User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Bagi pria kulup merupakan suatu yang penting. Namun kulup bisa hilang ketika mereka melakukan khitan atau sunat. Kulup adalah bagian yang terdapat diujung penis, dimana bagian tersebut terdiri dari jaringan otot, kulit, pembuluh darah, dan selaput lendir yang menutup bagian ujung penis.
 
Kulup sendiri merupakan suatu jaringan kulit yang menutupi bagian penis. Dalam istilah medis dikenal dengan sebutan preputium. Preputium sendiri bersifat elastis dan akan dibuang ketika pria melakukan sunat atau khitan. Meskipun pada awalnya preputium cukup bermanfaat, namun ketika dewasa preputium harus dibuang untuk terhindar dari penyakit kelamin.

Manfaat Kulup

  • Untuk menjadi penutup dan lapisan pada ujung penis
  • Melindungi penis dari gesekan hingga tidak lecet
  • Sebagai pelumas alami bagi pria
Saat melakukan proses khitan, maka bagian ujung preputium tersebut akan dibersihkan dan agar pria tidak mengalami penyakit yang menyerang bagian kelamin mereka. Banyak laki-laki yang terkadang enggan disunat, karena beralasan sunat hanya sebuah budaya dan keyakinan dari satu kaum saja. Tetapi dibalik itu semua, sunat sebenarnya memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan penis pria.

Bahaya Kulup Tidak Disunat

kulup

Preputium yang tidak disunat atau dibuang akan menyebabkan seorang pria dapat mengalami kondisi penyakit pada kelamin. Ada dua macam penyakit kelamin yang disebabkan oleh bagian preputium penis pria, sehingga preputium tersebut harus dibuang.
  • Preputium yang terlalu menutup kepala penis, akan mempengaruhi sensitivitas seksual
  • Menyebabkan mati rasa ketika berhubungan badan
  • Sering merasa tidak nyaman ketika beraktivitas
  • Kulup menyebabkan pria sulit ejakulasi

Infeksi yang Terjadi dari Kulup

Phimosis

Phimosis merupakan kondisi dimana kepala penis tidak dapat dibuka, meskipun preputium sudah ditarik kembali. Sehingga dapat menyebabkan penumpukan kotoran pada penis, yang mengakibatkan mudahnya bakteri masuk ke dalam saluran kencing. Bahkan komplikasi jangka panjang dari phimosis adalah kanker penis. Satu-satunya cara terbaik untuk mengobati phimosis adalah dengan melakukan khitan.

Balanitis

Balanitis juga salah satu penyakit yang disebabkan oleh preputium pada penis pria. Biasanya terjadi pada pria yang tidak disunat dan juga karena anak laki-laki yang belum di sunat. Kondisi ini disebabkan oleh kurang menjaganya kebersihan pada kepala penis.
 
Kotoran yang menumpuk menyebabkan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit penis. Gejala lainnya yang biasa terjadi akibat dari balanistis adalah rasa sakit saat buang air, timbul bau yang tidak sedap pada penis, dan penis terasa gatal.

Paraphimosis

Selain anda akan mengalami phimosis, kondisi preputium yang tidak disunat pun dapat menyebabkan anda mengalami paraphimosis. Kondisi ini merupakan kondisi preputium tidak bisa ditarik kembali keposisi awal. Kondisi tersebut biasanya terjadi saat ereksi dan usai melakukan hubungan seksual.
 
Apabila kondisi tersebut tetap dibiarkan, maka dapat menyebabkan kondisi penis yang menjadi bengkak, dan menganggu aliran darah ke penis. Jika sudah semakin parah, dan sudah melakukan sunat namun tetap mengalami hal yang sama, maka amputasi penis harus dilakukan.
 

Kanker Penis

Apabila phimosis sudah semakin parah, maka anda akan mengalami kondisi pertumbuhan sel abnormal pada penis. Kondisi kanker penis belum diketahui secara pasti. Namun para ahli mengatakan kanker penis terjadi karena terinfeksi Human Pappilomavirus (HPV). Gejala awalnya keluar cairan dari bawah kulup.
 
