User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
sifilis pada wanita

Tak asing dengan penyakit raja singa. Mungkin anda akan bertanya-tanya apa sih penyakit raja singa tersebut. Raja singa memiliki julukan lain di dunia medis yakni sifilis. Sifilis sendiri merupakan salah satu penyakit menular seksual. Kali ini kita akan membahas mengenai sifilis pada wanita.

Wanita memang sangat jarang terkena sifilis. Penyakit yang satu ini lebih mudah menyerang pria. Namun tak dipungkiri bahwa penyakit sifilis pada wanita gejalanya tidak akan berbeda jauh dengan yang terjadi pada pria. Terlebih sifilis yang dialami wanita bisa menyerang janin yang ia kandung, ketika bakteri penyebabnya diidap ketika ia sedang hamil.

Sifilis merupakan salah satu penyakit yang tertular dari hubungan seks. Raja singa merupakan penyakit yang paling umum terjadi. Banyak orang memang tidak sadar jika mereka sudah tertular penyakit raja singa ini. Karena tidak menimbulkan gejala berarti.

Raja singa memang bisa menyerang melalui seks anal, seks oral, maupun seks kelamin. Karena penularan bakteri bisa terjadi melalui cairan tubuh, termasuk melalui darah. Sifilis sendiri memiliki empat tahapan yang akan menyerang para penderitanya.

Gejala yang ditimbulkan pun akan disesuaikan dengan tahapan yang diderita oleh penderita sifilis tersebut. Seperti tahap primer, sekunder, laten, dan tersier. Tahapan yang paling berbahaya adalah tahapan tersier. Karena bisa menyebabkan terjadinya kematian pada si penderita, apabila dari tahap primer tidak ditangani dengan baik dan tidak dilakukan pengobatan.

Meskipun sebenarnya sifilis memiliki gejala ringan. Bahkan saking ringannya, gejalanya pun tidak pernah disadari oleh si penderita. Bahkan si penderita bisa menularkan bakteri penyebab sifilis ke pasangannya, apabila ia tidak mengetahuinya. Namun ada beberapa gejala yang sering terjadi saat sifilis.

Gejala Sifilis Pada Wanita

Tahap Awal Akan Muncul Luka Disekitar Vagina

Tahap pertama yang dikenal dengan tahap primer. Pada tahap ini akan muncul semacam luka disekitar labia. Labia merupakan bagian yang terdapat pada mulut vagina. Luka tersebut muncul semacam sariawan yang terjadi pada bibir.

Biasanya luka akan muncul sekitar 10-90 hari setelah tertular bakteri sifilis. Luka ini selain timbul pada labia, bisa juga muncul pada mulut rahim. Dan luka yang muncul bisa hilang dengan sendirinya tanpa melalui pengobatan. Biasanya luka akan hilang sekitar tiga hingga enam minggu.

gejala sifilis pada wanita

Tahap Kedua Muncul Luka Di Kulit

Setelah luka dibagian vagina hilang bukan berarti penyakit dan bakteri hilang dari tubuh anda. Ini merupakan tahapan selanjutnya yang akan menyerang anda. Terlebih apabila anda mengalami kemunculan luka pada kulit tubuh lainnya.

Luka yang dialami biasanya muncul disekitar telapak tangan dan juga telapak kaki. Luka biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu sekitar dua bulan. Luka yang muncul biasanya juga diiringi semacam luka kutil yang didalamnya terdapat nanah.

Adapun gejala lain yang muncul pada tahap ini seperti:

  • Demam
  • Rambut rontok
  • Sering merasa lelah
  • Tenggorokan terasa sakit
  • Penurunan berat badan

Sama seperti tahap pertama. Gejala ini pun akan hilang dengan sendirinya tanpa anda harus menjalani pengobatan. Hilangnya luka dan gejala tersebut bukan berarti menandakan anda sudah sembuh dari sifilis. Tetapi bakteri penyebab sifilis masih akan terjadi dan muncul.

Tahap Ketiga, Gejala Dalam

Pada tahap ketiga bukan berarti bakteri sudah hilang. Tetapi bakteri semakin ganas dan menyerang bagian tubuh dalam. Biasanya penderita akan mengalami kerusakan pada saraf otak, kelumpuhan, demensia, kelumpuhan, mati rasa, dan juga bisa menyebabkan kebutaan.

