User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sifilis adalah infeksi dalam darah yang disebabkan oleh bakteri. Tanda dan gejala sifilis terdapat 3 tahap yaitu sifilis tahap primer, sifilis tahap sekunder dan sifilis tahap tersier. Sifilis adalah penyakit yang terus menjadi masalah kesehatan masyarakat. Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) dan dapat ditularkan oleh semua jenis kontak intim termasuk seks kelamin, seks oral dan seks anal.

Penggunaan kondom selama semua aktifitas seksual dapat mengurangi risiko infeksi. Orang-orang yang terinfeksi dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rentan tertular dan penyebaran sifilis seringkali tidak diketahui saat keduanya didiagnosis. Pengobatan pada tahap apapun sangat penting karena sifilis yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit yang dapat mengancam jiwa.

Apa Sifilis Itu?

Sifilis adalah penyakit bakteri menular yang disebabkan oleh bakteri yang ditransfer melalui kontak langsung dan bisanya melalui kontak seksual dengan luka atau cairan tubuh seseorang yang terinfeksi. Sifilis berkembang melalui tahap-tahap spesifik dan berurutan dengan sedikit variasi dari orang ke orang.
 
Sifilis jika didiagnosis dan diobati pada tahap primer dan pada tahap sekunder, sifilis dapat dihilangkan dari tubuh dalam beberapa hari. Namun jika sifilis tidak diobati, penyakit ini dapat berlangsung selama beberapa dekade dan biasanya berakhir dengan kematian. Tahap primer memiliki tanda dan gejala sifilis yang parah, sedangkan tahap tersier jika tidak segera diobati dapat merusak secara permanen.

Sifilis Disebabkan Oleh Apa?


Treponema Pallidum (T. Pallidum) adalah bakteri yang menyebabkan sifilis. Organisme ini menembus kulit yang rusak atau selaput lendir. Hubungan seksual tanpa kondom meningkatkan kemungkinan tertular sifilis. Sifilis tidak dapat disebarkan mellaui dudukan toilet, gagang pintu, kolam renang, bathub, pakaian yang dipakai secara bersama atau peralatan lainnya.

Baca Juga : Penderita Sifilis Apakah Bisa Disembuhkan?

 

Beberapa Tanda Dan Gejala Sifilis Secara Umum

Ini adalah kondisi yang umum untuk tanda dan gejala sifilis tanpa diketahui dan ketika muncul biasanya terjadi dalam 3 tahap tanda dan gejala sifilis, seperti:
 
1. Sifilis Tahap Primer
Adanya luka merah (chancre) akan tetapi tanpa adanya rasa sakit dan akan muncul di penis, testis, mulut, tenggorokan atau anus yang berubah menjadi keropeng dan kemudian sembuh. Biasanya muncul di area infeksi. Tahap ini dapat muncul sekitar 10 hari hingga 90 hari setelah infeksi dan kemungkinan tidak diperhatikan. Jika tidak diobati, sakitnya akan hilang setelah beberapa minggu, akan tetapi infeksinya akan berlanjut ke tahap kedua yaitu sifilis tahap sekunder.
 
2. Sifilis Tahap Sekunder
Ruam akan muncul di telapak tangan dan di telapak kaki atau bagian tubuh lainnya. Selain ruam, tanda dan gejala sifilis tahap sekunder ini dapat meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rambut rontok, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot dan persendian serta kelelahan. Tanda dan gejala sifilis ini dapat terjadi 2 bulan hingga 6 bulan setelah infeksi awal dan berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Tanpa adanya pengobatan sifilis dapat berlanjut ke tahap berikutnya yaitu tahap tersier.
 
3. Sifilis Tahap Tersier
Jika tidak diobati, sifilis akan tetap ada di tubuh dan mulai merusak organ dalam termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang dan persendian. Sekitar 1 orang dari 10 orang yang tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan yang kemungkinan cukup serius untuk menyebabkan kematian. Meskipun seseorang tersebut tidak menunukkan tanda dan gejala sifilis mengenai infeksinya yang terlihat, akan tetapi masih dapat menularkan penyakitnya.

Bagaimana Sifilis Didiagnosis?


Diagnosis dilakukan melalui tes atau pengujian darah akan tetapi tes atau pengujian bisa diambil dari adanya luka. Jika mengidap HIV positif, disarankan untuk melakukan tes atau pengujian sifilis setiap 3 bulan ketika melakukan tes atau pengujian darah secara rutin untuk memantau HIV. Identifikasi bakteri Treponema Pallidum (T. Pallidum) dengan menggunakan mikroskop khusus dengan memeriksa sampel jaringan yang diambil dari chancre. Tes atau pengujian darah untuk menentukan antibodi ke bakteri Treponema Pallidum (T. Pallidum).

Apa Pengobatan Untuk Sifilis?


Sifilis dapat diobati dengan antibiotik. Sifilis dapat disembuhkan terutama jika didiagnosis pada tahap awal dan diobati dengan obat-obatan khusus. Obat-obatan lain dapat digunakan jika seseorang alergi terhadap obat-obatan untuk sifilis tersebut. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk menghilangkan infeksi dengan terapi antibiotik.

Obat-obatan ini adalah pilihan terbaik untuk smeua jenis sifilis. Dosis tes atau pengujian harus sesuai karena untuk memeriksa hipersensitivitas terhadap obat-obatan. Seorang bayi yang lahir dengan penyakit ini membutuhkan pengobatan setiap harinya selama 10 hari. Pengobatan ini mampu membunuh bakteri penyebab sifilis dan mencegah kerusakan lebih lanjut, akan tetapi tidak akan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.

Orang-orang yang menjalani pengobatan untuk sifilis harus menjauhkan diri dari kontak seksual dengan pasangan baru sampai lukanya sifilis benar-benar sembuh. Untuk pengobatan efektif, bisa Anda temui di Klinik Utama Gracia dengan nomor 081336361555 atau dengan layanan konsultasi onlien kami dibawah ini.

Baca Juga : Bagaimana Cara Pencegahan Sifilis Yang Ampuh?

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.