Untuk melindungi kondisi penis yang sehat, maka anda harus melakukan khitan. Banyak metode khitan yang bisa anda gunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat diarea kulup. Sunat merupakan metode termudah agar anda terhindar dari berbagai penyakit penis. Hal lainnya yang harus anda lakukan adalah menjaga kesehatan dan kebersihan penis. Apabila Anda mempunyai pertanyaan mengenai penyakit diatas, konsultasikan segera dengan kami melalui telepon di 081336361555 atau Anda bisa konsultasi melalui chat online dengan cara klik gambar konsultasi yang sudah tersedia.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

penyebab ejakulasi dini

Banyak pria yang merasa dirinya cepat loyo ketika di ranjang. Hal tersebut disebabkan karena mereka mengalami ejakulasi dini. Masalah seksual yang satu ini memang menjadi momok bagi para pria. Tak disangka, banyak pria yang mengabaikan penyebab ejakulasi dini. Karena mereka merasa malu.
 
Padahal ejakulasi dini harus disembuhkan, karena hal ini berkaitan dengan masalah seksual. Jika dibiarkan, ejakulasi dini dapat membuat seorang pria merasa minder, dan kehilangan kepercayaan diri pada pasangannya. Ejakulasi bukan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya.
 
Ejakulasi dini adalah sebuah gangguan seksual, dimana anda terlalu cepat mencapai klimaks dalam bertarung diranjang. Tak dapat dipungkiri, ada beberapa wanita yang merasa kecewa terhadap pasangan yang mengalami ejakulasi dini. Meskipun dalam sebuah penelitian, belum diketahui penyebab pasti dari ejakulasi dini.

Penyebab Ejakulasi

Masalah Psikologis

Beberapa pria yang sedang mengalami kecemasan dengan pasangannya, dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Masalah psikologis ini berkaitan dengan stress, kecemasan, dan depresi. Termasuk saat anda merasa tidak puas dengan pasangan dapat membuat anda mengalami ejakulasi dini. Sehingga lebih baik anda hilangkan penyebab tersebut, setelah itu anda bisa sembuh dari ejakulasi dini.

Komplikasi Penyakit

Beberapa pria yang memiliki komplikasi penyakit dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ada beberapa jenis penyakit yang menyebabkan pria mengalami ejakulasi dini, seperti diabetes, jantung, prostat, tekanan darah tinggi, masalah uretra, dan masalah penyakit lainnya. Agar anda bisa sembuh dari ejakulasi dini, memang sebaiknya anda melakukan pemulihan pada komplikasi penyakit tersebut.

Tubuh yang Sensitif

Ada sebagian pria yang memiliki tubuh sangat sensitive. Hal tersebut tentunya membuat seorang pria mudah terangsang, bahkan ketika hanya disentuh. Apabila memiliki tubuh yang sensitif juga membuat seorang pria menjadi penyebab ejakulasi dini, ketika hanya menerima sentuhan saja.

Melakukan Seks yang Terlalu Bergairah

Mungkin anda sebagai seorang laki-laki yang selalu bersemangat ketika berhubungan badan dengan pasangan. Harusnya, anda bisa lebih rileks setiap berhubungan badan dengan pasangan. Karena jika anda terlalu bergairah dan semangat, sel sperma akan bisa keluar lebih cepat dari penis dibandingkan dengan anda rileks dalam bercinta.

Kurangnya Pengalaman

Bercinta juga harus memiliki pengalaman, jika seorang pria tidak memiliki pengalaman, maka dia bisa mengalami ejakulasi dini. Banyak pria yang baru menikah, dan ia mengalami ejakulasi dini. Sebenarnya hal ini sangat wajar terjadi pada setiap pria. Apabila anda mengalami ejakulasi dini saat pertama kali bercinta tak perlu di khawatirkan.

Bagaimana Mengatasi Ejakulasi Dini

Setelah penyebab ejakulasi dini diketahui, maka saat ini sudah saatnya mengatasi ejakulasi dini yang terjadi. Jangan sampai ejakulasi dini pada tubuh anda dibiarkan begitu saja, karena dapat menyebabkan anda mengalami disfungsi ereksi.

Ketahui Penyebab Ejakulasi Dini

Apa yang menyebabkan anda mengalami ejakulasi dini? Karena depresi, atau penyakit komplikasi yang anda alami. Apabila memang yang menyebabkan anda mengalami ejakulasi dini karena depresi, maka cobalah anda hilangkan rasa depresi dan stress tersebut. Namun, apabila ejakulasi dini terjadi karena komplikasi penyakit dan pengaruh obat-obatan, maka anda harus menyembuhkan penyakit tersebut.
 