Salah satu cara untuk mendiagnosis ini hanyalah dengan melakukan tes darah dan juga cek medis lainnya. Tanpa melakukan pemeriksaan dalam, maka gejala sifilis tidak akan diketahui oleh si penderitanya.

Tahap Empat

Pada tahap terakhir ini akan terjadi apabila penderita tidak melakukan pengobatan dari tahap awal. Dimana ancaman pada penderita sifilis tahap empat bisa mencapai kepada kematian. Gejala umumnya yang terjadi adalah muncul gejala-gejala lain seperti gejala-gejala di tahap dua.

Sifilis pada wanita jika sudah memasuki tahap terakhir atau tahap empat bisa cukup membahayakan. Karena sifilis jenis ini bisa menyerang bayi dalam kandungan jika si wanita mengidap sifilis saat hamil. Bahkan bisa menyerang bayi, dan wanita tersebut akan melahirkan bayi yang sudah tertular sifilis. Bahkan sifilis pada wanita bisa membuat dia melahirkan bayi premature, keguguran, dan bayi meninggal dalam kandungan.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sifilis atau raja singa merupakan salah satu penyakit menular seksual yang menyerang organ seksual. Sifilis disebabkan oleh bakteri bernama Treponoma pallidum. Bakteri ini menular melalui hubungan seks sual, baik seks melalui vagina, anal, maupun seks oral. Penyakit ini akan menimbulkan beberapa ciri-ciri penyakit sifilis yang umum pada si penderitanya.

Penyakit sifilis bisa tertular hanya melalui hubungan seksual, namun penyakit ini tidak bisa ditularkan melalui aktivitas di luar tubuh manusia. Karena bakteri treponoma pallidum tidak bisa hidup diluar tubuh manusia.

Selain melalui hubungan seksual, penyakit raja singa bisa ditularkan melalui darah si penderita. Mudahnya bakteri tersebut menular, karena sebagian besar penderita sifilis tidak menyadari bahwa dirinya sudah terjangkit virus treponoma. Ketika bakteri ini menyerang anda, dan anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan anda, maka kemungkinan besar pasangan anda akan terserang sifilis juga.

Sifilis memang sulit dikenali jika anda tidak melakukan pemeriksaan. Pendeteksian sifilis sejak dini sangat membantu, agar penyakit ini bisa disembuhkan dengan segera dan tidak semakin berbahaya berada di tubuh anda.

Bagaimana anda bisa mendeteksi sifilis? Sifilis memiliki empat gejala yang muncul pada penderitanya. Dan pengobatan baru bisa dilakukan ketika sudah mengetahui fase yang terjadi pada sifilis tersebut. Setiap tahapan pun memiliki gejala yang berbeda, jadi anda harus mengenali gejala tersebut.

Ciri-ciri Penyakit Sifilis

Gejala Pertama

Pada tahapan pertama, biasanya anda akan menemukan luka disekitar kelamin maupun anus anda. Luka ini bisa muncul setelah anda terserang bakteri penyebab raja singa sekitar dua hingga empat minggu. Bakteri tersebut akan menimbulkan luka yang tidak menimbulkan rasa sakit.

Luka yang muncul tidak hanya disekitar organ kelamin. Tetapi juga bisa muncul dibagian mulut dan juga bibir si penderitanya. Pada tahap luka yang muncul bisa hilang dalam waktu satu hingga dua bulan. Tetapi jika tidak diatasi dengan segera, maka akan meningkat kepada tahapan selanjutnya.

Gejala Tahap Dua

Pada tahap ini bisa berlangsung satu hingga tiga bulan setelah enam bulan terpapar, setelah luka pada gejala pertama menghilang. Jika tidak diatasi, maka luka tersebut akan kembali muncul dengan disertai dengan demam, sakit kepala, tidak nafsu makan, dan timbulnya beberapa ruam dibagian telapak tangan dan juga pada kaki.

Ruam pada tahap dua juga muncul dibagian kelamin. Ruam pun dapat muncul dibeberapa bagian lain pada tubuh. Dan luka juga akan menghilang dengan sendirinya meskipun tanpa melalui pengobatan apapun. Namun jika tidak diatasi, gejala ini akan masuk ke ciri-ciri ketiga.

Gejala Tahap Tiga

Pada gejala tahap itu ini mungkin akan berlangsung cukup lama dari pertama kali terpapar virus raja singa. Karena banyak penderita yang baru merasakan kembali penyakit raja singa setelah 10 hingga 40 tahun dari tahap pertama. Sehingga pada masa itu mereka merasa, jika mereka sudah sembuh dari penyakit raja singa, padahal itu salah besar.

