User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Mungkin sebagian besar wanita masih terasa asing jika mendengar PID, lalu apakah PID itu? Dan apakah berbahaya bagi kesehatan? Ya, PID ataupun singkatan dari Pelvic Inflammatory Disease adalah sebuah infeksi pada organ-organ terutama pada sistem reproduksi wanita.

Diketahui organ-organ sistem reproduksi wanita tersebut seperti uterus, ovarium, saluran tuba, dan leher rahim, dan biasanya PID adalah disebabkan oleh adanya infeksi menular seksual (IMS), seperti penyakit klamidia atau penyakit menular seksual seperti gonore.

PID adalah infeksi yang terdapat di rahim, saluran tuba, atau pada ovarium seorang wanita. Diketahui PID terjadi saat bakteri bergerak dari Miss V dan leher rahim ke bagian tubuh lain, sehingga hal ini dapat menyebabkan rasa sakit kronis, namun walaupun sangat berbahaya dan bisa menyebabkan masalah serius lainnya seperti ketidaksuburan, akan tetapi PID adalah bisa diobati dengan menggunakan antibiotik dari resep dokter.

Apakah PID Bisa Memberikan Gejala?

Diketahui banyak wanita yang tidak tahu bahwa mereka telah memiliki penyakit radang panggul pada stadium awal, karena biasanya PID sering tidak menunjukkan gejala apapun, atau gejalanya sangat ringan sehingga Anda tidak merasakannya terutama saat pertama kali terkena infeksi ini.

Namun, satu yang pasti karena semakin lama seorang wanita menderita PID maka otomatis semakin buruk gejala yang akan di alami oleh wanita, dan berikut di bawah ini adalah beberapa Gejala PID:

  • Merasakan demam atau menggigil
  • Terasa sakit di perut
  • Merasa sangat kelelahan
  • Keputihan berbau busuk
  • Sakit saat berhubungan badan
  • Mengalami menstruasi lebih lama, lebih berat atau terasa lebih menyakitkan

Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, maka segeralah konsultasikan ke Klinik Utama Gracia, tetapi beberapa gejala ini juga bisa menjadi tanda kondisi serius lainnya, jadi dokter Anda kemungkinan besar akan menjalani beberapa tes untuk mengetahui apakah Anda menderita PID atau yang lainnya.

Bahkan beberapa gejala PID dapat menjadi tanda bagi masalah kesehatan lainnya, seperti radang usus buntu atau endometriosis. Jadi ada baiknya Anda melakukan check out oleh dokter karena hal tersebut adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi.

Apakah yang Akan Terjadi Jika PID Tidak Segera Diobati?

Perlu Anda ketahui jika PID tidak diobati maka kemungkinan besar bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yang terkadang mengancam bisa jiwa.

Karena jika infeksi bisa menyebar ke bagian lain pada tubuh wanita maka PID adalah dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik pada wanita yang tentu saja kondisi tersebut dapat mengancam jiwa, selain itu jika PID tidak segera diobati maka wanita bisa mengalami sakit kronis di perut bagian bawah, dan mengalami infertilitas ataupun masalah ketidaksuburan.

Semakin lama wanita menderita PID maka semakin besar kemungkinan akan memiliki masalah kesehatan jangka panjang dan ketidaksuburan yang jelas sangat berbahaya dan pada umumnya PID bisa diobati akan tetapi pengobatan mungkin tidak dapat mengembalikan kerusakannya seperti jaringan parut yang disebabkan oleh infeksi PID jangka panjang.

Bagaimanakah Saya Tahu Bahwa Saya Menderita PID?

Seperti yang telah Anda ketahui bahwa Anda merasa memiliki beberapa gejala yang Anda anggap sebagai gejala PID maka ada baiknya segera mengunjungi dokter, dab biasanya dokter akan melakukan berbagai macam pemeriksaan seperti pemeriksaan pada panggul, memeriksa tanda-tanda cairan di serviks, rahim atau organ sekitarnya (ovarium dan saluran tuba).