Selain itu, anda juga bisa melakukan beberapa hal seperti:
  • Senam kegel / olahraga
  • Menghindari alkohol
  • Jangan sering masturbasi
Jika anda sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab ejakulasi dini, namun itu masih ada ditubuh anda. Maka sebaiknya anda melakukan konsultasi ke dokter andrologi untuk mengatasi berbagai penyakit yang anda derita. Anda bisa berkonsultasi melalui chat online dengan cara klik gambar dibawah ini atau Anda bisa menghubungi kami Klinik Utama Gracia melaui nomor telepon 081336361555.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Laki-laki selalu takut mengalami impotensi. Impotensi merupakan salah satu masalah seksual yang ditakuti oleh banyak pria. Apa lagi ada mitos mengenai impotensi yang katanya tidak ada obatnya. Impotensi adalah sebuah masalah pada penis pria.
 
Banyak laki-laki yang merasa malu, ketika mereka memiliki masalah impotensi. Padahal impotensi merupakan sesuatu yang bisa terjadi oleh setiap pria. Namun impotensi sebenarnya bukanlah penyakit yang tidak ada obatnya. Impotensi ada obatnya, bahkan impotensi sendiri masih dapat dicegah.
 
Impotensi adalah gejala dimana penis pria tidak bisa melakukan ereksi ataupun penis tidak dapat mempertahankan ereksi saat bercinta. Banyak pria yang merasa dirinya telah gagal ketika ia mengalami impotensi. Bahkan ada pria yang mengalami kehilangan kepercayaan diri ketika dirinya mengalami impotensi.
 
Adapun seorang pria dikatakan mengalami disfungsi ereksi, ketika ia sudah mengalaminya selama tiga bulan berturut-turut. Jika seorang pria belum mengalami impotensi selama tiga bulan, maka itu tidak bisa disebut sebagai impotensi. Apa ciri-ciri seorang mengalami impotensi?

Ciri-ciri Impotensi

  • Penis Tidak Ereksi Saat Foreplay
  • Penis ereksi, tapi tidak dalam waktu yang lama
  • Tidak ada gairah untuk melakukan hubungan seks

Itulah beberap ciri-ciri yang menjadi tanda anda mengalami impotensi. Namun ketiga ciri itu harus diketahui apakah hanya berlangsung beberapa saat atau lebih dari tiga bulan. Tapi jika anda sudah merasa khawatir. Maka sebaiknya anda melakukan pemeriksaan ke dokter ginekologi untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh anda.
 
Impotensi adalah salah satu penyakit yang juga bisa membuat seorang pria merasa cemas. Dengan adanya impotensi pria sudah tidak ada ketertarikan kembali untuk terus melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Apalagi jika ia mengetahui mitos-mitos tentang impotensi yang belum pasti.

Mitos Tentang Impotensi

Pria Sejati Tidak Akan Mengalami Impotensi

Tentunya pernyataan tersebut hanya sebuah mitos. Karena semua pria bisa mengalami impotensi. Apa lagi pria yang sudah berusia diatas 50 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan, pria yang berusia 20 hingga 40 tahun pun mengalami impotensi.

Impoten Tidak Ada Obatnya
Mungkin pertanyaan ini sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia. Sebenarnya hal ini tidak benar. Karena impotensi dapat disembuhkan sesuai dengan penyebabnya. Karena impotensi adalah salah satu penyakit yang juga timbul karena komplikasi dari berbagai penyakit, seperti diabetes, jantung, dan gangguan pada syaraf.
 
Jika hal tersebut yang menyebabkan anda mengalami impotensi. Maka itulah sebenarnya yang harus disembuhkan, maka impotensi akan sembuh dengan mengikuti perkembangan pada penyakit yang anda alami tersebut.
Impotensi Hanya masalah Sesaat

Impotensi adalah penyakit yang harus ditangani dengan medis jika sudah parah. Karena jika tidak, bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah dari kondisi yang sesungguhnya. Impotensi dapat membuat penderitanya semakin rendah diri.

Impotensi Hanya Dialami Pria Tua

Hal ini sangat salah. Karena impotensi tidak hanya menyerang pria-pria yang tua. Tetapi impotensi juga dialami oleh banyak pria muda. Sekitar 8 persen pria berusia 20-30 tahun dapat terserang impotensi. Jadi persoalan impotensi bukanlah persoalan tua atau muda.

Apa yang menyebabkan Impotensi?

