User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Gejala impotensi dan penyebabnya berkaitan erat yang harus dihindari. Impotensi didefinisikan sebagai ketidakmampuan mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk seksual. Impotensi sesekali tidak terjadi, akan tetapi jika terjadi terus menerus, impotensi dapat menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih serius dan harus mengkonsultasikannya dengan dokter.

Apa Yang Dimaksud Dengan Impotensi?

Impotensi adalah ketika seorang pria tidak dapat mendapatkan ereksi atau tidak dapat mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Sebagian pria dengan impotensi penyebabnya adalah karena masalah psikologis atau gangguan. Ketika penyebab impotensi disebabkan oleh kondisi fisik, yang berarti kurangnya gairah seksual bukan masalahnya.

Apa Yang Menyebabkan Impotensi Pada Pria?


Gejala impotensi dan penyebabnya termasuk kesulitan mencapai ereksi, kesulitan mempertahankan ereksi dan berkurangnya minat dalam hubungan seksual. Karena gairah seksual seorang pria adalah proses yang cukup kompleks, terkadang sulit untuk mengidentifikasi penyebab tertentu. Gairah muncul di otak akan tetapi juga melibatkan saraf, otot dan pembuluh darah serta dapat dipengaruhi oleh hormon dan emosi.

Jika masalah ini berkembang dengan hal-hal lain, impotensi bisa menjadi konsekuensinya. Secara umum, penyebab impotensi dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu fisik dan psikologis. Meskipun masing-masing kategori ini memiliki faktor-faktor pendukungnya. Pada kebanyakan kasus impotensi melibatkan penyebab dari kedua kategori tersebut.

Penyebab fisik impotensi yang paling umum dari impotensi terkait dengan sirkulasi dan tekanan darah. Penyakit jantung, aterorklerosis, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi semuanya dapat mempengaruhi jumlah darah yang mengalir ke penis. Diabetes (kencing manis) bisa berkaitan erat dengan impotensi dan dapat merusak saraf dan pembuluh darah.

Baca Juga : Beberapa Gejala Impotensi Pada Pria Yang Harus Diketahui

 

Gejala Impotensi Dan Penyebabnya Bisa Berkaitan

Seorang pria yang mengalami impotensi sering merasa malu dan bersalah dan merasa sulit untuk mengkonsultasikan situasi tersebut, bahkan dengan pasangannya. Namun kemungkinan ini adalah respons normal terhadap masalah, akan tetapi semuanya dapat memperburuk masalahnya. Ketika seorang pria dapat mencapai ereksi namun memiliki keraguan mengenai pertahanannnya selama berhubungan seksual. Serta dapat mengurangi waktu yang dihabiskan selama foreplay dan dapat mengalami ejakulasi setelah penetrasi sebelum kehilangan ereksinya.

Bagaimana Mendiagnosis Gejala Impotensi Dan Penyebabnya?


Dalam membuat diagnosis impotensi, dokter menanyakan mengenai riwayat medis dan psikoseksual yang terperinci dan mealkukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Jika memungkinkan, lakukan konsultasi pasangan seksualnya untuk membantu dalam memperoleh riwayat seksual yang akurat, dan memilih pengobatan yang tepat yang akan dilakukan.

Bagaimana Mengobati Gejala Impotensi Dan Penyebabnya?


Dalam kebanyakan kasus, mendiagnosis impotensi memerlukan pemeriksaan fisik da tinjauan gejala. Namun jika dokter melihat adanya masalah kesehatan yang mendasarinya, lalu akan menyarankan tes atau pengujian tambahan. Setelah mengetahui gejala impotensi dan penyebabnya, dokter dapat menentukan bentuk pengobatannya.

• Obat-Obatan Impotensi
Obat-obatan untuk merangsang aliran darah ke penis yang memungkinkan untuk mencapai ereksi. Obat-obatan ini diberikan sebelum melakukan aktifitas seksual.

• Psikoterapi
Untuk penyebab psikologis impotensi, psikoterapi dapat bermanfaat. Metode ini membantu mengatasi pola pikir negatif yang dapat berkontribusi terhadap kecemasan kinerja.

• Vakum
Alternatif untuk obat-obatan oral, vakum dapat membuat ereksi dengan menggunakan tekanan dari vakum setelah ereksi berkembang, pita penyempitan dilekatkan di sekitar pangkal penis untuk mempertahankan ereksi.

