User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Masalah keperkasaan yang sering dialami oleh pria adalah impotensi. Kondisi impotensi menyebabkan pria tidak memiliki kepercayaan diri ketika ia harus melayani pasangannya untuk bercinta. Impotensi menjadi masalah yang paling di risaukan oleh sebagian pria dewasa, selain  ejakulasi dini. Ada beberapa tanda atau ciri-ciri impoten yang biasanya terjadi.

Impotensi yang dikenal juga dalam dunia kedokteran sebagai disfungsi ereksi adalah kondisi dimana pria tidak sanggup berereksi dalam waktu yang cukup lama. Terkadang tidak sanggup berereksi sama sekali. Sehingga akan mempengaruhi kondisi psikologis pada pria itu sendiri.

Seperti dikutip dari Mayoclinic.com, bahwa disfungsi ereksi atau impotensi dapat menyebabkan seseorang mengalami stress, berkurangnya rasa percaya diri, dan masalah hubungan dengan pasangan. Kondisi tersebut akan terjadi apabila disfungsi ereksi berlangsung lebih lama.

Kondisi yang memprihatinkan, ketika impotensi dibiarkan dan berkepanjangan, maka akan mengalami gangguan kesehatan pada tubuh anda. Serta dapat memicu anda terserang penyakit jantung. Ada sekitar tiga ciri-ciri seseorang mengalami impoten.

  • Tidak dapat mempertahankan ereksi
  • Ereksi hanya dalam waktu singkat
  • Berkurangnya hasrat seksual

Ciri-ciri tersebut merupakan kondisi umum yang terjadi pada setiap pria. Sebagian besar penderita impotensi merupakan orang-orang yang berusia diatas 40 tahun. Tetapi bukan berarti pria dibawah 40 tahun tidak dapat mengalami kondisi impotensi itu sendiri.

Impotensi tidak akan menjadi sebuah masalah yang cukup besar apabila terjadi hanya beberapa kali dan tidak terus menerus. Namun, terkadang ciri-ciri impotensi yang selalu muncul pada tubuh anda menjadi sebuah komplikasi dari penyakit lain seperti diabetes, dan penyakit jantung coroner.

Penyebab Impotensi

Selain menunjukan ciri-ciri impoten, disfungsi ereksi juga disebabkan oleh masalah otak, hormon, emosi, saraf, otot, dan aliran darah ke penis akan sangat mempengaruhi impotensi.

Selain itu, ada masalah gabungan antara psikologis dan masalah fisik yang dapat mempengaruhi seorang pria mengalami impotensi yang berlebihan. Kecemasan ketika bercinta dapat menjadi penyebab timbulnya disfungsi ereksi pada penis anda.

Hal lain yang dapat memicu seorang mengalami impotensi dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat, efek dari obat-obatan yang digunakan, dan stamina yang memang sedang dalam kondisi lemah memicu terjadinya impotensi. Tak pelak lagi, jika anda sudah merasakan hal tersebut sebaiknya segeralah untuk menemui dokter untuk mengatasi impotensi yang anda alami.

Kapan Harus Ke Dokter?

Pertanyaan kapan anda harus ke dokter untuk mengatasi impotensi, maka anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa kali anda mengalami disfungsi ereksi saat berhubungan seks. Jika hanya sekali dalam sebulan, maka anda tidak perlu untuk melakukan pemeriksaan. Namun jika setiap anda ingin bertarung diatas ranjang dengan pasangan anda mengalami impotensi, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan medis.

Ketika anda melakukan pemeriksaan medis, maka dokter akan menanyakan mengenai gejala yang anda alami, ejakulasi yang anda lakukan, dan penyakit kronis yang anda miliki. Dokter akan menanyakan hal-hal tersebut untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis untuk mendiagnosis masalah impotensi yang anda alami.

Pengobatan Impotensi

Saat ciri-ciri impoten dan penyebabnya sudah diketahui, maka sekarang saatnya anda melakukan pengobatan. Usai melakukan pemeriksaan dan pengobatan medis. Maka anda akan diberikan beberapa jenis obat impotensi yang sering digunakan. Obat diberikan setelah diketahui apa penyebab anda mengalami impotensi.

Jika impotensi yang anda alami disebabkan oleh masalah psikologis, maka anda akan diminta untuk menemui psikiater. Tetapi apabila dikarenakan oleh beberapa penyakit yang telah disebutkan diatas, maka anda cukup mengobati penyakit tersebut terlebih dahulu.

Obat yang diberikan oleh dokter biasanya jenis obat-obatan yang berguna untuk meningkatkan aliran darah ke penis seperti tadalafil, vardenafil, sildenafil, dan alprostadil. Alprostadil sendiri digunakan dengan cara memasukannya ke dalam lubang penis, atau dengan suntikan.