sehari-hari. Perubahan gaya hidup terkadang dapat meredakan gejalanya. Tanda-tanda bau keringat bisa meliputi:
 
• Masalah kulit yang iritasi dan bisa saja menyakitkan seperti infeksi jamur atau infeksi bakteri.
• Kekhawatiran mengenai pakaian yang bau.
• Selalu enggan melakukan kontak fisik karena merasa malu.
• Sadar akan dirinya bau hingga membuat kurang percaya diri.
• Depresi.
• Pemilihan pekerjaan dimana kontak fisik atau interaksi dengan manusia lainnya.
• Menghabiskan banyak waktu setiap harinya untuk mengatasi keringat seperti mengganti pakaian, mengelap, mencuci dan mengenakana pakaian tebal atau gelap.
• Kekhawatiran pada orang lain mengenai bau badan.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Bau Keringat Pada Remaja?


Untuk mendiagnosis bau keringat, dokter biasanya akan mengesampingkan kondisi yang mendasarinya seperti tiroid yang terlalu aktif atau gula darah rendah dengan melakukan tes atau pengujian darah dan urine. Biasanya dokter akan menanyakan bagian tubuh yang berpengaruh dan seberapa sering bau keringat terjadi.

Setelah itu dilakukan tes atau pengujian keringat termoregulasi. Ketika berkeringat dan berlebih terjadi pada suhu-suhu tertentu. Penderita yang mengalami panas tinggi dan kelembaban karena keringat akan memicu keringat di seluruh tubuh. Ketika terkena panas, orang-orangnya cenderung tidak berkeringat berlebihan. Dan tes atau pengujian ini menentukan tingkat keparahan kondisinya.

Cara Menghilangkan Bau Keringat Dengan Tepat


Bagaimana cara menghilangkan bau keringat yang menjengkelkan? Bromhidrosis bisa sangat menjengkelkan namun bisa dilakukan pengobatan dan menghilangkan bau keringat itu. Berikut ini cara untuk melawan atau menghilangkan bau keringat dengan tepat seperti:

• Ubah Pola Diet
Usahakan jauhi makanan yang di kemas dengan remah-rempah, bawang merah atau bawang putih dan makan makanan lebih tinggi magnesium, kurangi asupan alkohol berlebih yang juga dapat mengurangi dan menghilangkan bau keringat.

• Gunakan Pakaian Anti Keringat
Semakin banyak keringat di kulit. Semakin buruk bau badan. Mengenakan pakaian anti keringat dapat membantu menjaga lubang keringat dan menangkal bakteri penyebab bau.

• Sesuaikan Rutinitas Kebersihan Pribadi
Pastikan mandi secara teratur dengan menggunakan deodoran dan mengenakan pakaian bersih setiap hari. Gunakan sabun antibakteri dan usahakan hindari produk yang beraroma yang dapat memperburuk bau badan.

• Selalu Mencukur Atau Memotong Bulu Ketiak
Rambut dapat memerangkap kelembaban pada kulit serta memberi bakteri lebih banyak untuk menghasilkan bau.

Untuk lebih jelasnya, lakukan konsultasi serta pemeriksaan di Klinik Utama Gracia untuk memastikan Anda menghilangkan bau keringat yang mengganggu. Kondisi seperti ini akan membuat kepercayaan diri Anda hillang. Oleh karena itu sangat penting untuk dilakukan pengobatan. Pengobatan di Klinik Utama Gracia sangat terjangkau. Anda bisa menghubungi kami di nomor 081336361555 atau dengan melakukan konsultasi online dibawah ini.

Baca Juga : Trik Sederhana, 4 Cara Menghilangkan Bau Ketiak

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.