User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang umun dan kondisi ini terjadi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih yang terjadi di bagian ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra terinfeksi.

Dan tahukah Anda bahwa infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mangalami infeksi saluran kemih dibandingkan dengan pria.

Infeksi terbatas pada kandung kemih bisa terasa menyakitkan pada deerah bawah pusar serta terasa rasa panas atau nyeri saat berkemih, dan jika infeksi saluran kemih dibiarkan maka kemungkinan besar akan berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius yaitu penyebaran infeksi yang bisa masuk ke ginjal.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:

Sebagaian besar kasus ISK di sebabkan oleh adanya bakteri Escherichia coli atau E.coli yang umumnya hidup dalam usus besar.

Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri dari sistem pencernaan yang masuk ke saluran uretra, selain itu iritasi setelah berhubungan seksual juga dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih teriritasi. Dan hal tersebut tentunya dapat mengakibatnya terganggunya kinerja pengosongan urine oleh kondisi tertampung terlalu lamanya urine dalam kandung kemih, sehingga memberi peluang bagi bakteri untuk berkembang biak.

Berikut ini adalah beberapa kondisi seseorang yang bisa mengalami infeksi saluran kemih, diantaranya:

- Penderita batu ginjal

- Pria yang mengalami kelenjar prostat

- Pemakaian kateter alat bantu kencing.

- Lahir dengan kelainan struktur kemih.

- Wanita.

- Wanita yang telah menopause.

- Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi diafragma.

- Wanita yang sedang hamil.

- Orang yang baru melakukan prosedur operasi pada saluran kemihnya

- Penderita obesitas

- Orang yang sistem kekebalan tubuhnya rendah


Gejala Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:
Biasanya gejala-gejala pada infeksi saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra) dan saluran kemih bagian atas (ginjal dan uretra) akan berbeda dan gejalanya adalah sebagai berikut:

Gejala Bagian Bawah Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:

- Sering buang air kecil atau ada dorongan ingin selalu buang air kecil.

- Rasa nyeri tumpul yang konstan pada daerah kemaluan.

- Nyeri saat buang air kecil.

- Air seni berwarna atau adanya campuran darah pada urin.

- Air seni berbau tidak sedap.

- Badan terasa lelah, tidak enak, dan nyeri.



Sedangkan Gejala Bagian Atas Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:

- Mengalami demam.

- Tubuh terasa dingin dan menggigil.

- Mual dan muntah.

- Nyeri pada bagian pinggang dan panggul.

- Diare.

Lalu, Bagaimanakah Infeksi Saluran Kemih Didiagnosis?
Diagnosa infeksi saluran kemih pada kasus infeksi saluran kemih bagian bawah terasa ringan dan akan membaik dalam beberapa hari, namun tetaplah berkonsultasi dengan dokter jika gejala infeksi saluran kemih menyebabkan banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan atau jika tak kunjung sembuh lebih dari lima hari.

Dokter akan melakukan pemeriksaan yang digunakan untuk mengdiagnosis infeksi saluran kemih melalui cara sebagai berikut:

- Amalisis sampel urin.

- Pemeriksaan USG.

- CT scan.

- MRI scan.

- Sistoskopi.

Bagaimanakah Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih Adalah Sebagai Berikut:
Pencegahan infeksi saluran kemih dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko infeksi saluran kemih, diantaranya:

- Pada saat membersihkan alat kelamin maka usap dari arah depan ke belakang karena hal tersebut membantu untuk mencegah bakteri dari anus menyebar ke vagina dan uretra.

- Buang air kecil segera setelah berhubungan intim.

- Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun dan ada baiknya hindari pemakaian pakaian dalam berbahan nilon dan pakaian yang ketat.

Bagaimanakah Infeksi saluran Kemih Diobati?


Jika diagnosa sudah sudah menunjukan hasil bahwa terkena infeksi saluran kemih, maka dokter biasanya akan mengobati infeksi saluran kemih dengan antibiotik. Dan minumlah antibiotik secara lengkap sesuai yang di anjurkan oleh dokter karena hal ini sangat penting agar infeksi cepat sembuh dan mencegah komplikasi.