• Pembedahan
Salah satu pengobatan yang lebih invasif untuk impotensi, ada pemilihan pembedahan. Alat lain yang ditanam dengan pembedahan di kedua sisi penis untuk membantu mencapai ereksi.

• Perubahan Gaya Hidup
Dalam kebanyakan kasus dimana faktor-faktor gaya hidup seperti obesitas (kegemukan), diet yang tidak sehat dan kurangnya olahraga berperan dalam impotensi, membuat perubahan kesehatan pada gaya hidup dan dapat menyelesaikan kondisi yang mendasarinya yang menyebabkan gejala.

Ketika memilih pengobatan impotensi, maka harus mengkonsultasikannya dengan dokter. Ada banyak pilihan pengobatan. Pengobatan impotensi yang paling aman dan ampuh hanya di Klinik Utama Gracia. Pengobatan dilakukan oleh dokter yang bersangkutan. Biaya yang harus dikeluarkan juga sangat terjangkau. Hubungi kontak kami di 081336361555 atau dibawah ini.

Baca Juga : Ketahui Solusi Impotensi Yang Aman Untuk Pria

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Apakah disfungsi ereksi bisa diobati? Disfungsi ereksi bukan hanya bagian alami dari penuaan yang diterima. Seseorang dengan disfungsi ereksi memiliki beberapa pemilihan pengobatan untuk dipertimbangkan tergantung pada alasan atau penyebab disfungsi ereksi. Semakin cepat melakukan pengobatan mengenai disfungsi ereksi, maka semakin cepat juga untuk sembuh.

Apa Itu Disfungsi Ereksi?

Apakah disfungsi ereksi bisa diobati? Disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cocok untuk aktifitas intim. Sementara yang paling sering terlihat pada pria berusia 65 tahun hingga 70 tahun. Disfungsi ereksi juga mempengaruhi pria yang berusia 40 tahun. Jika tidak segera diobati, frustasi fisik dengan disfungsi ereksi dapat dengan cepat berubah menjadi stress emosional. Disfungsi ereksi bisa diobati dengan cara yang paling efektif.

Apa Yang Menyebabkan Disfungsi Ereksi?


Apakah disfungsi ereksi bisa diobati? Ada banyak faktor, baik mental maupun fisik yang dapat berkontribusi pada gejala disfungsi ereksi. Beberapa penyebab disfungsi ereksi yang paling umum termasuk diabetes (kencing manis), hipertensi, masalah prostat, hormon testosteron yang rendah dan obesitas atau kegemukan dan berperan dalam vitalitas total seorang pria.

Bahkan obat-obatan yang sering diresepkan untuk mengendalikan beberapa masalah dapat menjadi beberapa gejala frustasi disfungsi ereksi. Ada faktor-faktor seperti depresi, stress dan kecemasan dan penggunaan alkohol yang berlebihan atau perokok aktif. Maka semua ini dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi pada pria.

Baca Juga : Disfungsi Ereksi Adalah Ketidakmampuan Ereksi

 

Apa Saja Gejala Disfungsi Ereksi Pada Pria?

Gejala disfungsi ereksi pada pria dapat meliputi:
 
• Ereksi tidak cukup lama untuk berhubungan seksual.
• Ereksi tidak cukup keras untuk berhubungan seksual.
• Ketidakmampuan untuk mencapai ereksi.

Bagaimana Disfungsi Ereksi Pria Didiagnosis?


Untuk mendiagnosis disfungsi ereksi adalah dengan cara:

• Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan testis dan pemeriksaan penis serta pemeriksaan saraf untuk sensasi.

• Tes Atau Pengujian Darah
Dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda penyakit jantung, diabetes (kencing manis), hormon testosteron yang rendah dan masalah kesehatan lainnya.

• Tes Atau Pengujian Urine
Sama seperti tes atau pengujian darah, tes atau pengujian urine ini dapat membantu mengidentifikasi diabetes (kencing manis) atau penyebab potensial lainnya.

• Tes Atau Pengujian Lainnya
Tes atau pengujian ini biasanya dilakukan oleh dokter untuk menentukan adanya kekurangan aliran darah yang mencegah dalam mengalami ereksi.