Apa lagi ditahap ini, pancaran virus tidak akan menimbulkan gejala apapun. Jika memang sebelumnya anda sudah pernah terkena sifilis, maka sudah sebaiknya anda segera konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai virus Treponoma pallidum. Jika tidak diatasi, maka anda akan terserang tahapan selanjutnya.

Gejala Tahap Empat

Pada gejala keempat ini akan menyerang jika si penderita tidak melakukan pengobatan apapun. Bahkan pada tahapan ini akan cukup berbahaya, yakni menyerang mata, otak, jantung, pembuluh darah, dan organ penting lainnya. Dimana hal yang paling bahaya dapat menyebabkan kematian pada si penderita.

Apabila anda sudah merasakan gejala maupun ciri-ciri penyakit sifilis, seperti pada tahapan diatas. Maka anda sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter kelamin seperti datang ke Klinik Utama Gracia untuk mengetahui penyakit anda. Karena penyakit ini merupakan penyakit kelamin jangka panjang yang cukup membahayakan.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Penyakit Menular Seksual (PMS) memang cukup banyak ragamnya. Penyakit kelamin bukan hanya HIV dan AIDS, tetapi masih banyak lagi selain kedua penyakit tersebut. Salah satunya adalah penyakit gonore atau dalam bahasa Inggris disebut Gonnorhea. Penyebab gonore adalah bakteri gonococcus atau Neisseria gonorhoeae.
 
Gonore atau kencing nanah dalam bahasa Indonesia merupakan PMS yang ditularkan dari bakteri gonococcus. Bakteri ini biasa ditemukan di kelamin, baik itu pria maupun wanita. Bakteri ini tentunya akan menyerang bagian vagina, penis, leher rahim (serviks), uretra, dan lainnya.
 
Bakteri gonococcus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Baik itu seks vagina, anal, dan juga seks oral. Bakteri ini akan menular melalui dari seks, anda tidak akan tertular bakteri gonococcus dari orang yang menggunakan pakaian yang sama, handuk yang sama, ataupun toilet sama. Karena bakteri gonococcus tidak bisa hidup selain di tubuh manusia.
 
Penyakit ini juga bisa menyerang bayi yang dikandung oleh ibu penderita kencing nanah ini. Sebagian besar penderita tidak menemukan gejala apapun jika ia mengalaminya. Sehingga terkadang menular kepada pasangannya.

Tidak mudah memang menemukan gejala yang timbul dari PMS yang satu ini. Terlebih jika menyerang tubuh wanita, mereka tidak akan mudah ditemukan gejala-gejala pasti. Namun jika pada pria gejala ini cukup sering ditemukan.

Gejala Gonore Pada Pria

  • Pada pria penyakit ini akan terlihat dari cairan kuning kehijauan atau berwarna putih berasal dari penis
  • Terasa panas ketika kencing
  • Testis membengkak

Gejala Gonorhea Pada Wanita

  • Timbulnya lendir keputihan berwarna kuning kehijauan
  • Sakit pada perut bagian bawah atau panggul
  • Terasa panas saat kencing
  • Ada rasa gatal pada mata
  • Keluar darah diluar masa haid
  • Timbul bercak darah usai seks
  • Vulva membengkak
  • Adanya rasa panas ditenggorokan setelah melakukan oral seks
  • Kelenjar tenggorkan mengalami pembengkakan diakibatkan dari oral seks.

Pada wanita memang tidak banyak yang mengetahui bahwa ia sudah terjangkit virus kencing nanah ini. Biasanya wanita yang mengalami hal ini akan menjadi keputihan, jika keputihan yang disebabkan oleh bakteri gonococcus sering dianggap wanita sebagai satu kondisi terjadinya infeksi jamur pada vagina.

Melakukan Pemeriksaan

Memang tidak ada yang bisa memastikan jika anda terinfeksi kencing nanah jika tidak ada pemeriksaan lebih lanjut. Karena anda harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah anda mengalami penyebab gonore atau tidak.
 
Bila anda sudah merasakan mengalami gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan diatas. Maka sudah sebaiknya anda segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut, apakah anda mengalami gonorhea atau tidak.
 
Bagaimana pemeriksaannya? Biasanya dokter akan mengambil sampel untuk diteliti lebih lanjut untuk mengetahui andaterjangkit  gonorhea atau tidak. Salah satunya adalah dengan mengambil sampel cairan dari dalam tubuh seperti dari penis, vagina, anus, ureta, maupun tenggorokan.
 
