User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang melalui kontak dengan luka sifilis (chancre). Penderita sifilis yaitu pria yang berhubungan seks dengan pria lagi (LSL). Dalam beberapa tahun kasusnya meningkat secara drastis. Gejala sifilis awal sangat bervariasi, mulai dari chancre yang tidak terasa nyeri, sakit atau ruam sehingga demam, sakit kepala, masalah dengan penglihatan atau gejala lain yang lebih serius.

Penderita sifilis yang aktif secara seksual harus menjalani tes darah untuk sifilis setidaknya sekali dalam 1 tahun. Jika diketahui lebih awal, maka sifilis dapat diobati secara efektir. Jika tidak segera diobati, sifilis bisa menjadi penyakit kronis yang serius. Orang yang positif HIV, sifilis dapat menyebabkan kerusakan lebih cepat dan terkadang lebih sulit diobati dari orang yang negatif HIV.

Pengertian Sifilis Dan Penderita Sifilis Pada Umumnya

Sifilis adalah infeksi bakteri dalam darah yang mudah ditularkan. Anda bisa tertular saat hubungan seksual, seks oral (memberi dan menerima), seks anal atau melalui kontak langsung kulit ke kulit dengan luka atau ruam yang kemungkinan tidak diperhatikan pada alat kelamin, mulut, bibir atau kulit. Sifilis telah meningkat diantara pria gay, terutama yang :
 
• Memiliki jumlah pasangan seksual yang tinggi (lebih dari 10 pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir).
• Seks secara berkelompok.
• Berbagi mainan seks atau fisting.
• Mempunyai HIV yang positif.

Apa Yang Menyebabkan Sifilis?


Treponema Pallidum adalah bakteri yang menyebabkan sifilis. Organisme ini menembus kulit yang rusak atau selaput lendir. Hubungan seksual tak terlindungi meningkatkan kemungkinan memperoleh sifilis. Sifilis tidak dapat disebarkan melalui kursi toilet, gagang pintu, kolam renang, bak mandi, pakaian bersama atau peralatan.

Baca Juga : Pencegahan Penyakit Sipilis Atau Raja Singa

 

Tanda Dan Gejala Sifilis


• Sifilis Primer

Pada tahap awal sifilis, luka (sakit) dapat muncul atau berada didalam penis, vagina, dubur atau mulut, dan biasanya 2 minggu hingga 3 minggu setelah infeksi. Penderita sifilis tahap awal pada pria atau wanita dapat luput dari perhatian. Kelenjar getah diselangkangan bisa menjadi bengkak, dan biasanya dalam 1 minggu luka sifilis muncul. Meskipun luka dapat sembuh dalam waktu 4 minggu hingga 6 minggu, kelenjar getah bening akan tetap bengkak selama beberapa bulan.

Sifilis tahap awal dapat memiliki gejala atau tanpa gejala dan kemungkinan tidak terdeteksi oleh penderita sifilis. Tes sifilis sangat penting untuk orang yang aktif secara seksual. Sangat meresahkan, Treponema ditemukan pada cairan tulang belakang dari penderita sifilis primer, terlepas dari positif HIV atau negatif HIV. Kuman yang menyebabkan sifilis telah menembus sistem saraf pusat dan dapat menyerang otak, ketika terjadi maka neurosifilis dapat berkembang.

• Sifilis Sekunder

Pada tahap ini, umumnya 2 minggu hingga 12 minggu setelah luka muncul, gejala infeksi yang meluas bisa terjadi. Gejala bisa sangat bervariasi akan tetapi hal-hal berikut ini sangat umum terjadi, seperti :

• Ruam.
• Demam rendah.
• Kekurangan energi.
• Sakit tenggorokan.
• Kurang nafsu makan.

Ruam dapat muncul di batang tubuh, akan tetapi kemungkinan juga muncul di tempat lain, misalnya di telapak tangan dan telapak kaki. Jika ruam mempengaruhi area yang berbulu, rambut rontok sedikit sementara dapat terjadi. Misalnya menipisnya alis, janggut atau bagian kepala dapat menjadi ciri ruam sifilis. Luka yang tidak menyakitkan yang disebut bercak mukosa, dapat muncul pada jaringan basah alat kelamin, mulut, tenggorokan dan amandel. Luka ini penuh dengan Treponema dan sangat menular. Penderita sifilis sekunder, otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat) dapat terinfeksi dengan atau tanpa gejala.

