User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Raja singa atau sipilis adalah penyakit kelamin bakteri yang dapat menjadi penyebab raja singa atau komplikasi jangka panjang jika tidak ditangani dengan benar. Penyebab raja singa disebabkan oleh bakteri yang disebut Treponema Pallidum (T. Pallidum). Dan menyebar melalui kontak seksual, biasanya dalam bentuk seks vagina, seks oral atau seks anal. Jika tidak segera ditangani, penyebab raja singa adalah berbagai penyakit serius seperti kegilaan dan kematian. Jumlah dan tingkat kasus raja singa paling tinggi yaitu pada usia 20 tahun. tingkat raja singa meningkat tergantung usia dan hampir semua ras atau etnis.

Pengertian Secara Umum Raja Singa

Raja singa adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang sangat menular juga dapat ditularkan akan tetapi sangat jarang, melalui transfusi darah atau dari ibu ke janinnya di dalam rahim. Tanpa adanya pengobatan, penyebab raja singa dapat menjadikan kerusakan secara permanen pada otak, saraf dan jaringan tubuh. Gejala raja singa dapat meniru banyak penyakit.

Penyebab Raja Singa Secara Umum


Penyebab raja singa adalah bakteri yang disebut Treponema Pallidum (T. Pallidum) yang ditularkan melalui kontak dengan luka dari orang yang terinfeksi selama aktifitas seksual. Penyebab raja singa atau bakteri Treponema Pallidum (T. Pallidum) memasuki tubuh melalui luka kecil di kulit atau di selaput lendir. Penyebab raja singa juga bisa menyebar dengan cara lain, meskipun sangat jarang sekali terjadi.

Misalnya bakteri yang dapat bergerak melalui kontak dekat langsung dan tidak dilindungi dengan luka aktif (seperti saat berciuman) atau ke bayi dari ibu yang terinfeksi. Raja singa adalah penyakit menular dan biasanya ditularkan secara seksual, penularan paling sering terjadi ketika 1 orang bersentuhan dengan luka pada orang yang terinfeksi melalui aktifitas seksual. Misalnya:

• Seorang pria lebih rentan terhadap penularan raja singa dibandingkan pada wanita.
• Penyakit yang aktif ditemukan paling sering diantara pria dan wanita berusia 15 tahun hingga 39 tahun.

Baca Juga : Pencegahan Penyakit Sipilis Atau Raja Singa

 

Kenali Berbagai Gejala Raja Singa

Raja singa dapat berkembang melalui 3 tahapan yang berbeda. Terkadang tidak semua tahapan dapat terlihat.
 
• Raja Singa Tahap Primer
Biasanya muncul dengan adanya luka di area infeksi. Luka ini disebut chancre, rasa sakitnya biasanya muncul sebagai luka tanpa adanya rasa sakit pada alat kelamin pria maupun wanita, meskipun bagian tubuh manapun dapat berisiko. Siapapun yang menyentuh luka yang terinfeksi bisa terinfeksi juga. Luka awal berkembang dari 2 minggu hingga 3 minggu setelah infeksi dan akan sembuh secara spontan setelah 3 minggu hingga 6 minggu. Meskipun sakitnya hilang, namun penyakit nya tidak, lalu akan berkembang menjadi tahap sekunder.
 
• Raja Singa Tahap Sekunder
Dapat berkembang dari 4 minggu hingga 10 minggu setelah chancre. Tahap ini memiliki banyak gejala, itulah sebabnya raja singa disebut kondisi yang memiliki sejumlah penyakit lain. Tahap ini bisa hilang tanpa pengobatan, akan tetapi penyakit ini kemudian memasuki tahap ketiha. Ini adalah gejala tahap sekunder yang paling sering menjadi keluhan, seperti:
 
o Demam.
o Nyeri sendi.
o Nyeri otot.
o Sakit tenggorokan.
o Gejala seperti flu.
o Ruam seluruh tubuh (biasanya melibatkan telapak tangan dan telapak kaki).
o Sakit kepala.
o Nafsu makan menurun.
o Rambut rontok berlebih.
o Kelenjar getah bening yang membengkak.
 
• Gejala Tahap Laten
Namun penderita tahap ini masih bisa menularkannya. Gejala tahap laten yang terlambat adalah tahap tanpa adanya gejala ketika infeksi terjadi lebih dari 12 bulan sebelumnya dan penderita umumnya tidak dapat menularkannya. Namun masih bisa menularkan infeksinya dari ibu ke janin atau melalui transfusi darah.
 
• Gejala Tahap Tersier
Orang dengan raja singa tahap laten akan mengalami kemajuan setelah bertahun-tahun menjadi tahap tersier. Selama tahap ini, jantung, otak, kulit dan tulang akan berisiko.
 
• Gejala Tahap Kongenital
Terjadi setelah janin terinfeksi di dalam rahim. Penyebab raja singa yaitu kelainan gigi, masalah tulang, pembesaran hati, limpa, ginjal, infeksi otak, gagal tumbuh atau pertumbuhan yang buruk, pembengkakan kelenjar getah bening, kulit kuning (jaundice), jumlah darah rendah dan adanya ruam kulit.

Raja Singa Dan Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?


Sebagian besar, tes atau pengujian darah dapat digunakan untuk menguji raja singa. Dokter akan mendiagnosis raja singa dengan cara menguji cairan penyakitnya. Anda harus melakukan pengujian atau tes secara teratur untuk raja singa jika seorang wanita sedang hamil, atau pria yang melakukan hubungan seksual dengan pria juga atau yang memiliki infeksi HIV dan yang memiliki pasangan yang telah positif raja singa.

Penanganan Umum Mengenai Penyakit Raja Singa


Ketika diobati pada tahap awal, raja singa mudah disembuhkan. Pengobatannya dengan antibiotik. jika adanya alergi terhadap obat-obatan, dokter biasanya akan menyarankan obat-obatan antibiotik lain. Namun pengobatan tidak akan mengembalikan kerusakan yang disebabkan oleh infeksi raja singa.

Jika antibiotik yang diambil cocok dan sesuai maka infeksinya dapat disembuhkan. Jika melakukan pengobatan raja singa, kemungkinan akan tetap menular untuk beberapa waktu. Usahakan menghindari kontak seksual dengan siapapun sampai dokter mengatakan kondisi Anda benar-benar dinyatakan sembuh dan aman untuk melakukan hubungan seksual.

Segera lakukan pengobatan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan terjadi. Anda bisa melakukan pengobatan raja singa di Klinik Utama Gracia. Klinik spesialis yang menangani raja singa. Selain itu, klinik ini terletak di area yang sangat strategis, memudahkan pasien saat melakukan pengobatan. Hanya dengan menghubungi nomor 081336361555 atau dengan mengkonsultasikan keluhan penyakit Anda di bawah ini, Anda sudah bisa melakukan pemeriksaan dengan dokter di Klinik Utama Gracia.

Baca Juga : Apakah Penyakit Kelamin Raja Singa Atau Sifilis Itu?

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.