Selain itu biasanya dokter akan memeriksa sampel cairan di Serviks, Miss V, atau leher rahim yang tidak terlihat di bawah mikroskop dan mengirim kultur untuk gonore dan klamidia ke laboratorium untuk pengecekan lebih lanjut dan mungkin dokter juga akan merekomendasikan beberapa tes termasuk: tes darah Ini untuk memeriksa infeksi menular seksual dan tes USG 

Jika atau tes Anda menunjukkan kecurigaan tinggi terhadap PID, maka dokter selanjutnya akan berbicara terbuka kepada Anda tentang perawatan apa yang Anda butuhkan untuk menyingkirkan PID.

Bagaimanakah Cara Untuk Mencegah PID?

Salah satu cara untuk mencegah PID adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual dan melakukan tes PMS adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah PID, karena PID biasanya disebabkan oleh klamidia atau gonore.

Tetapi kebanyakan orang dengan klamidia atau gonore tidak memiliki gejala apapun, jadi pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki salah satu dari infeksi ini.

Klamidia dan gonore dapat dengan mudah diobati dan disembuhkan dengan antibiotik dan semakin cepat Anda (dan pasangan seksual) diuji dan diobati, maka semakin rendah risikonya untuk mengembangkan PID. Anda juga dapat membantu mencegah PMS ini dan PMS lain dengan melakukan hubungan seks yang lebih aman dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

Dan pengendalian kelahiran hormonal tidak dapat mencegah infeksi menular seksual, jadi walaupun Anda menggunakan alat kontrasepsi, Anda masih berisiko terkena PMS. Jadi sebaiknya gunakan kondom dengan alat kontrasepsi untuk mencegah PMS yang bisa berubah menjadi PID.

Douching umumnya tidak sehat untuk Miss V, dan bisa menyebabkan iritasi dan infeksi. Douching juga dapat menyebabkan PID, karena mendorong bakteri lebih dalam ke dalam tubuh Anda, jadi ada baiknya jangan douche.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

selaput dara sobek
Tahukah Anda bahwa hubungan seks ternyata dipandang sebagai aktivitas yang normal dan terkadang dianggap sebagai bagian dari kebutuhan fisiologis dan lambang pergaulan? Dan hal tersebut merupakan kasus di sebagian besar di negara Barat?

Bahkan kemungkinan besar wanita yang tinggal di negara barat tidak mempermasalahkan jika selaput daranya sudah robek sebelum menikah, namun hal tersebut merupakan masalah besar bagi mereka jika wanita yang mencapai usia 20 tahunan masih dalam keadaan perawan maka mereka akan mempertawakan Anda dan menggagap Anda lucu?

Akan tetapi perlu Anda ingat bahwa kejadian tersebut hanya akan berlaku di negara Barat saja, karena kejadian tersebut berbalik 180 derajat dari Negara kita yang bisa dikatakan mengandung budaya ketimuran, dibandingkan dengan budaya barat.

Lalu, Apakah Selaput Dara Robek Karena Jari Masih Dikatakan Perawan?

Di Negara Indonesia mungkin selaput dara yang sudah robek sebelum menikah bisa menjadi aib wanita dan air bagi keluarga karena diketahui jika wanita sudah melakukan hubungan seks diluar nikah maka dianggap tidak suci lagi.

Selain itu mungkin banyak orang yang menilai bahwa selaput dara adalah simbol kewanitaan, akan tetapi banyak wanita diluar sana yang ternyata terlahir tanpa memiliki selaput dara karena pada umumnya selaput dara memiliki berbagai macam jenis. Jadi, bisakah Anda mengatakan bahwa bayi-bayi itu tidak perawan hanya karena mereka tidak memiliki selaput dara?

Dan sayangnya banyak orang yang belum mengetahui bahwa selaput dara bisa saja robek karena berbagai macam penyebab dan tak hanya robek karena aktivitas penetrasi seksual saja contohnya, karena masturbasi, memasukan alat seks ke Miss V, menggunakan tampon sampai selaput dara robek karena jari, lalu apakah selaput dara robek karena jari masih dikatakan masih perawan?

