User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Penyebab penyakit sifilis adalah bakteri menular seksual. Bakteri yang biasa dikenal dengan sebutan Terponema Pallidum. Penyakit yang sangat menular juga dapat ditularkan, akan tetapi sangat jarang sekali terjadi, melalui transfusi darah atau dari ibu ke janinnya didalam rahim. Tanpa adanya pengobatan, penyakit sifilis dapat menyebabkan kerusakan secara permanen pada otak, saraf dan jaringan pada tubuh. Oleh karena itu penyebab penyakit sifilis adalah bakteri menular.

Apa Pengertian Penyakit Sifilis?

Penyebab penyakit sifilis adalah jenis bakteri dari penyakit menular seksual (PMS). Pada tahap paling awal, penyakit sifilis menghasilkan luka terbuka yang pecah dan berisi cairan dengan penyebab penyakit sifilis adalah bakteri. Penyakit sifilis dapat ditularkan melalui kontak dengan ulkus atau luka infeksi lain yang terbentuk menjadi penyakit. Dan biasanya selama hubungan seks vaginal, seks oral dan seks anal. Jika tidak segera diobati. Penyakit sifilis bergerak melalui serangkaian tahapan yang mempengaruhi berbagai bagian tubuh meskipun tahapan tersebut bisa tumpang tindih.

Penyebab Penyakit Sifilis Adalah


Penyebab penyakit sifilis adalah bakteri penyakit menular yang biasa ditularkan secara seksual. Penyebab penyakit sifilis adalah bakteri Terponema Pallidum. Bakteri ini menembus kulit luka atau selaput lendir. Penularannya paling sering terjadi ketika 1 orang bersentuhan dengan luka pada orang yang terinfeksi melalui aktifitas seksual. Pria lebih rentan terkena penyakit sifilis daripada wanita. Penyakitnya aktif ditemukan paling sering diantara pria dan wanita berusia 15 tahun hingga 39 tahun.

Baca Juga : Adakah Pengobatan Untuk Penyakit Kelamin Sifilis?

 

Tanda Dan Gejala Umum Penyakit Sifilis

Penyakit sifilis dapat berkembang melalui beberapa tahapan berbeda. Terkadang penyebab penyakit sifilis adalah bakteri yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit ini.
 
• Tahap Primer
Biasanya muncul dengan luka di area infeksi. Luka atau chancre biasanya muncul sebagai luka tanpa rasa sakit pada alat kelamin pria dan wanita, meskipun ada bagian tubuh yang berisiko. Seseorang yang menyentuh luka yang terinfeksi dapat terinfeksi juga. Luka awal ini berkembang 2 minggu hingga 3 minggu setelah infeksi dan sembuh secara spontan setelah 3 minggu hingga 6 minggu. Meskipun rasa sakitnya hilang, namun penyakitnya tidak hilang dan berkembang ke tahap selanjutnya.
 
• Tahap Sekunder
Dapat berkembang dari 4 minggu hingga 10 mingu setelah chancre. Tahap ini memiliki banyak gejala, oleh karena itu penyakit ini mirip dengan sejumlah penyakit lain. Tahap ini bisa hilang tanpa pengobatan akan tetapi dapat berpindah ke tahap selanjutnya. Gejala pada tahap ini meliputi demam, nyeri sendi, nyeri otot, sakit tenggorokan, gejala seperti flu, ruam seluruh tubuh (melibatkan telapak tangan dan telapak kaki), sakit kepala, nasfu makan menurun, kerontokan rambut secara merata, pembengkakan kelenjar getah bening.
 
• Tahap Laten
Terjadi pada 12 bulan setelah infeksi ditandai dengan tidak adanya gejala. Namun penderita pada tahap ini masih dapat menularkannya. Tahap laten adalah tahap tanpa adanya gejala ketika infeksinya terjadi lebih dari 12 bulan sebelumnya dan penderitanya umumnya tidak menular. Namun masih dapat menularkan infeksi dari ibu ke janin atau melalui transfusi darah.
 
• Tahap Tersier
Sebagian orang dengan penyak sifilis tahap laten akan berkembang setelah bertahun-tahun menjadi tahap tersier. Selama tahap ini jantung, otak, kulit dan tulang dapat berisiko. Namun dengan pengobatan tahap ini jarang terjadi.

Cara Mendiagnosis Penyakit Sifilis Dengan Tepat


Penyakit sifilis dapat seperti penyakit yang lain. Konsultasikan dengan dokter mengenai masalah ini dan lakukan pemeriksaan. Dokter akan menanyalkan mengenai penggunaan kondom dan adanya gejala yang dialami. Dokter akan mencari luka tunggal tanpa rasa sakit pada alat kelamin pria atau wanita. Mulut, anus dan bagian lain dari tubuh juga dapat menjadi area infeksi awal. Kelenjar getah bening di dekat luka kemungkinan membengkak.

Setelah itu, sampel luka diambil dan melakukan pemeriksaan (mikroskop). Tes atau pengujian ini kemungkina juga berguna selama tahap kedua. Jika ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening sering muncul. Dokter akan menanyakan mengenai perkembangan ruam tersebut. Luka pada telapak tangan dan pada telapak kaki membuat diagnosis penyakit sifilis lebih akurat. Tes atau pengujian darah adalah untuk mendiagnosis tahap kedua penyakit sifilis. Selama tahap akhir, dokter mendapatkan sampel cairan tulang belakang untuk memeriksa infeski dan untuk mengukur keberhasilan pengobatan.

Cara Tepat Menangani Penyakit Sifilis


Orang-orang dengan penyakit sifilis biasanya dapat disembuhkan dengan pengobatan intravena secara tunggal dalam jangka panjang. Selanjutnya pada tahap lanjut dengan pengobatan yang lebih lama. Pengobatan antibiotik lain kemungkinan efektif untuk seseorang yang alergi terhadap pengobatan tersebut.

Semua pasangan seksual penderita penyakit sifilis juga harus diobati. Bayi yang lahir dengan penyakit sifilis bawaan harus diobati dengan pengobatan yang rutin dan efektif. Pengobatan penyakit sifilis ini terdapat di Klinik Utama Gracia dengan menghubungi kami di kontak nomor 085714263063 atau dengan layanan dibawah ini.

Baca Juga : Waspada Terpapar Penyakit Sifilis Pada Wanita


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.