Impotensi disebabkan oleh banyak faktor, seperti:

  • Alkohol
  • Komplikasi penyakit
  • Rokok
  • Obat-obatan
  • Depresi, dan stress

Apa obat dari impotensi?

Seperti sudah dijelaskan diatas, impotensi disebabkan oleh beberapah hal. Sehingga jika anda mengalami impotensi, maka sebaiknya anda mengobati impotensi disesuaikan dengan penyebabnya. Jika impotensi dikarenakan oleh stress maka hilangkanlah stress anda untuk menyembuhkan impotensi. Jangan melakukan tindakan pengobatan tanpa berkonsultasi kepada ahli nya, karena dapat membuat kondisi impotensi semakin parah. Konsultasikan kepada kami apabila anda mengalami gejala impotensi dengan cara klik gambar konsultasi yang sudah tersedia, atau anda bisa menghubungi kami di 081336361555.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Impotensi merupakan gangguan pada penis pria. Dimana penis tidak bisa melakukan ereksi atau tegak. Umumnya sih masalah impoten menyerang pria berusia diatas 40 tahun. Namun saat ini cukup banyak pria yang dibawah 40 tahun mengalami impotensi. Sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab impotensi.
 
Impotensi atau yang dikenal pada dunia kedokteran disfungsi ereksi. Gejala ini terjadi akibat adanya gangguan aliran darah yang mengalir ke penis. Karena penis yang bereksi atau tegak membutuhkan aliran darah yang lancar menuju penis.
 
Saat ini, banyak pria yang mengalami impotensi di masa muda. Mereka mengalami hal tersebut akibat beberapa masalah. Dimana impotensi disebabkan oleh gaya hidup yang dilakukan bukanlah gaya hidup sehat. Sejak muda mereka sudah melakukan hal-hal yang tidak wajar, padahal hal tersebut berdampak pada organ reproduksi mereka.

Penyebab Impotensi

Impotensi disebabkan oleh banyak hal. Berikut beberapa hal yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Dimana DE menyebabkan penis pria tidak dapat bertahan dalam ereksi ataupun tidak dapat ereksi sama sekali.

Obat-obatan

Anda tahu salah satu komplikasi sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang? Selain anda bisa terserang penyakit menular seksual, anda juga bisa mengalami disfungsi ereksi. Apa lagi bagi anda yang belum menikah, ketika DE terjadi pada anda maka anda bisa mengalami masalah pada hubungan percintaan anda dengan pasangan. Tentunya tidak akan ada wanita yang mau dengan laki-laki yang impoten kan? Jauhilah obat-obatan dari saat ini.

Alkohol

Selain obat-obatan terlarang atau obat-obatan yang tidak sesuai dengan anjuran dokter, alkohol pun menjadi salah satu penyebab terjadinya impotensi pada pria. Banyak pria yang masih berusia diatas 25 atau 30 tahun mengalami impoten hanya karena mereka sering mengkonsumsi alkohol saat muda. Apabila anda mengalami impotensi, mungkin anda pernah menjadi peminum alkohol berat di waktu muda.

 

Obesitas

Banyak ahli percaya, kelebihan berat badan atau obesitas menjadi salah satu seseorang mengalami impotensi. Mengapa obesitas sangat berkaitan dengan disfungsi ereksi? Karena obesitas dapat menghambat aliran darah menuju penis sehingga anda mengalami kesulitan dalam ereksi.

Komplikasi dari Penyakit

Ada beberapa penyakit yang memiliki komplikasi impotensi. Seperti penyakit diabetes, penyakit jantung, dan adanya mengalami penyakit gangguan syaraf. Apabila anda memiliki komplikasi penyakit tersebut dan anda mengalami impotensi. Maka sebaiknya anda melakukan pengobatan utnuk menyembuhkan penyakit tersebut. Apabila penyakit tersebut sembuh, maka impotensi pada anda pun akan sembuh dengan sendirinya.

Makanan Tidak Sehat

Anda penyuka junk food atau makanan yang tidak menyehatkan lainnya? Apabila iya maka selamat anda mungkin akan mengalami disfungsi ereksi kelak. Ada baiknya anda segera menghindari untuk terlalu sering mengkonsumsi junk food, makanan beku, dan makanan dalam kaleng yang menyebabkan anda mengalami impotensi.