Mungkin untuk memastikan pertanyaan diatas sangat sulit untuk dijelaskan, karena pasti diluar sana akan banyak pendapat yang berbeda-beda.

Namun, menurut penjelasan dari Prof. DR. Dr. Wimpie Pengkhayal, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, menjelaskan bahwa perawan atau tidaknya seorang wanita bukan ditentukan oleh utuh tidaknya selaput dara, melainkan oleh pernah tidaknya melakukan hubungan seksual, lalu apakah maksudnya?

Jadi maksud beliau adalah jika wanita belum pernah melakukan hubungan seksual dengan memasukan Mr P ke dalam Miss V hal tersebut masih dikatakan masih perawan, dan dapat dikatakan bahwa selaput dara robek karena jari adalah masih perawan.

Apakah Selaput Dara Bisa Langsung Robek dan Berdarah Setelah Melakukan Hubungan Seksual Pertama?

Ternyata selaput dara tidak selalu robek dan berdarah setelah melakukan hubungan seksual yang pertama, karena menurut penelitian mengatakan hanya 43% wanita yang melakukan hubungan seks pertama mereka mengalami pendarahan, lalu apa yang terjadi dengan 57% lainnya?

Apakah mereka masih perawan karena selaput daranya tidak robek dan berdarah? Tentu saja tidak, karena lebih dari itu, 19% wanita yang aktif secara seksual tidak mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan seksual

Karena selaput dara bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk keperawanan seorang wanita, dan selaput dara mungkin ada atau tidak ada di alat kelamin eksternal wanita, jadi jika seorang wanita mungkin berdarah atau tidak karena hubungan seksual yang pertama dan tidak semua wanita dengan selaput dara utuh masih perawan karena ada beberapa wanita yang tidak mengalami perdarahan setelah melakukan hubungan seks.

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai selaput dara robek karena jari, dan misalkan Anda mengalami masalah kehilangan selaput dara dan ingin mengembalikannya maka Anda bisa berkonsultasi kepada Kami di Klinik Utama Gracia.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Operasi keperawanan adalah pilihan bagi beberapa wanita yang ingin mengembalikan keperawanan mereka. Di Amerika, operasi ini dilakukan untuk merayakan hari jadi pernikahan pasangan mereka. Namun di Indonesia, terkadang operasi dilakukan agar dianggap masih perawan oleh suami atau calon suami.

Meskipun hingga saat ini operasi mengembalikan keperawanan di Indonesia masih meninggalkan pro dan kontra. Sudah ada beberapa rumah sakit yang menyediakan fasilitas operasi ini dan cukup banyak wanita yang melakukan operasi tersebut. Sebelum membahas lebih jauh mengenai operasi keperawanan, maka kita harus mengetahui dulu mengenai keperawanan di Indonesia.

Keperawanan

Keperawanan di Indonesia masih dianggap sesuatu yang sakral, sesuatu yang berharga. Bagi seorang wanita keperawanan adalah sesuatu yang amat sangat penting. Sangat jarang ditemukan pria di Indonesia yang mau menikah dengan wanita yang sudah hilang keperawanannya akibat free sex.

Bahkan saking berharganya, terdapat beberapa laki-laki yang sering menganggap istrinya sudah tidak perawan ketika ia melakukan malam pertama. Hanya karena tidak keluarnya darah dari vagina sang istri, saat ia telah melakukan penetrasi penis.

Tanda Keperawanan

Apa tanda wanita masih perawan atau tidak? Pertanyaan ini mungkin sering dilontarkan oleh banyak pria. Mereka akan mencari tahu bagaimana melihat perempuan masih perawan atau tidak hanya melihat dari sisi fisiknya saja. Terlebih, di internet cukup banyak artikel yang membahas mengenai hal tersebut.

Padahal para ahli menyatakan, keperawanan seorang wanita tidak dapat dilihat dari fisiknya saja. Karena belum ada penelitian yang menunjukan bahwa keperawanan seorang wanita bisa dilihat dari fisik saja.