Selain antibiotik, obat pereda rasa nyeri kadang-kadang di perlukan untuk menghilangkan rasa nyeri yang di sebabkan ISK dan pengobatan ISK akan semakin cepat berhasil jika ditunjang dengan langkah-langkah yang bisa dilakukan dirumah, sebagai berikut:

- Perbanyak minum air putih, meminum air putih dapat mengencerkan urin dan pastikan bahwa anda akan buang air kecil lebih sering sehingga bakteri akan keluar dari saluran kemih.

- Jangan suka menahan kencing.

- Redakan nyeri dengan kompres air hangat.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai infeksi saluran kemih adalah dan jika Anda merasa memiliki infeksi saluran kemih maka ada baiknya segera konsultasikan kepada Kami di klinik Utama Gracia atau Anda juga bisa berkonsultasi dengan mengklik tombol chat online di atas.



Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Mungkin sebagian besar wanita masih terasa asing jika mendengar PID, lalu apakah PID itu? Dan apakah berbahaya bagi kesehatan? Ya, PID ataupun singkatan dari Pelvic Inflammatory Disease adalah sebuah infeksi pada organ-organ terutama pada sistem reproduksi wanita.

Diketahui organ-organ sistem reproduksi wanita tersebut seperti uterus, ovarium, saluran tuba, dan leher rahim, dan biasanya PID adalah disebabkan oleh adanya infeksi menular seksual (IMS), seperti penyakit klamidia atau penyakit menular seksual seperti gonore.

PID adalah infeksi yang terdapat di rahim, saluran tuba, atau pada ovarium seorang wanita. Diketahui PID terjadi saat bakteri bergerak dari Miss V dan leher rahim ke bagian tubuh lain, sehingga hal ini dapat menyebabkan rasa sakit kronis, namun walaupun sangat berbahaya dan bisa menyebabkan masalah serius lainnya seperti ketidaksuburan, akan tetapi PID adalah bisa diobati dengan menggunakan antibiotik dari resep dokter.

Apakah PID Bisa Memberikan Gejala?

Diketahui banyak wanita yang tidak tahu bahwa mereka telah memiliki penyakit radang panggul pada stadium awal, karena biasanya PID sering tidak menunjukkan gejala apapun, atau gejalanya sangat ringan sehingga Anda tidak merasakannya terutama saat pertama kali terkena infeksi ini.

Namun, satu yang pasti karena semakin lama seorang wanita menderita PID maka otomatis semakin buruk gejala yang akan di alami oleh wanita, dan berikut di bawah ini adalah beberapa Gejala PID:

  • Merasakan demam atau menggigil
  • Terasa sakit di perut
  • Merasa sangat kelelahan
  • Keputihan berbau busuk
  • Sakit saat berhubungan badan
  • Mengalami menstruasi lebih lama, lebih berat atau terasa lebih menyakitkan

Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, maka segeralah konsultasikan ke Klinik Utama Gracia, tetapi beberapa gejala ini juga bisa menjadi tanda kondisi serius lainnya, jadi dokter Anda kemungkinan besar akan menjalani beberapa tes untuk mengetahui apakah Anda menderita PID atau yang lainnya.

Bahkan beberapa gejala PID dapat menjadi tanda bagi masalah kesehatan lainnya, seperti radang usus buntu atau endometriosis. Jadi ada baiknya Anda melakukan check out oleh dokter karena hal tersebut adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi.

Apakah yang Akan Terjadi Jika PID Tidak Segera Diobati?

Perlu Anda ketahui jika PID tidak diobati maka kemungkinan besar bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yang terkadang mengancam bisa jiwa.

Karena jika infeksi bisa menyebar ke bagian lain pada tubuh wanita maka PID adalah dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik pada wanita yang tentu saja kondisi tersebut dapat mengancam jiwa, selain itu jika PID tidak segera diobati maka wanita bisa mengalami sakit kronis di perut bagian bawah, dan mengalami infertilitas ataupun masalah ketidaksuburan.

Semakin lama wanita menderita PID maka semakin besar kemungkinan akan memiliki masalah kesehatan jangka panjang dan ketidaksuburan yang jelas sangat berbahaya dan pada umumnya PID bisa diobati akan tetapi pengobatan mungkin tidak dapat mengembalikan kerusakannya seperti jaringan parut yang disebabkan oleh infeksi PID jangka panjang.