Menonton Film Porno

Baru-baru ini terdapat sebuah penelitian bahwa laki-laki yang kecanduan video porno akan mengalami impotensi. Penyebab impotensi akibat film porno ini diungkapkan dari sebuah studi. Bahkan banyak dokter ginekologi dan para peneliti psikososial yang mendapatkan cukup banyak pria muda mengalami impotensi. Tentunya hal ini sangat membahayakan, bagi anda yang hobi dalam mengkonsumsi film porno hentikan dari saat ini.

Masalah Psikologis

Beberapa masalah disfungsi ereksi terjadi karena anda mengalami masalah psikologis seperti timbulnya stress, depresi, dan juga anda memiliki masalah dengan pasangan. Hal ini menjadi salah satu penyebab yang umum terjadi pada laki-laki. Tapi anda tak perlu terlalu khawatir, disfungsi ereksi karena maslah psikologis biasanya hanya bersifat sementara.
 
Impoten merupakan sesuatu yang cukup ditakuti oleh banyak pria. Dengan merubah gaya hidup, maka anda bisa terhindar dari impotensi. Penyebab impotensi yang disebutkan diatas hanyalah beberapa hal umum yang mengakibatkan terjadinya impotensi. Apabila anda mengalami disfungsi ereksi segeralah untuk melakukan pemeriksaan kepada dokter andrologi. Anda juga bisa konsultasi melalui chat online dengan cara klik gambar dibawah ini. Anda juba bisa menghubungi kami melalui telepon di 081336361555 atau bisa datang langsung ke Klinik Utama Gracia.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
seksualitas pria

Berbicara mengenai seks merupakan salah satu hal yang mungkin tabuh untuk dibicarakan oleh beberapa orang. Tapi sebenarnya seks harus dipelajari dan diketahui, untuk menghindari kesalahpahaman. Terutama bagi para pria yang masih berusia remaja, pendidikan mengenai seks sangatlah penting. Untuk itu kita akan membahas mengenai seksualitas pria.

Seksualitas berbeda dengan seks. Seks bisa diartikan sebagai kelamin pada pria atau wanita. Dimana seks memiliki kaitannya dengan hubungan intim antara pria maupun wanita. Namun apabila seksualitas merupakan faktor yang mempengaruhi manusia mengenai seks itu sendiri. Faktor tersebut terdiri dari banyak hal, seperti biologis, budaya, sosial, dan psikologi seseorang.

Pengertian mengenai seksualitas lebih jauh dibandingkan dengan seks. Apabila seks dapat dikatakan hanya hubungan antara laki-laki dan wanita. Namun seksualitas membahas lebih jauh mengenai kedua hal tersebut. Karena seksualitas berkaitan dengan aktivitas seks yang dilakukan oleh pria.

Menurut Wikipedia, seksualitas terbagi menjadi empat jenis yang diketahui, hal itu dapat dikatakan bagaimana seseorang tertarik pada orang lain, atau lawan jenis (heteroseksualitas), pada penyuka sejenis (homoseksual pada pria), (lesbian pada wanita), menyukai pada semua jenis (biseksual), dan asexual (tidak menyukai seks). Tentunya kita mengenal empat hal tersebut, dan tiga diantaranya dianggap mengenai seksualitas yang tidak normal.

Jenis Seksualitas

Heteroseksual

Heteroseksual merupakan jenis seksualitas yang normal dan lazim dilakukan oleh setiap manusia. Karena manusia memang diciptakan berlawanan jenis dan keduanya harus saling berpasangan dengan jenis yang berbeda. Seperti halnya seksualitas mengenai kesukaan secara emosional dan juga fisik antara wanita dan pria.

Homoseksual dan Lesbi

Dapat dikatakan homoseksual dan lesbi merupakan salah satu hubungan yang tidak wajar dalam masyarakat. Meskipun kalangan ini semakin banyak saat ini. Homoseksual lebih dikaitkan dengan kaum guy, kalangan yang menyukai sesama jenis terutama sama-sama menyukai pria dan mereka menjalin hubungan percintaan dengan sesama.

Sementara itu, kaum lesbian merupakan mereka yang menyukai wanita dan wanita. Hubungan ini juga dianggap sebagai hal yang tidak wajar. Namun di beberapa Negara sudah meresmikan hubungan dan pernikahan yang dilakukan oleh penyuka sesama jenis. Baik itu kaum homoseksual, maupun lesbian.

Biseksual

Biseksual dapat dikatakan orang yang memiliki kesukaan terhadap lawan jenis dan juga sejenis. Banyak dari mereka yang menyukai dari sisi emosional saja maupun dari seksualitas. Entah apa yang menyebabkan mereka bisa seperti itu. Kalangan ini sama seperti kalangan homoseksual, mereka selalu menjalin hubungan secara masif.