Hampir di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia tanda keperawanan seorang wanita selalu dikaitkan dengan selaput dara saja. Banyak operasi keperawanan yang melakukan perbaikan pada selaput dara tersebut. Sehingga banyak yang mengatakan, bahwa selaput dara wanita sebagai tanda wanita itu masih perawan.

Masih cukup banyak laki-laki dan masyarakat di dunia yang menganggap bahwa selaput dara merupakan bukti otentik kalau si wanita masih dalam kondisi ‘ting-ting’. Mereka memandang bahwa cara membuktikannya hanya dengan melihat, apakah saat malam pertama wanita tersebut menggeluarkan darah atau tidak ketika melakukan hubungan seks pertama kalinya.

Banyak yang beranggapan, robeknya selaput dara seorang wanita hanya disebabkan oleh penetrasi penis ke vagina, berhubungan badan antara wanita dan pria. Padahal selaput dara dengan bentuk yang cukup tipis, maka sangat mudah robek bahkan hanya karena melakukan rutinitas biasa, selaput dara bisa robek.

Takut, sang calon suami mengetahui kondisi selaput daranya telah robek atau rusak, sehingga cukup banyak wanita yang ingin mendapatkan selaput daranya kembali, yakni dengan melakukan operasi. Robeknya selaput dara terjadi bukan karena hubungan seks saja. Tetapi seperti olahraga, bersepeda, dan aktivitas yang cukup berat lainnya menyebabkan robeknya selaput dara.

Operasi Keperawanan

Untuk mengembalikan selaput dara tersebut, cukup banyak wanita yang ingin melakukan operasi keperawanan. Hingga saat ini, terdapat dua jenis operasi mengembalikan keperawanan yang cukup sering dilakukan oleh para wanita di dunia. Bahkan pernah dilakukan oleh salah satu artis Indonesia dan sebagian masyarakat di Indonesia.

Operasi Hymnoplasty

Hymnoplasty adalah jenis operasi sederhana dengan menjahit kembali selaput dara yang masih tersisa disekitar lubang vagina. Proses menjahit ini menggunakan benang yang dapat menyerap kulit, dan prosesnya tidak memakan waktu yang cukup lama, hanya berkisar 30-60 menit saja. Hymnoplasty salah satu jenis operasi yang sederhana, jika sudah tidak ada sisa selaput dara disekitar lubang vagina, maka proses operasi hymnoplasty tidak dapat dilakukan.

Operasi Alloplant

Alloplant adalah operasi besar dengan pemasangan selaput dara buatan. Mengapa harus selaput dara buatan, karena kondisi selaput dara yang telah robek atau tidak tersisa kembali, sehingga harus dilakukan operasi besar dengan memasang selaput dara buatan yang mengelilingi lubang vagina.

Jika anda ingin melakukan operasi keperawanan, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis. Karena operasi selaput dara memiliki resiko yang cukup besar terhadap organ kewanitaan anda. Maka itu anda disarankan untuk melakukan konsultasi. Anda bisa langsung melakukan konsultasi dengan mengklik banner dibawah ini.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sebagai wanita, anda mungkin sering mengetahui serviks. Terlebih penyakit yang menyerang serviks, seperti kanker serviks yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh para wanita. Tetapi tahukah anda fungsi serviks itu? Dan bagaimana mendeteksi pertumbuhan sel kanker pada serviks.

Kanker serviks di Indonesia menjadi penyakit yang mematikan nomor dua. Penderita kanker serviks di Indonesia mencapai angka 21 ribu orang. Tentunya hal ini disebabkan kurang peduli masyarakat untuk melakukan pemeriksaan agar terhindar kanker serviks.

Sebelum kita membahas mengenai kanker serviks, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai fungsi serviks itu sendiri. Mengenal apa itu serviks dan terletak dimanakah serviks tersebut, karena hingga saat ini masih cukup banyak wanita yang tidak mengetahui apa itu serviks.

Apa Itu Serviks?

Serviks merupakan bagian dari alat reproduksi wanita. Memang organ reproduksi wanita ini lebih rumit dibandingkan dengan organ reproduksi yang dimiliki oleh pria. Serviks memiliki peran penting dalam organ reproduksi wanita, karena serviks menghubungkan vagina dengan uterus (rahim).