Bagi pasien pria, biasanya dokter melakukan pemeriksaan cairan urine untuk melakukan diagnosis lebih lanjut mengenai gonorhea ini. Bila anda diminta untuk melakukan pemeriksaan urine, maka anda dilarang untuk berkemih selama kurang lebih dua jam sebelum pengambilan urine sampel. Hal ini dilakukan agar kuman penyebab gonore tidak ikut terbuang.

Pengobatan Gonorhea

Pengobatan dilakukan jika anda sudah didiagnosis mengalami gonorhea. Jika sudah diketahui penyebabnya, maka anda akan diberikan obat antibiotik. Bisa melalui suntikan maupun obat tablet antibiotik. Biasanya pengobatan akan berlangsung selama dua minggu.
 
Jika tidak diobati, maka akan semakin parah. Bagi pria bisa mengalami ketidaksuburan, dan membuat sulit untuk kencing. Sementara itu bagi wanita, akan menyebabkan radang panggul, tuba fallopi menjadi rusak, dan bisa mengalami ketidaksuburan. Bahkan bisa mengalami ektopik, yaitu sel telur berkembang di luar rahim, sehingga akan sangat berbahaya bagi janin dan sang ibu.

Mencegah Gonorhea

Anda bisa mencegah penyakit kencing nanah ini menyerang anda.  Meskipun anda sudah sembuh dari pengobatan, bukan berarti bakteri gonococcus tidak akan menyerang anda. Anda masih bisa terkena kencing nanah. Ada beberapa pencegahan dari penyebab gonore yang bisa anda lakukan, seperti
  • Tidak gonta-ganti pasangan seks
  • Menggunakan pengaman saat berhubungan seks
  • Batasi berhubungan seks dengan pasangan yang mengidap bakteri gonore

    Apabila Anda menemukan gejala gonore, segera periksakan diri Anda kedokter spesialis penyakit kelamin di KLINIK UTAMA GRACIA. Anda juga bisa menghubungi kami untuk konsultasi dengan nomer telepon 081336361555 atau klik gambar dibawah ini untuk konsultasi chat online.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

penyakit menular seksual pada pria

Penyakit kelamin bisa menyerang wanita maupun pria. Banyak pria yang juga sering terkena penyakit kelamin. Banyak penyakit kelamin yang bisa menyerang pria. Ada cukup banyak jenis penyakit kelamin pada pria. Maka dari itu, pria wajib menjaga kelaminnya agar terhindar dari penyakit kelamin.

Penyakit kelamin adalah sebuah penyakit yang menjangkit bagian kelamin, jika wanita akan menyerang bagian kewanitaan yakni vagina. Sedangkan pria akan terkena penyakit kelamin pada bagian penisnya. Dimana penis ini memiliki tiga fungsi bagi pria, yakni sebagai pembuang urine, sebagai fungsi reproduksi, dan fungsi seksual.

Namun jika anda sebagai pria tidak dapat menjaga kelamin, maka penyakit kelamin bisa mengintai anda. Hal lain yang wajib anda jaga dari kelamin adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan cara berganti-ganti pasangan. Karena hal inilah yang menyebabkan anda terjangkit penyakit kelamin.

Pada pria ada cukup banyak penyakit kelamin, berikut beberapa jenis penyakit kelamin pada pria, seperti:

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini menjadi permasalahan yang cukup sering dialami oleh pasangan suami istri. Banyak dari pria yang mengalami ejakulasi dini, membuat istrinya ingin diceraikan. Ejakulasi adalah proses senggama dimana pria menggeluarkan cairan semen (air mani) dari penisnya.

Pada pria normal, ejakulasi biasanya terjadi setelah lima menit melakukan orgasme. Namun jika pria dalam waktu kurang dari lima menit setelah orgasme sudah menggeluarkan air mani, maka pria tersebut dapat dikatakan mengalami ejakulasi dini.

Disfungsi Ereksi atau Impotensi

Disfungsi ereksi adalah dimana kondisi penis pria yang tidak bisa melakukan ereksi dalam waktu yang lama, ataupun ereksi tidak bisa dilakukan oleh pria. Penyakit kelamin jenis ini biasanya menderita pria yang berumur diatas 40 tahun.

