User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sifilis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri penyebab sifilis yaitu Treponema Pallidum. Setelah gejala awal, bakteri sifilis dapat tetap berada di dalam tubuh untuk waktu yang lama, bahkan beberapa dekade sebelum menjadi aktif kembali. Sementara saat aktif dapat menyebabkan gejala, sifilis dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang AIDS.

Sifilis Secara Umum

Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) dan bakteri penyebabnya adalah Treponema Pallidum. Sifilis masih dianggap sebagai penyakit yang berpotensi mematikan. Sifilis terdri dari 4 tahapan yaitu primer, sekunder, laten dan tersier. Ke 4 tahap ini jika tidak segera ditangani akan berdampak fatal.

Inilah Bakteri Penyebab Sifilis Yang Mengganggu


Bakteri penyebab sifilis adalah bakteri Treponema Pallidum. Cara penularannya dengan melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Biasanya terjadi melalui aktifitas seksual termasuk seks anal dan seks oral. Bakteri penyebab sifilis memasuki tubuh melalui luka di kulit atau selaput lendir. Cara penularan sifilis yang kurang umum adalah melalui kontak langsung dengan luka aktif seperti saat berciuman.

Baca Juga : Cara Penanganan Sifilis Yang Tepat

Gejala Penyakit Sifilis Meliputi:

Ada 4 tahap untuk penyakit ini, setiap tahapnya menghasilkan serangkaian gejalanya tersendiri, seperti:
 
1. Tahap Primer
Luka tanpa rasa sakit yang disebut chancre berkembang, biasanya di area genital (menunjukkan dimana bakteri penyebab sifilis masuk ke dalam tubuh). Namun kemungkinan juga muncul di area lain seperti di mulut jika sifilis berkontraksi akibat hubungan seks oral. Chancre keras dan mengeluarkan cairan yang mengandung bakteri sifilis. Tahap ini biasanya muncul sekitar 3 minggu setelah seseorang trekena sifilis (namun terjadi antara 10 hari dan 90 hari kemudian). Tahap ini berlangsung 4 minggu hingga 6 minggu. Selama itu chancre kemungkinan hilang sepenuhnya, akan tetapi infeksi tetap ada dan jika tidak segera diobati dapat berlanjut ke tahap berikutnya.
 
2. Tahap Sekunder
Bakteri penyebab sifilis menyebar ke aliran darah. Sejumlah gejala berkembang di kulit. Kemungkinan termasuk ruam merah pada telapak tangan dan telapak kaki, lepuhan kecil yang diisi dengan nanah atau bercak abu-abu atau merah mudah yang tebal. Kemungkinan juga adanya gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan sakit kepala. Gejala ini bisa bertahan hingga 1 tahun dan pada akhirnya menghilang, namun juga dapat kembali lagi.
 
3. Tahap Laten
Ini adalah periode tidak aktif. Biasanya terjadi sekitar 2 tahun setelah seseorang terkena sifilis. Pada kebanyakan orang tidak mengalami gejala selama tahap ini, namun infeksi masih ada. Tahap ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Sifilis tetap menular selama 1 tahun atau 2 tahun ke tahap laten. Jika sifilis tidak segera ditangani, ada kemungkinan sifilis akan berkembang ke tahap akhir.
 
4. Tahap Tersier
Selama tahap ini, bakteri sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada banyak organ internal termasuk otak, sumsum tulang belakang dan jantung. Gumma (tumor) dapat berkembang di mulut, hidung, tulang atau organ seperti hati. Kemungkinan adanya muntah atau sakit perut. Tahap ini dapat berakhir dengan kebutaan, demensia, kelumpuhan dan bahkan kematian. Sifilis tidak menular selama tahap ini. Tahap ini biasanya terjadi dalam waktu 10 tahun sejak seseorang pertama kali tertular sifilis.

Bagaimana Penyakit Sifilis Didiagnosis?


Dokter dapat mendiagnosis sifilis dengan menguji smapel darah, cairan dari luka atau cairan tulang belakang otak. Tes atau pengujian darah dapat menunjukkan tubuh memiliki antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis. Cairan dari luka menunjukkan adanya bakteri sifilis selama tahap primer atau tahap sekunder. Jika tampaknya ada komplikasi sistem saraf yang disebabkan oleh sifilis, dokter dapat merekomendasikan utnuk melakukan pemeriksaan cairan serebrospinal.

Cara Mengobati Sifilis Yang Parah


Sifilis mudah disembuhkan pada tahap primer. Pengobatannya biasanya dengan antibiotik, namun jika adanya alergi terhadap pengobatan maka sarankan pengobatan lain. Jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan kerusakan jantung atau kerusakan otak. Pengobatan dapat menghasilkan kondisi lain.

Gejalanya meliputi demam, mual, kedinginan dan sakit kepala. Usahakan hindari kontak seksual sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Selain itu, pasangan seksual Anda juga harus melakukan pengobatan. Karena sifilis dapat meningkatkan penularan yang mengarah pada HIV dan harus melakukan tes atau pengujian HIV.

Segera konsultasikan dengan dokter mengenai masalah ini di Klinik Utama Gracia. Salah satu klinik yang menangani permasalahan sifilis dan penyakit kelamin lainnya. Anda bisa menghubungi kami dengan Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555 atau dengan menggunakan layanan konsultasi online gratis dibawah ini.

Baca Juga : Tanda Dan Gejala Sifilis Yang Perlu Diketahui

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.