Ada banyak pemilihan pengobatan untuk disfungsi ereksi, akan tetapi diagnosis akan menentukan pemilihan pengobatan yang tepat. Sangat penting untuk disadari tidak semua pengobatan akan bekerja dengan baik untuk semua orang. Konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan untuk kondisi Anda. Dan menindaklanjuti pengobatan tambahan untuk meninjau pengobatan berjalan dengan efektif.

Apakah Disfungsi Ereksi Bisa Diobati?


Apakah disfungsi ereksi bisa diobati? Pengobatan disfungsi ereksi terutama berfokus pada peningkatan gejala disfungsi ereksi sehingga dapat mencapai ereksi yang cukup keras dan bertahan cukup lama untuk melakukan aktifitas seksual. Sementara tidak ada obat-obatan yang pasti untuk disfungsi ereksi.

Dengan membuat atau mengubah perubahan gaya hidup tertentu dapat membantu mengembalikan kemampuan untuk ereksi. Membuat perubahan tertentu seperi dari makanan sehat, berhenti merokok dan berolahraga maka dapat mambantu memastikan tubuh berfungsi sebagaimana mestinya, serta meningkatkan hormon testosteron atau hormon seksual seorang pria.

Dengan menjaga kesehatan mental dengan mengatasi tingkat stress dan kecemasan juga dapat membantu tetap rileks dan terstimulasi selama aktifitas seksual yang akan menyebabkan ereksi. Konsultasikan dengan dokter mengenai pemilihan pengobatan yang tepat. Selain itu menyarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, mencoba terapi obat-obatan atau mendapatkan implan penis atau pompa penis. Pengobatan-pengobatan ini hanya terdapat di Klinik Utama Gracia. Pengobatannya harus dilakukan sesuai dengan resep dokter. Hubungi segera kami di 081336361555 atau dibawah ini.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi Dengan Cepat

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Prostat membesar atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah kondisi imum ketika pria semakin tua. Kelenjar prostat yang membesar dapat menyebabkan gejala kemih yang tidak nyaman seperti menghalangi aliran urine keluar dari kandung kemih. Dan ini juga dapat menyebabkan masalah kandung kemih, saluran kemih atau ginjal. Ada beberapa pengobatan yang efektif untuk kelenjar prostat membesar termasuk obat-obatan, terapi invasif dan operasi. Untuk pemilihan opsi terbaik, dokter mempertimbangkan dari segi gejala, ukuran prostat, kondisi kesehatan lainnya yang kemungkinan dimiliki dan preferensi lainnya.

Apa Yang Dimaksud Prostat Membesar?

Prostat membesar adalah organ berbentuk oval yang terletak diantara kandung kemih dan penis. Prostat mengelilingi tabung (uretra) yang membawa urine dan air mani ke penis. Prostat seorang pria remaja berukuran kecil. Namun seiring bertambahnya usia, prostat tumbuh dalam ukuran. Pria yang mencapai usia 50 tahun, prostat kemungkinan cukup besar untuk menyebabkan banyak gejala kemih. Pada kebanyakan pria seiring bertambahnya usia akan mengalami pembesaran prostat atau BPH. BPH terjadi pada sebagian pria berusia 50 tahun hingga usia 80 tahun. BPH tidak berhubungan dengan kanker prostat dan dapat menyebabkan masalah kemih yang mempengaruhi kualitas hidup.

Apa Yang Menyebabkan Prostat Membesar?


Hormon testosteron pria memberi makan prostat dan membuat tumbuh lebih besar. Kemungkinan juga ada hubungan genetik dengan pembesaran prostat karena penyakit prostat cenderung menular dari keturunan. Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih. Tabung yang mengangkut urine dari kandung kemih keluar dari penis (uretra) melewati pusat prostat.

Ketika pembesaran prostat muncul dan menghalangi aliran urine. Pada kebanyakan pria pertumbuhan prostatnya berlanjut semasa hidupnya. Pertumbuhan yang berkelanjutan ini dapat memperbesar prostat cukup untuk menyebabkan gejala-gejala kemih atau menghalangi aliran urine. Tidak sepenuhnya jelas apa yang menyebabkan pembesaran prostat. Namun kemungkinan disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon seksual seiring dengan bertambahnya usia seorang pria.

Baca Juga : Kenali Saat Pria Alami Prostat Bengkak

 

Apa Saja Gejala Pembesaran Prostat?