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi, seperti depresi , penyakit bawaan seperti stroke, Alzheimer, kelainan tulang, dan sebagainya. Dan juga bisa dipengaruhi oleh gangguan psikologis seperti cemas dan mengalami stress yang berlebihan.

Jika anda mengalami hal ini, sudah sebaiknya anda melakukan pengobatan. Baik melalui dokter ataupun pengobatan secara sendiri, dengan mencoba untuk menghilangkan potensi stress, melakukan olahraga rutin, dan juga mengkonsumsi makanan sehat.

Herpes

Herpes tidak hanya menyerang wanita. Herpes juga bisa menyerang pria. Pria yang terkena herpes akan mengalami gejala yang sama dialami oleh wanita. Penyakit ini disebabkan dari virus Herpes simpleks atau yang biasa dikenal dengan (HSV).

Virus ini menular dari hubungan seksual. Jika anda sering bergonta-ganti pasangan, dan melakukan hubungan seks dengan wanita yang sudah terjangkit herpes, maka kemungkinan besar anda pun akan mengalami penyakit ini.

Virus penyebab herpes ini akan menyerang anda tanpa menimbulkan gejala apapun. Sehingga, terkadang penderita herpes tidak akan pernah mengetahui jika dirinya sedang terserang penyakit herpes. Namun biasanya ditandai dengan timbulnya benjolan-benjolan disekitar kelamin, jika benjolan tersebut pecah. Maka akan menimbulkan koreng dan rasa nyeri yang cukup menyakitkan.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit kelamin pada pria yang sering dialami adalah penyakit menular seksual atau juga yang biasa dikenal dengan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang terdiri dari sifilis, gonore, klamidia, kutil kelamin, HIV AIDS, chancroid, donovanosis, kutil kelamin dan juga penyakit menular seksual lainnya.

Biasanya penyakit kelamin disebabkan oleh sering bergonta-ganti pasangan seksual, dan selalu melakukan hubungan seks yang tidak wajar. Sebagian besar PMS disebabkan oleh bakteri yang menular dari hubungan seks.

Itulah beberapa jenis penyakit kelamin pada pria. Penyakit kelamin bisa anda hindari jika anda melakukan hubungan seksual dengan aman, seperti memakai kondom dan memakai alat pengaman seks lainnya. Tetapi hal yang lebih baik untuk terhindari dari penyakit kelamin adalah tidak melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan, terutama melakukan hubungan seks dengan wanita pekerja seks komersial sangat besar kemungkinan anda terjangkit penyakit kelamin.

Jika anda mengalami penyakit kelamin dan ingin mengobatinya, maka anda bisa dengan pengobatan medis. Anda bisa mengunjungi Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan konsultasi dan pengobatan dalam mengatasi penyakit kelamin anda.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Penyakit kelamin menjadi penyakit yang mengerikan. Banyak orang yang mengidap penyakit kelamin, namun mereka selalu mendiamkannya saja. Penyakit kelamin bisa menyerang wanita maupun pria. Penyakit kelamin pada wanita berbeda dengan pria. Cukup banyak penyakit kelamin yang diidap oleh seorang wanita.
 
Tidak bisa dipungkiri, penyakit kelamin bisa menyerang wanita tanpa menimbulkan gejala apapun. Karena sebagian besar penyakit kelamin menyerang wanita melalui hubungan seks. Sebagian besar organ intim wanita terserang melalui infeksi, bakteri, dan jamur yang menyerang organ intim. Untuk itu para wanita agar bisa menjaga organ intimnya.
 
Sebenarnya organ intim wanita cukup rentan terhadap penyakit, untuk itu para wanita diminta untuk bisa mengetahui beberapa jenis penyakit kelamin pada wanita yang sering menular. Hal ini dilakukan agar wanita bisa berhati-hati dalam melakukan aktivitas seks. Beberapa penyakit kelamin yang berbahaya pada wanita.

Trikomoniasis

Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang bisa dialami oleh wanita. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa yang menyerang bagian intim wanita. Protozoa parasit ini adalah  Trichomonas vaginalis yang bisa menyerang saluran uretra.
 
Bakteri ini menyerang tanpa menimbulkan gejala apapun pada si wanita. Biasanya penyakit kelamin ini menyerang wanita melalui hubungan seksual. Mereka yang sering bergonta-ganti pasangan sangat mudah terserang parasit TV.
 
Biasanya wanita yang mengalami akan merasakan sakit dibawah perut, rasa nyeri saat buang air, keputihan berwarna kuning atau kehijauan dengan berbau yang tidak sedap, serta gatal pada bagian sekitar vagina.