Bagaimanakah Saya Tahu Bahwa Saya Menderita PID?

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa Anda merasa memiliki beberapa gejala yang Anda anggap sebagai gejala PID maka ada baiknya segera mengunjungi dokter, dab biasanya dokter akan melakukan berbagai macam pemeriksaan seperti pemeriksaan pada panggul, memeriksa tanda-tanda cairan di serviks, rahim atau organ sekitarnya (ovarium dan saluran tuba).

Selain itu biasanya dokter akan memeriksa sampel cairan di Serviks, Miss V, atau leher rahim yang tidak terlihat di bawah mikroskop dan mengirim kultur untuk gonore dan klamidia ke laboratorium untuk pengecekan lebih lanjut dan mungkin dokter juga akan merekomendasikan beberapa tes termasuk: tes darah Ini untuk memeriksa infeksi menular seksual dan tes USG 

Jika atau tes Anda menunjukkan kecurigaan tinggi terhadap PID, maka dokter selanjutnya akan berbicara terbuka kepada Anda tentang perawatan apa yang Anda butuhkan untuk menyingkirkan PID.

Bagaimanakah Cara Untuk Mencegah PID?

Salah satu cara untuk mencegah PID adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual dan melakukan tes PMS adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah PID, karena PID biasanya disebabkan oleh klamidia atau gonore.

Tetapi kebanyakan orang dengan klamidia atau gonore tidak memiliki gejala apapun, jadi pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki salah satu dari infeksi ini.

Klamidia dan gonore dapat dengan mudah diobati dan disembuhkan dengan antibiotik dan semakin cepat Anda (dan pasangan seksual) diuji dan diobati, maka semakin rendah risikonya untuk mengembangkan PID. Anda juga dapat membantu mencegah PMS ini dan PMS lain dengan melakukan hubungan seks yang lebih aman dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

Dan pengendalian kelahiran hormonal tidak dapat mencegah infeksi menular seksual, jadi walaupun Anda menggunakan alat kontrasepsi, Anda masih berisiko terkena PMS. Jadi sebaiknya gunakan kondom dengan alat kontrasepsi untuk mencegah PMS yang bisa berubah menjadi PID.

Douching umumnya tidak sehat untuk Miss V, dan bisa menyebabkan iritasi dan infeksi. Douching juga dapat menyebabkan PID, karena mendorong bakteri lebih dalam ke dalam tubuh Anda, jadi ada baiknya jangan douche.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

selaput dara sobek
Tahukah Anda bahwa hubungan seks ternyata dipandang sebagai aktivitas yang normal dan terkadang dianggap sebagai bagian dari kebutuhan fisiologis dan lambang pergaulan? Dan hal tersebut merupakan kasus di sebagian besar di negara Barat?

Bahkan kemungkinan besar wanita yang tinggal di negara barat tidak mempermasalahkan jika selaput daranya sudah robek sebelum menikah, namun hal tersebut merupakan masalah besar bagi mereka jika wanita yang mencapai usia 20 tahunan masih dalam keadaan perawan maka mereka akan mempertawakan Anda dan menggagap Anda lucu?

Akan tetapi perlu Anda ingat bahwa kejadian tersebut hanya akan berlaku di negara Barat saja, karena kejadian tersebut berbalik 180 derajat dari Negara kita yang bisa dikatakan mengandung budaya ketimuran, dibandingkan dengan budaya barat.

Lalu, Apakah Selaput Dara Robek Karena Jari Masih Dikatakan Perawan?

Di Negara Indonesia mungkin selaput dara yang sudah robek sebelum menikah bisa menjadi aib wanita dan air bagi keluarga karena diketahui jika wanita sudah melakukan hubungan seks diluar nikah maka dianggap tidak suci lagi.

Selain itu mungkin banyak orang yang menilai bahwa selaput dara adalah simbol kewanitaan, akan tetapi banyak wanita diluar sana yang ternyata terlahir tanpa memiliki selaput dara karena pada umumnya selaput dara memiliki berbagai macam jenis. Jadi, bisakah Anda mengatakan bahwa bayi-bayi itu tidak perawan hanya karena mereka tidak memiliki selaput dara?