Tingkat keparahan gejala pada orang yang memiliki pembesaran kelenjar prostat bervariasi, akan tetapi gejalanya cenderung secara bertahap memburuk dari waktu ke waktu. Tanda dan gejala BPH yang umum dapat meliputi:
 
• Kebutuhan yang sering atau mendesak untuk kencing.
• Peningkatan frekuensi kencing di malam hari (nocturia).
• Kesulitan memulai kencing.
• Aliran air seni yang lemah atau aliran yang berhenti saat memulainya.
• Ketidakmampuan untuk benar-benar mengosongkan kandung kemih.

Gejala yang kurang umum termasuk:

• Infeksi saluran kemih (ISK).
• Ketidakmampuan untuk kencing.
• Adanya darah dalam urine (hematuria).
 
Ukuran prostat yang belum tentu parah gejalanya. Beberapa pria dengan prostat yang sedikit membesar dapat memiliki gejala yang signifikan sementara pria lain dengan prostat yang sangat besar hanya memiliki gejala kemih. Pada beberapa pria, gejala akhirnya dapat membaik seiring waktu.
 
Meskipun umum, gejala BPH tidak perlu ditahan sebagai bagian dari penuaan yang tidak boleh diabaikan. Jika tidak segera diobati, gejalanya dapat memburuk seiring bertambahnya usia dan terkadang dapat menyebabkan infeski saluran kemih (ISK), darah dalam urine (hematuria), masalah ginjal atau bahkan retensi urine total.

Bagaimana Mendiagnosis Pembesaran Prostat?


Jika menunjukkan gejala BPH, dokter dapat membuat diagnosis dengan:

• Urinalisis
Memeriksa infeksi atau penyebab lain dari gejala.

• Pemeriksaan Aliran Urine
Mengukur parameter aliran urine.

• Ultrasonografi Transrektal
Melihat ukutan prostat dan dapat memeriksa kanker.

• Sistoskopi
Mengukur ukuran prostat dan derajat obstruksi.

Pengobatan Ampuh Untuk Setiap Pembesaran Prostat


Berbagai macam pengobatan untuk prostat membesar termasuk obat-obatan, terapi invasif dan operasi. Pemilihan pengobatan terbaik tergantung pada beberapa faktor termasuk ukuran prostat, usia, kesehatan secara keseluruhan dan jumlah ketidaknyamanan atau gangguan yang dialami. Jika gejalanya dapat ditangani, maka kondisi ini dapat disembuhkan.

Pengobatan pembesaran prostat ini bisa dilakukan di Klinik Utama Gracia. Pengobatan yang dilakukan sangat aman dan terpercaya. Karena ditangani lansung oleh para dokter yang bersangkutan. Selain itu dengan keunggulan setiap peralatan medisnya yang canggih dan modern. Biayanya juga sangat terjangkau. Konsultasikan dibawah ini atau hubungi kami di 081336361555 .

Baca Juga : Atasi Prostat Di Usia Muda Dengan Tepat

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Ejakulasi dini pada pria adalah waktu yang ditentukan oleh seorang pria untuk berejakulasi saat berhubungan seksual. Kemungkinan terlalu cepat jika mengalami orgasme sebelum hubungan intim atau kurang dari 1 menit setelah dimulai. Masalah ini terjadi karena ketika ejakulasi dini pada pria adalah kehilangan ereksi dan tidak bisa terus berhubungan seksual. Dan akan merasakan tidak cukup waktu untuk berhubungan seksual.

Pengertian Ejakulasi Dini Pada Pria Adalah


Ejakulasi dini pada pria adalah ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat selama hubungan seksual daripada yang diinginkan oleh pasangannya. Ejakulasi dini adalah keluhan seksual yang umum. Waktu perkiraannya sangat bervariasi, akan tetapi sebagian pria mengalami masalah ini sewaktu-waktu. Selama kondisi ini jarang terjadi maka tidak perlu di khawatirkan. Namun bisa dilihat dari selalu atau hampir selalu ejakulasi dalam 1 menit penetrasi.

Tidak dapat menunda ejakulasi selama hubungan intim hampir sepanjang waktu. Merasa tertekan dan frustasi serta cenderung menghindari keintiman seksual baik dari faktor psikologis maupun dari faktor biologis juga dapat berperan dalam ejakulasi dini ini. Pada kebanyakan pria merasa malu saat mengkonsultasikannya. Ejakulasi dini adalah kondisi umum yang dapat diobati.