Aseksual

Aseksual merupakan orang yang tidak menyukai masalah seksualitas. Bahkan mereka tidak tertarik sama sekali dengan seks. Dan mereka juga tidak suka dengan apa yang dianggap sebagai seksualitas pada dirinya. Kalangan seperti ini dapat dikatakan orang-orang yang antiseksual.

Keempat jenis seksualitas manusia tersebut memang sangat umum ada di dunia. Namun dibeberapa Negara, termasuk Indonesia hanya melegalkan hubungan berlawan jenis. Tetapi kalangan yang berbeda seperti kaum homoseksual, lesbi, biseksual, dan aseksual tetap ada. Namun mereka sangat jarang menampakan dirinya. Bahkan kelainan seksualitas tersebut terkadang jarang mereka ungkap secara terbuka.

Kali ini kita akan membahas mengenai seksualitas pria berdasarkan usianya. Dimana pria memiliki dimensi yang lebih kuat untuk dibahas mengenai seksualitas. Karena seksualitas pria dapat dilihat berdasarkan umur yang sangat dipengaruhi oleh kondisi mental mereka. Seperti yang dikutip dari Sindonews.com mengenai gairah seksualitas pria menurut usianya.

Usia 21-25 Tahun

Dapat diungkapkan pada usia ini merupakan masa prima seks bagi seorang pria. Dimana dapat dikatakan bahwa pada usia ini pria selalu ingin bereksprimen dengan masalah seksualitasnya. Dimana terkadang mereka mencari kesenangan seksualitas dengan berbagai cara seperti hanya sebagai unsur untuk mendekatkan diri pada lawan jenis perempuan saja.

Usia 26-30 Tahun

Pada usia 26-30 tahun, masa ini bukan menjadikan seks hanya sekedar just for fun. Dimana pada usia ini pria sudah enggan bersikap lebih atraktif dalam masalah seksualitasnya. Mereka lebih memilih untuk berkata jujur kepada pasangannya mengenai hasrat seksual yang ia inginkan. Para pria percaya, pada usia ini gairah seksualitas menjadi sesuatu yang digunakan untuk menciptakan hubungan yang lebih mesra bersama pasangan.

Usia 31-35 Tahun

Pada masa ini pria ingin pasangannya memahami apa adanya mengenai kekuatan seks pria. Pada masa ini pria ingin hubungan bercinta yang berkualitas pada pasangannya. Sehingga para wanita harus bisa lebih mengerti akan hal ini, dan menciptakan beberapa inovasi dalam bercinta. Sehingga meningkatkan gairah bercinta pria lagi.

Usia 36-40 Tahun

Pada usia ini, pria lebih memiliki penurunan gairah dalam bercinta. Dimana ia sudah tidak seagresif ketika usia 20 tahunan. Namun pada masa ini pria sudah memiliki psikis yang matang dan tidak ternilai. Dimana wanita akan merasa kenyamanan pada masa-masa ini. Dimana laki-laki akan memiliki kemampuan yang menyenangkan untuk pasangannya.

Usia 41-45 tahun

Di usia ini biasanya pria akan memasuki masa puber kedua. Hal ini juga akan dialami oleh para wanita. Dimana pada usia ini unsur seksualitas pria akan lebih hidup hampir sama seperti usia 20 tahunan. Namun tidak akan segairah usia tersebut, karena di usia 41-45 tahun gairah seksualitas pria sudah hilang.

Usia 46-50 tahun

Memasuki usia ini banyak pria yang sudah mulai mengurangi frekuensi mereka bercinta. Dimana mereka lebih tertarik pada sisi religius dalam hidupnya. Namun bukan berarti laki-laki di usia 46-50 tahun meninggalkan seksualitasnya. Mereka tetap tertarik dengan seks, apabila ia digairahkan kembali dengan pasangannya.

Usia 55-60 tahun

Memasuki usia senja, banyak pria yang sudah tidak tertarik sama sekali dengan kehidupan seksualitas mereka. Banyak yang dari mereka yang sudah tidak memiliki gairah seksualitas dalam usia ini. Namun masih ada beberapa pria yang masih bisa bergairah saat memasuki diatas kepala 6. Hal ini terjadi apabila mereka menjaga pola hidup sehat di usia muda.