• Sifilis Tersier (Lanjut)

Tanpa pengobatan, sifilis sekunder berubah menjadi sifilis tersier atau sifilis laten. Dapat berkembang dari 20 tahun hingga 30 tahun setelah infeksi. Pada tahap ini tidak ada gejala dan infeksi hanya dapat dideteksi dengan tes darah namun penyakit tersebut terus menyebabkan kerusakan. Pada tahap ini setiap organ tubuh dapat perlahan menjadi meradang dan dipengaruhi oleh Treponema Pallidum. Sifilis tersier dapat mempengaruhi sistem saraf (neurosifilis kardiovaskular), hati (menyebabkan kerusakan hati atau hepatitis), ginjal, mata atau hampir semua sistem organ. Jika dibiarkan tidak segera diobati, sifilis tahap akhir pada akhirnya dapat menyebabkan kompliaksi termasuk :

• Kesulitan tidur.
• Masalah lainnya.
• Neuropati perifer (kerusakan pada saraf sistem saraf perifer).
• Masalah mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
• Perubahan kepribadian.
• Memori yang buruk.
• Kapasitas yang menurun untuk wawasan dan penilaian yang baik.
• Meningitis.
• Kontrol otot yang buruk.
• Sendi yang rusak.
• Kejang.
• Terpukul.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, sifilis yang tidak diobati dapat mengancam jiwa. Sifilis diteruskan dari ibu ke bayinya (sifilis kongenital). Ketika seorang wanita terinfeksi sifilis saat hamil, penyakit ini dapat menyebabkan keguguran dan kematian bayi yang baru lahir. Sebagian besar bayi yang lahir dengan sifilis tidak memiliki gejala walaupun beberapa kemungkinan memiliki ruam. Jika sfifilis tidak segera diobati, bayi dapat mengalami masalah dalam perkembangan, kejang dan masalah kesehatan serius lainnya.

Diagnosis Untuk Sifilis

Dokter dapat mendiagnosis sifilis dengan mengambil sampel cairan dari ulkus dan memeriksa cairan tersebut di bawah mikroskop untuk melihat adanya bakteri sifilis. Dokter juga biasanya akan menyarankan untuk melakukan tes darah untuk memeriksa antibodi tertentu yang ada pada penderita sifilis. Karena risiko tinggi infeksi HIV pada penderita sifilis, dokter merekomendasikan penderita sifilis harus melakukan tes atau pengujian untuk infeksi HIV.

Bagaimana Cara Mengobati Sifilis?


Sifilis diobati dengan antibiotik lain. Setelah pengobatan, disarankan melakukan tes darah untuk memastikan kesembuhannya. Sifilis jika tidak ditangani, dalam jangka panjang dapat mempengaruhi otak, jantung, pembuluh darah besar, sumsum tulang belakang, kulit dan tulang. Dan bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Saat mengalami infeksi setelah didiagnosis, jangan berhubungan seksual, bahkan dengan menggunakan kondom sampai setelah menyelesaikan seluruh pengobatan. Sifilis sangat menular, terutama selama tahap pertama dan kedua.

• Orang yang terinfeksi sifilis biasanya diobati dengan jumlah dosis yang tergantung pada tahap infeksinya.
• Respon terhadap pengobatan dan tindak lanjut sangat diperlukan.
• Antibiotik lain dapat digunakan dalam beberapa kasus, akan tetapi diperlukan perhatian khusus.

Pengobatan yang paling efektif bisa Anda lakukan di Klinik Utama Gracia. Klinik yang menangani sifilis. Anda akan dibantu oleh para dokter spesialis yang ahli dengan alat-alat yang canggih serta modern. Melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia tidak akan kalah dengan melakukan pengobatan di klinik lain. Anda bisa langsung menghubungi nomor kami di 081336361555 dan melakukan konsultasi online secara gratis dibawah ini.

Baca Juga : Ketahui Bahaya Akibat Penyakit Sipilis


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.