Serviks terletak dibagian bawah rahim, serviks sering disebut dengan leher rahim. Dan pada leher rahim ini terdiri dari otot-otot yang cukup kuat yang mampu menopang serviks tersebut. Ukurannya pun cukup kecil, sekitar satu inci.

Serviks ditutupi oleh epitel yang terbuat dari lapisan sel tipis. Serviks sendiri memiliki dua bagian yang pertama bagian dalam yang hanya dapat terlihat dari dalam vagina disebut sebagai ektoserviks. Ektoserviks sebagai saluran antara rahim dan vagina. Lalu bagian selanjutnya adalah endoserviks yang terletak diantara ektoserviks dengan rahim.

Fungsi serviks

Fungsi dari serviks yang pertama sebagai saluran untuk mengalirkan darah menstruasi dari rahim ke dalam vagina. Serta membantu pergerakan sperma untuk masuk ke dalam rahim saat terjadi penetrasi. Selain itu serviks juga membantu dalam menghasilkan cairan yang dikenal dengan sebutan cairan serviks.  Cairan tersebutlah yang membantu sperma menuju rahim.

Selain itu, serviks sangat berperan ketika terjadi kehamilan. Karena serviks berfungsi dalam menjaga agar janin terhindar dari infeksi virus, bakteri, dan kuman yang mencoba masuk ke dalam rahim. Saat terjadi kehamilan serviks akan tertutup sangat rapat.

Saat akan mendekati waktu kelahiran, kerapatan tersebut akan cenderung membuka hingga terjadinya proses kelahiran. Pembukaan leher rahim tersebut sangat membantu dalam mendorong janin untuk menuju vagina, dan lendir yang diproduksi oleh serviks dapat mempermudah keluarnya janin.

Masalah Pada Serviks

Masalah pada serviks yang paling sering terjadi adalah kanker serviks. Kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal. Begitupun dalam kanker serviks, dimana terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks dan menganggu fungsi serviks tersebut.

Pertumbuhan sel tersebut bisa ganas bisa juga jinak. Jika pertumbuhan sel sangat jinak, maka hal tersebut tidak akan mengkhawatirkan kondisi anda. Pertumbuhan sel ganas juga dipengaruhi oleh infeksi virus HPV (Human Pappilomavirus). Virus HPV lah yang menjadi penyebab utama timbulnya kanker serviks.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Saat ini untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker pada serviks cara yang dapat dilakukan adalah dengan tes pap smear dan tes IVA. Kedua tes tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini ada atau tidaknya sel kanker pada dinding rahim.

Tes pap smear dan IVA sama-sama jenis tes yang cukup efektif dalam mengetahui sel kanker. Perbedaannya adalah hanya dari cara pengambilan sampel saja. Tes IVA ( Inspeksi visual asam asetat) yakni tes yang dapat melihat hasilnya saat itu juga.

Caranya dengan menempelkan sampel yang diambil dari vagina atau rahim, lalu sampel tersebut diteteskan asam asetat. Jika ada plek putih pada kaca tersebut, maka menandakan bahwa terdapat kelainan.

Sementara itu tes pap smear adalah tes dengan mengambil sampel dari vagina atau dinding rahim dengan memasukan benda medis ke dalamnya dalam pengambilan sampel. Lalu, sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil dari laboratorium akan terlihat sekitar satu hingga dua minggu kemudian.

Kedua tes tersebut dapat menjadi pilihan anda untuk mendeteksi dini pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Setelah mengetahui fungsi serviks maka anda sudah seharusnya dapat melakukan tes minimal setiap dua tahun sekali. Baik itu tes pap smear maupun tes IVA.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hingga saat ini keberadaan selaput dara bagai misteri. Banyak budaya yang masih mengagungkan keberadaan selaput dara. Selaput dara wanita memang masih meninggalkan banyak misteri dan mitos di masyarakat luas. Sebenarnya apa itu selaput dara dan dimana letak selaput dara sesungguhnya.

