User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Bagi pria kulup merupakan suatu yang penting. Namun kulup bisa hilang ketika mereka melakukan khitan atau sunat. Kulup adalah bagian yang terdapat diujung penis, dimana bagian tersebut terdiri dari jaringan otot, kulit, pembuluh darah, dan selaput lendir yang menutup bagian ujung penis.

Kulup sendiri merupakan suatu jaringan kulit yang menutupi bagian penis. Dalam istilah medis dikenal dengan sebutan preputium. Preputium sendiri bersifat elastis dan akan dibuang ketika pria melakukan sunat atau khitan. Meskipun pada awalnya preputium cukup bermanfaat, namun ketika dewasa preputium harus dibuang untuk terhindar dari penyakit kelamin.

Manfaat Kulup

  • Untuk menjadi penutup dan lapisan pada ujung penis
  • Melindungi penis dari gesekan hingga tidak lecet
  • Sebagai pelumas alami bagi pria

Saat melakukan proses khitan, maka bagian ujung preputium tersebut akan dibersihkan dan agar pria tidak mengalami penyakit yang menyerang bagian kelamin mereka. Banyak laki-laki yang terkadang enggan disunat, karena beralasan sunat hanya sebuah budaya dan keyakinan dari satu kaum saja. Tetapi dibalik itu semua, sunat sebenarnya memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan penis pria.

Bahaya Kulup Tidak Disunat

kulup

Preputium yang tidak disunat atau dibuang akan menyebabkan seorang pria dapat mengalami kondisi penyakit pada kelamin. Ada dua macam penyakit kelamin yang disebabkan oleh bagian preputium penis pria, sehingga preputium tersebut harus dibuang.

  • Preputium yang terlalu menutup kepala penis, akan mempengaruhi sensitivitas seksual
  • Menyebabkan mati rasa ketika berhubungan badan
  • Sering merasa tidak nyaman ketika beraktivitas
  • Kulup menyebabkan pria sulit ejakulasi

Infeksi yang Terjadi dari Kulup

Phimosis

Phimosis merupakan kondisi dimana kepala penis tidak dapat dibuka, meskipun preputium sudah ditarik kembali. Sehingga dapat menyebabkan penumpukan kotoran pada penis, yang mengakibatkan mudahnya bakteri masuk ke dalam saluran kencing. Bahkan komplikasi jangka panjang dari phimosis adalah kanker penis. Satu-satunya cara terbaik untuk mengobati phimosis adalah dengan melakukan khitan.

Balanitis

Balanitis juga salah satu penyakit yang disebabkan oleh preputium pada penis pria. Biasanya terjadi pada pria yang tidak disunat dan juga karena anak laki-laki yang belum di sunat. Kondisi ini disebabkan oleh kurang menjaganya kebersihan pada kepala penis.

Kotoran yang menumpuk menyebabkan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit penis. Gejala lainnya yang biasa terjadi akibat dari balanistis adalah rasa sakit saat buang air, timbul bau yang tidak sedap pada penis, dan penis terasa gatal.

Paraphimosis

Selain anda akan mengalami phimosis, kondisi preputium yang tidak disunat pun dapat menyebabkan anda mengalami paraphimosis. Kondisi ini merupakan kondisi preputium tidak bisa ditarik kembali keposisi awal. Kondisi tersebut biasanya terjadi saat ereksi dan usai melakukan hubungan seksual.

Apabila kondisi tersebut tetap dibiarkan, maka dapat menyebabkan kondisi penis yang menjadi bengkak, dan menganggu aliran darah ke penis. Jika sudah semakin parah, dan sudah melakukan sunat namun tetap mengalami hal yang sama, maka amputasi penis harus dilakukan.

Kanker Penis

Apabila phimosis sudah semakin parah, maka anda akan mengalami kondisi pertumbuhan sel abnormal pada penis. Kondisi kanker penis belum diketahui secara pasti. Namun para ahli mengatakan kanker penis terjadi karena terinfeksi Human Pappilomavirus (HPV). Gejala awalnya keluar cairan dari bawah kulup.

Untuk melindungi kondisi penis yang sehat. Maka anda harus melakukan khitan. Banyak metode khitan yang bisa anda gunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat diarea kulup. Sunat merupakan metode termudah agar anda terhindar dari berbagai penyakit penis. Hal lainnya yang harus anda lakukan adalah menjaga kesehatan dan kebersihan penis.