Dan sayangnya banyak orang yang belum mengetahui bahwa selaput dara bisa saja robek karena berbagai macam penyebab dan tak hanya robek karena aktivitas penetrasi seksual saja contohnya, karena masturbasi, memasukan alat seks ke Miss V, menggunakan tampon sampai selaput dara robek karena jari, lalu apakah selaput dara robek karena jari masih dikatakan masih perawan?

Mungkin untuk memastikan pertanyaan diatas sangat sulit untuk dijelaskan, karena pasti diluar sana akan banyak pendapat yang berbeda-beda.

Namun, menurut penjelasan dari Prof. DR. Dr. Wimpie Pengkhayal, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, menjelaskan bahwa perawan atau tidaknya seorang wanita bukan ditentukan oleh utuh tidaknya selaput dara, melainkan oleh pernah tidaknya melakukan hubungan seksual, lalu apakah maksudnya?

Jadi maksud beliau adalah jika wanita belum pernah melakukan hubungan seksual dengan memasukan Mr P ke dalam Miss V hal tersebut masih dikatakan masih perawan, dan dapat dikatakan bahwa selaput dara robek karena jari adalah masih perawan.

Apakah Selaput Dara Bisa Langsung Robek dan Berdarah Setelah Melakukan Hubungan Seksual Pertama?

Ternyata selaput dara tidak selalu robek dan berdarah setelah melakukan hubungan seksual yang pertama, karena menurut penelitian mengatakan hanya 43% wanita yang melakukan hubungan seks pertama mereka mengalami pendarahan, lalu apa yang terjadi dengan 57% lainnya?

Apakah mereka masih perawan karena selaput daranya tidak robek dan berdarah? Tentu saja tidak, karena lebih dari itu, 19% wanita yang aktif secara seksual tidak mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan seksual

Karena selaput dara bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk keperawanan seorang wanita, dan selaput dara mungkin ada atau tidak ada di alat kelamin eksternal wanita, jadi jika seorang wanita mungkin berdarah atau tidak karena hubungan seksual yang pertama dan tidak semua wanita dengan selaput dara utuh masih perawan karena ada beberapa wanita yang tidak mengalami perdarahan setelah melakukan hubungan seks.

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai selaput dara robek karena jari, dan misalkan Anda mengalami masalah kehilangan selaput dara dan ingin mengembalikannya maka Anda bisa berkonsultasi kepada Kami di Klinik Utama Gracia.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Operasi keperawanan adalah pilihan bagi beberapa wanita yang ingin mengembalikan keperawanan mereka. Di Amerika, operasi ini dilakukan untuk merayakan hari jadi pernikahan pasangan mereka. Namun di Indonesia, terkadang operasi dilakukan agar dianggap masih perawan oleh suami atau calon suami.

Meskipun hingga saat ini operasi mengembalikan keperawanan di Indonesia masih meninggalkan pro dan kontra. Sudah ada beberapa rumah sakit yang menyediakan fasilitas operasi ini dan cukup banyak wanita yang melakukan operasi tersebut. Sebelum membahas lebih jauh mengenai operasi keperawanan, maka kita harus mengetahui dulu mengenai keperawanan di Indonesia.

Keperawanan

Keperawanan di Indonesia masih dianggap sesuatu yang sakral, sesuatu yang berharga. Bagi seorang wanita keperawanan adalah sesuatu yang amat sangat penting. Sangat jarang ditemukan pria di Indonesia yang mau menikah dengan wanita yang sudah hilang keperawanannya akibat free sex.

Bahkan saking berharganya, terdapat beberapa laki-laki yang sering menganggap istrinya sudah tidak perawan ketika ia melakukan malam pertama. Hanya karena tidak keluarnya darah dari vagina sang istri, saat ia telah melakukan penetrasi penis.

Tanda Keperawanan

Apa tanda wanita masih perawan atau tidak? Pertanyaan ini mungkin sering dilontarkan oleh banyak pria. Mereka akan mencari tahu bagaimana melihat perempuan masih perawan atau tidak hanya melihat dari sisi fisiknya saja. Terlebih, di internet cukup banyak artikel yang membahas mengenai hal tersebut.