Padahal sampai kini, keberadaan selaput dara itu sendiri masih menjadi pertanyaan para ahli. Karena lapisan kulit yang terletak pada lubang vagina belum diketahui fungsinya. Sehingga masih menjadi pertanyaan besar yang belum dapat terpecahkan oleh banyak ahli dunia.

Bahkan di Indonesia sendiri, selaput dara selalu menjadi perbincangan hangat bagi mereka pasangan muda-mudi yang akan menikah serta ketika akan melakukan malam pertama. Pria di Indonesia, selalu ingin merasakan menembus lapisan kulit yang ‘katanya’ cukup elastis ini.

Apa Selaput Dara?

Mungkin sebelum membahas mengenai letak selaput dara wanita, maka anda juga akan penasaran apa itu selaput dara, dan mengapa selaput dara menjadi sesuatu yang berharga bagi setiap wanita. Karena beberapa wanita menganggap selaput dara tidak ada harganya.

Selaput dara adalah lapisan kulit yang amat tipis. Lapisan tersebut berada di dalam lubang vagina, bukan di luar. Ada yang mengatakan kalau selaput dara selalu menutupi lubang vagina secara keseluruhan. Padahal anggapan tersebut tidaklah benar. Karena selaput dara tidak menutupi lubang vagina secara utuh.

Selaput dara atau hymen dalam bahasa medis memiliki lubang-lubang di bagian tengah. Lubang-lubang yang terdapat di dalam selaput dara sendiri berfungsi untuk melancarkan keluarnya darah menstruasi yang keluar. Jika tidak adanya lubang-lubang tersebut, maka akan menyebabkan darah tidak dapat keluar.

Selaput dara yang menutupi seluruh lubang vagina, merupakan selaput dara yang tidak normal. karena hymen yang menutupi seluruh lubang vagina akan menyulitkan pemiliknya dalam membuang darah menstruasi yang harus keluar. Kondisi seperti ini maka harus dilakukan pembedahan.

Letak Selaput Dara

Mungkin ini yang menjadi beberapa pertanyaan penting bagi banyak orang. Dimana sebenarnya letak hymen tersebut. Karena masih banyak orang yang bingung dimana letak dari hymen pada vagina wanita tersebut.

Keberadaan hymen dibungkus oleh dua vulva vagina. vulva adalah bagian terluar vagina wanita, letaknya mengelilingi lubang vagina. Seperti dijelaskan diatas, bahwa selaput dara tidaklah menutupi keseluruhan vagina. Umumnya jarak dari lubang vagina ke selaput dara berkisar 1-2 cm. Anda dapat merasakan keberadaan hymen dengan menyentuhnya dengan jari.

Selaput Dara Robek Setiap Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali

Pernyataan  di atas memang selalu menjadi pertanyaan penting para wanita dan pria. Banyak pria yang selalu ingin mendapatkan wanita yang masih perawan dengan percaya bahwa hymen yang dimilikinya belum robek. Yang harus anda ketahui, robeknya hymen bukan hanya melakukan hubungan seks saja.

Hymen dapat robek dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh si wanita. Bahkan sebelum si wanita melakukan hubungan seks pertama kalinya, mungkin selaput daranya telah robek akibat dari kegiatan yang ia gemari.

Beberapa aktivitas seperti berenang, berkuda, dan bersepeda dapat memicu robeknya selaput dara. Robeknya selaput dara dapat ditandai dengan munculnya bercak darah yang menempel pada celana dalam si wanita. Selaput dara tersebut juga bisa robek yang diakibatkan dari kecelakaan, pembedahan medis, dan masturbasi.

Sehingga selaput dara tidak dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengatakan seorang wanita sudah tidak perawan. Jika selaput dara sudah robek, terdapat dua cara untuk mengembalikannya.

Kedua cara tersebut yakni dengan melakukan operasi keperawanan atau operasi selaput dara. Saat ini dikenal dengan dua operasi selaput dara. Yakni hymenoplasty dan simple hymenoplasty. Letak selaput dara setiap wanita selalu sama, yang membedakan adalah bentuknya.