Bartholinitis

Penyakit bartholinitis merupakan infeksi yang terjadi pada kelenjar bartholin yang terdapat dibagian depan vagina. Sehingga menyebabkan pembengkakan dan juga bisa membuat wanita sulit berjalan. Bahkan membuat bagian kelamin wanita menjadi merah.
 
Penyebab dari bartholinitis itu sendiri adalah kuman dan bakteri yang biasa disebut dengan streptokokkus atau basil koli. Jenis penyakit kelamin pada wanita ini tidak menular melalui kontak seksual. Tanda-tandanya adalah ketika diraba pada bagian vagina akan merasakan nyeri. Segeralah memeriksakannya ke dokter ketika anda mengalami gejala-gejala ini.

Kandidiasis

Penyakit ini muncul diakibatkan dari infeksi jamur candida. Jamur ini tidak hanya menyerang bagian kelamin tetapi jamur ini juga bisa menimbulkan gejala pada mulut. Jika jamur ini menyerang vagina, maka vagina akan terasa gatal, vagina akan memerah, dan cairan keputihan mengumpal dengan warna kuning seperti keju.
 
Jika hal ini terjadi pada anda, segeralah untuk memeriksakannya kepada dokter. Karena jamur tersebut bisa saja mengenai pasangan anda, jika anda sudah memiliki pasangan. Sehingga anda harus segera mendapatkan penanganan serius untuk menghindari jamur berkembang biak dan menyebar.

Herpes

Herpes merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes Simplex Virus (HPV) yang biasanya menyerang melalui hubungan seks. Para penderita herpes jarang yang menemui gejala ketika mereka tertular herpes.
 
Namun jika anda menemukan gejala seperti luka dengan rasa sakit, gatal dibagian vagina maupun anus, luka yang melepuh dan pecah disekitar paha dan bokong. Terkadang anda pun akan merasakan sakit saat buang air besar. Biasanya penderita herpes juga mengalami flu, dan demam.
 
Jika gejala-gejala diatas anda temui pada diri anda. Segeralah untuk memeriksakannya ke dokter. Karena bisa jadi anda sedang terserang herpes. Meskipun tidak ada obat yang bisa mematikan virus HPV, tetapi anda bisa mencegah virus tersebut agar tidak berkembang biak dan menjalar keseluruh tubuh. 

Servisitis

Servisitis merupakan gejala ditemukannya luka pada serviks atau rahim yang menjadi pintu masuk dari rahim ke vagina. Penderitanya pun sangat jarang mengalami gejala-gejala yang ditimbulkan dari servisitis ini. Karena biasanya penyakit ini baru ditemukan ketika penderita melakukan pemeriksaan.
 
Beberapa penyebab yang membuat seseorang mengalami hal ini adalah sering bergonta-ganti pasangan, terinfeksi penyakit menular seksual, dan sudah aktif berhubungan seksual sejak remaja. Untuk melakukan pengobatan biasanya dokter akan memeriksa bagian panggul dan mengambil sampel untuk diteliti.

Ulkus Mole

Ulkus mole merupakan penyakit yang disebabkan infeksi dari bakteri. Ulkus mole menjadi jenis penyakit kelamin pada wanita. Karena sebagian besar penderita ulkus mole adalah para wanita pekerja seksual yang mengalami penularan bakteri melalui hubungan seksual.
 
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri H. Ducreyi, gejalanya adalah ditemukan semacam benjolan dan luka disekitar vagina. Jika benjolan tersebut pecah, maka akan mengeluarkan darah, akan terlihat borok pada pangkal paha yang cukup besar sepanjang 3-30cm dan akan mengalami rasa sakit yang cukup parah dibagian selangkangan. Biasanya ulkus mole akan menyebabkan wanita mengalami keputihan yang abnormal.
 
Enam jenis penyakit kelamin pada wanita diatas cukup berbahaya. Bahkan anda terkadang tidak menemukan gejala apapun meski sudah tertular penyakit tersebut. Namun jika penderita menemukan dan melihat sesuatu yang tidak wajar dari bagian vital, barulah si penderita akan melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
 
Jika anda mengalami hal tersebut, anda bisa melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia atau Anda bisa menghubungi kami melalui via telepon di 081336361555. Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh hingga anda mengalami sembuh secara total dengan penanganan dari tenaga medis professional dan alat kedokteran yang mumpuni.