Padahal para ahli menyatakan, keperawanan seorang wanita tidak dapat dilihat dari fisiknya saja. Karena belum ada penelitian yang menunjukan bahwa keperawanan seorang wanita bisa dilihat dari fisik saja.

Hampir di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia tanda keperawanan seorang wanita selalu dikaitkan dengan selaput dara saja. Banyak operasi keperawanan yang melakukan perbaikan pada selaput dara tersebut. Sehingga banyak yang mengatakan, bahwa selaput dara wanita sebagai tanda wanita itu masih perawan.

Masih cukup banyak laki-laki dan masyarakat di dunia yang menganggap bahwa selaput dara merupakan bukti otentik kalau si wanita masih dalam kondisi ‘ting-ting’. Mereka memandang bahwa cara membuktikannya hanya dengan melihat, apakah saat malam pertama wanita tersebut menggeluarkan darah atau tidak ketika melakukan hubungan seks pertama kalinya.

Banyak yang beranggapan, robeknya selaput dara seorang wanita hanya disebabkan oleh penetrasi penis ke vagina, berhubungan badan antara wanita dan pria. Padahal selaput dara dengan bentuk yang cukup tipis, maka sangat mudah robek bahkan hanya karena melakukan rutinitas biasa, selaput dara bisa robek.

Takut, sang calon suami mengetahui kondisi selaput daranya telah robek atau rusak, sehingga cukup banyak wanita yang ingin mendapatkan selaput daranya kembali, yakni dengan melakukan operasi. Robeknya selaput dara terjadi bukan karena hubungan seks saja. Tetapi seperti olahraga, bersepeda, dan aktivitas yang cukup berat lainnya menyebabkan robeknya selaput dara.

Operasi Keperawanan

Untuk mengembalikan selaput dara tersebut, cukup banyak wanita yang ingin melakukan operasi keperawanan. Hingga saat ini, terdapat dua jenis operasi mengembalikan keperawanan yang cukup sering dilakukan oleh para wanita di dunia. Bahkan pernah dilakukan oleh salah satu artis Indonesia dan sebagian masyarakat di Indonesia.

Operasi Hymnoplasty

Hymnoplasty adalah jenis operasi sederhana dengan menjahit kembali selaput dara yang masih tersisa disekitar lubang vagina. Proses menjahit ini menggunakan benang yang dapat menyerap kulit, dan prosesnya tidak memakan waktu yang cukup lama, hanya berkisar 30-60 menit saja. Hymnoplasty salah satu jenis operasi yang sederhana, jika sudah tidak ada sisa selaput dara disekitar lubang vagina, maka proses operasi hymnoplasty tidak dapat dilakukan.

Operasi Alloplant

Alloplant adalah operasi besar dengan pemasangan selaput dara buatan. Mengapa harus selaput dara buatan, karena kondisi selaput dara yang telah robek atau tidak tersisa kembali, sehingga harus dilakukan operasi besar dengan memasang selaput dara buatan yang mengelilingi lubang vagina.

Jika anda ingin melakukan operasi keperawanan, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis. Karena operasi selaput dara memiliki resiko yang cukup besar terhadap organ kewanitaan anda. Maka itu anda disarankan untuk melakukan konsultasi. Anda bisa langsung melakukan konsultasi dengan mengklik banner dibawah ini.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sebagai wanita, anda mungkin sering mengetahui serviks. Terlebih penyakit yang menyerang serviks, seperti kanker serviks yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh para wanita. Tetapi tahukah anda fungsi serviks itu? Dan bagaimana mendeteksi pertumbuhan sel kanker pada serviks.

Kanker serviks di Indonesia menjadi penyakit yang mematikan nomor dua. Penderita kanker serviks di Indonesia mencapai angka 21 ribu orang. Tentunya hal ini disebabkan kurang peduli masyarakat untuk melakukan pemeriksaan agar terhindar kanker serviks.