Baca Juga : Ketahui Penyebab Ejakulasi Dini Di Usia Muda

Penyebab Ejakulasi Dini Pada Pria Adalah

Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Dianggap dari faktor psikologis dan biologis seperti :

- Penyebab Psikologis

• Pengalaman seksual awal.
• Pelecehan seksual.
• Kondiri tubuh yang buruk.
• Depresi.
• Kekhawatiran mengenai ejakulasi dini.
• Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan untuk melalui hubungan seksual.

- Penyebab Biologis

• Kadar hormon abnormal (tidak normal).
• Tingkat zat kimia otak yang abnormal (tidak normal) atau neurotransmitter.
• Sifat bawaan.

Gejala Ejakulasi Dini Pada Pria Adalah


Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari 1 menit setelah penetrasi. Namun masalahnya kemungkinan terjadi di semua situasi seksual bahkan selama masturbasi. Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan sebagai :

• Ejakulasi Dini Primer

Ejakulasi dini primer atau seumur hidup yang terjadi sepanjang waktu di mulai dengan hubungan seksual diawal.

• Ejakulasi Dini Sekunder

Ejakukasi dini dapat terjadi setelah memiliki pengalaman seksual sebelumnya tanpa masalah ejakulasi.

Pada kebanyakana pria memiliki gejala ejakulasi dini akan tetapi gejalanya tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk ejakulasi dini. Seseorang kemungkinan memiliki ejakulasi dini variabel alami yang mencakup periode ejakulasi cepat serta periode ejakulasi normal.

Bagaimana Ejakulasi Dini Pada Pria Didiagnosis?

Selain menanyakan mengenai kehidupan atau riwayat seksualnya, dokter menanyakan riwatat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Jika mengalami ejakulasi dini dan kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi, dokter kemungkinan akan melakukan tes atau pengujian darah untuk memeriksa kadar hormon pria (hormon testosteron) atau tes dan pengujian lainnya.

Penanganan Aman Dan Ampun Untuk Ejakulasi Dini Pada Pria


Pemilihan pengobatan umum untuk ejakulasi dini meliputi pengobatan perilaku, anestesi topikal, obat-obatan dan konseling. Pengobatan dan kombinasi pengobatan yang tepat harus dilakukan. Pengobatan perilaku dan terapi obat-obatan kemungkinan cara yang paling efektif. Pengobatan dan konseling untuk menunda ejakulasi dan dapat membantu meningkatkan seksual untuk Anda dan pasangan.

Pengobatan ejakulasi dini ini bisa ditangani di Klinik Utama Gracia. Dengan dibantu oleh dokter yang ahli dan berpengalaman. Selain itu biayanya juga sangat terjangkau. Anda tidak perlu khawatir mengenai pengobatan di Klinik Utama Gracia. Pengobatan yang dilakukan sangat aman dan terpercaya. Untuk pengobatan lebih lanjut bisa hubungi nomor kami di 081336361555 atau dilakukan konsultasi dibawah ini.

Baca Juga : Pengaruh Kondisi Ejakulasi Dini Apakah Bisa Punya Anak?


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Gangguan orkitis adalah peradangan dan pembengkakan testis akibat infeksi atau cedera fisik. Testis adalah sepasang organ yang terletak di skrotum pria dan menghasilkan sel sperma reproduksi. Terhubung ke setiap testis dan disebut epididimitis yang berfungsi sebagai saluran sperma penyimpanan untuk sperma.

Tabung yang membawa sperma menjauh dari testis dan epididimitis adalah tali sperma. Suplai darah yang kaya akan pasokan limfatik dalam testis mencegah sebagian besar infeksi dan menjadi lebih kuat untuk organ ini. Infeksi dapat menyebar atau menular dari bagian lain tubuh melalui aliran darah, saluran limfatik atau saluran sperma ke epididim dan testis.

Organisme yang menyebabkan peradangan dapat berupa bakteri, virus, jamur atau parasit dan peradangan yang dapat beradal dari cedera kimia atau fisik. Gejala orkitis yang biasa adalah demam tinggi, nyeri di testis, mual, muntah, bengkak dan sesak. Cairan yang menumpuk di sekitar testis kemungkinan mengandung nanah atau darah. Skrotum umumnya berwarna merah dan menebal.