Sebelum kita membahas mengenai kanker serviks, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai fungsi serviks itu sendiri. Mengenal apa itu serviks dan terletak dimanakah serviks tersebut, karena hingga saat ini masih cukup banyak wanita yang tidak mengetahui apa itu serviks.

Apa Itu Serviks?

Serviks merupakan bagian dari alat reproduksi wanita. Memang organ reproduksi wanita ini lebih rumit dibandingkan dengan organ reproduksi yang dimiliki oleh pria. Serviks memiliki peran penting dalam organ reproduksi wanita, karena serviks menghubungkan vagina dengan uterus (rahim).

Serviks terletak dibagian bawah rahim, serviks sering disebut dengan leher rahim. Dan pada leher rahim ini terdiri dari otot-otot yang cukup kuat yang mampu menopang serviks tersebut. Ukurannya pun cukup kecil, sekitar satu inci.

Serviks ditutupi oleh epitel yang terbuat dari lapisan sel tipis. Serviks sendiri memiliki dua bagian yang pertama bagian dalam yang hanya dapat terlihat dari dalam vagina disebut sebagai ektoserviks. Ektoserviks sebagai saluran antara rahim dan vagina. Lalu bagian selanjutnya adalah endoserviks yang terletak diantara ektoserviks dengan rahim.

Fungsi serviks

Fungsi dari serviks yang pertama sebagai saluran untuk mengalirkan darah menstruasi dari rahim ke dalam vagina. Serta membantu pergerakan sperma untuk masuk ke dalam rahim saat terjadi penetrasi. Selain itu serviks juga membantu dalam menghasilkan cairan yang dikenal dengan sebutan cairan serviks.  Cairan tersebutlah yang membantu sperma menuju rahim.

Selain itu, serviks sangat berperan ketika terjadi kehamilan. Karena serviks berfungsi dalam menjaga agar janin terhindar dari infeksi virus, bakteri, dan kuman yang mencoba masuk ke dalam rahim. Saat terjadi kehamilan serviks akan tertutup sangat rapat.

Saat akan mendekati waktu kelahiran, kerapatan tersebut akan cenderung membuka hingga terjadinya proses kelahiran. Pembukaan leher rahim tersebut sangat membantu dalam mendorong janin untuk menuju vagina, dan lendir yang diproduksi oleh serviks dapat mempermudah keluarnya janin.

Masalah Pada Serviks

Masalah pada serviks yang paling sering terjadi adalah kanker serviks. Kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal. Begitupun dalam kanker serviks, dimana terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks dan menganggu fungsi serviks tersebut.

Pertumbuhan sel tersebut bisa ganas bisa juga jinak. Jika pertumbuhan sel sangat jinak, maka hal tersebut tidak akan mengkhawatirkan kondisi anda. Pertumbuhan sel ganas juga dipengaruhi oleh infeksi virus HPV (Human Pappilomavirus). Virus HPV lah yang menjadi penyebab utama timbulnya kanker serviks.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Saat ini untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker pada serviks cara yang dapat dilakukan adalah dengan tes pap smear dan tes IVA. Kedua tes tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini ada atau tidaknya sel kanker pada dinding rahim.

Tes pap smear dan IVA sama-sama jenis tes yang cukup efektif dalam mengetahui sel kanker. Perbedaannya adalah hanya dari cara pengambilan sampel saja. Tes IVA ( Inspeksi visual asam asetat) yakni tes yang dapat melihat hasilnya saat itu juga.

Caranya dengan menempelkan sampel yang diambil dari vagina atau rahim, lalu sampel tersebut diteteskan asam asetat. Jika ada plek putih pada kaca tersebut, maka menandakan bahwa terdapat kelainan.

Sementara itu tes pap smear adalah tes dengan mengambil sampel dari vagina atau dinding rahim dengan memasukan benda medis ke dalamnya dalam pengambilan sampel. Lalu, sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil dari laboratorium akan terlihat sekitar satu hingga dua minggu kemudian.

Kedua tes tersebut dapat menjadi pilihan anda untuk mendeteksi dini pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Setelah mengetahui fungsi serviks maka anda sudah seharusnya dapat melakukan tes minimal setiap dua tahun sekali. Baik itu tes pap smear maupun tes IVA.