Orkitis Adalah Pengertian Dari

Gangguan orkitis adalah peradangan pada 1 testis atau ke 2 testis. Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus gondong. Bakteri orkitis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) khususnya gonore (kencing nanah) atau klamidia. Bakterial orkitis sering terjadi akibat epididimitis, peradangan pada tabung epididimitis di bagian belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma dan disebut epididimo orkitis.
 
Gangguan orkitis dapat menyebabkan rasa sakit dan dapat mempengaruhi kesuburan. Obat-obatan dapat mengobati penyebab atau gangguan orkitis bakteri dan dapat meringankan beberapa tanda dan gejala atau gangguan orkitis virus. Akan tetapi memerlukan waktu beberapa minggu untuk menghilangkan rasa nyeri di skrotum.

Apa Yang Menjadi Penyebab Dan Gangguan Orkitis?


Orkitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Terkadang penyebab orkitis tidak dapat ditentukan (orkitis idiopatik). Penyebab lainnya meliputi:

• Orkitis Bakteri
Orkitis bakteri adalah hasil dari epididimitis. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi pada urtera atau kandung kemih yang menyebar atau menular ke epididimitis. Seringkali penyebab infeksi adalah IMS. Penyebab infeksi lain kemungkinan terkait karena dilahirkan dengan kelainan pada saluran kemih atau memiliki kateter yang dimasukkan ke dalam penis.

• Orkitis Virus
Orkitis virus biasanya disebabkan oleh virus gondong. Sebagian pria yang terkena gondong setelah pubertas mengalami orkitis. Dan biasanya dari 4 hari hingga 7 hari setelah gondok.

Baca Juga : Inilah Beberapa Dampak Orkitis Secara Umum

 

Gejala Orkitis Yang Mempengaruhi Pria

Gejala orkitis biasanya berkembang secara tiba-tiba dan kemungkinan termasuk:
 
• Pembengkakan pada 1 testis atau ke 2 testis.
• Nyeri yang muncul dari ringan hingga parah.
• Demam.
• Mual dan muntah.
 
Nyeri testis dan nyeri pangkal paha terkadang terjadi secara bergantian. Namun rasa sakit pada pangkal paha terjadi di lipatan kulit antara paha dan perut bukan di testis. Penyebab nyeri pangkal paha berada dari penyebab nyeri testis. Orkitis gondok berkembang akut antara 4 hari hingga 7 hari setelah pembengkakan parotis pada gondong.
 
Penyakit ini menyebar atau menular ke testis lain dalam 1 hari hingga 9 hari. Nyeri bisa dalam tingkat yang parah. Selain rasa sakit dan pembengkakan testis, gejala sistemik dapat berkembang seperti malaise, demam, mual, sakit kepala dan mialgia. Pemeriksaan testis menunjukkan nyeri, pembesaran dan lainnya.

Bagaimana Orkitis Pada Pris Didiagnosis?


Evaluasi klinis dan pengujian selektif atau ultrasonografi untuk menyingkirkan penyebab lain skrotum akut. Anamnesis dan pemeriksaan fisik biasanya menunjukkan diagnosis orkitis. Gondok dapat didiagnosis dengan melakukan tes atau pengujian antibodi. Infeksi lainnya dapat diidentifikasi dengan kultur urine atau lainnya.

Inilah Cara Mengatasi Gangguan Orkitis


Tindakan analgesik, pengobatan antibiotik jika penyebabnya infeksi bakteri. Pengobatan suportif dengan analgesik cukup jika infeksi bakteri dikesampingkan. Infeksi bakteri biasanya menyebabkan epididimo orkitis dan diobati dengan pengobatan antibiotik yang sesuai. Pengobatan untuk orkitis ini bisa dilakukan di Klinik Utama Gracia.

Pengobatan yang dilakukan sangat aman dan terpercaya. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter secara langsung. Selain itu, pengobatan ini dibantu dengan peralatan medis yang canggih dan modern. Hanya dengan menghubungi kami di nomor 081336361555 atau dengan melakukan konsultasi dengan menggunakan layanan dibawah ini.

Baca Juga : Inilah Salah Satu Ciri Orkitis Pada Pria

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.