User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Gejala penyakit sifilis dapat muncul setelah beberapa waktu terinfeksi. Penyakit ini bisa di derita oleh pria dan wanita dari berbagai usia. Sifilis merupakan penyakit yang menular dan sangat membahayakan penderitanya jika tidak segera ditangani pada tahap awal terinfeksi. Untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui apa saja gejala sifilis berikut ini penjelasannya untuk Anda.

Sifilis adalah salah satu jenis penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Treponema pallidum merupakan penyebab utama dari penyakit kelamin sifilis. Banyak orang yang tidak menyadari keberadaan penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh gejala penyakit sifilis yang sulit untuk diketahui dan secara tidak sadar mereka menularkan infeksi ini kepada pasangan saat melakukan hubungan seksual.


Faktor Penyebab Seorang Terinfeksi Sifilis


Selain infeksi bakteri, hubungan seksual adalah salah satu penyebab penyakit sifilis. Penularan bakteri ini sangat mudah menular melalui hubungan seksual yang tidak aman. Bakteri sangat mudah menyebar melalui kontak seksual. Jika Anda memiliki banyak pasangan seksual dan sering bergonta-ganti pasangan maka, Anda memiliki risiko untuk menderita penyakit sifilis dan menularkannya kepada pasangan.

Kontak seksual yang dapat dengan mudah menularkan infeksi ini diantaranya seks anal, oral dan vaginal. Namun, beberapa kasus menjelaskan bahwa kemungkinan bakteri dapat menular melalui aktivitas ciuman yang berkepanjangan dengan penderita sifilis sehingga infeksi masuk ke tubuh Anda dan menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga :  Gejala, Penyakit Sifilis Dan Penyebab Sifilis


Lalu, Apa Saja Gejala Penyakit Sifilis?


Gejala penyakit sifilis biasanya muncul setelah beberapa minggu bakteri menginfeksi tubuh. Anda akan mengalami tanda dan gejala yang berbeda pada setiap tahap penyakit ini. Berikut ini gejala sifilis berdasarkan tahapnya:


1. Tahap Primer


Ini merupakan tahap pertama atau tahap awal penyakit sifilis. Pada tahap ini gejala penyakit sifilis akan ditandai dengan munculnya luka di sekitar area genital. Luka ini akan muncul setellah 10 hingga 90 hari bakteri masuk ke dalam tubuh. Luka ini disebut juga dengan chancre dan luka ini tidak disertai dengan rasa sakit sehingga banyak penderita sifilis yang tidak menyadari bahkan menganggap remeh gejala ini. Chancre dapat ditemui pada sekitar penis, vagina dan disekitar anus penderita sifilis.


2. Tahap Sekunder


Selanjutnya, gejala penyakit sifilis tahap kedua ditandai dengan munculnya ruam kulit berwarna merah kecokelatan tanpa disertai rasa gatal. Ruam ini akan muncul di seluruh tubuh dan umumnya ruam ini terjadi pada telapak tangan dan kaki. Selain ruam kulit, penderita akan mengalami kondisi seperti kerontokan rambut, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening hingga penurunan sistem imunitas yang menyebabkan demam, flu dan menurunnya nafsu makan. Pada beberapa kasus ditahap kedua penderita sifilis juga memungkinkan untuk memiliki pertumbuhan kutil di sekitar kelaminnya.


3. Tahap Laten


Ditahap ketiga ini hampir tidak ada gejala penyakit sifilis yang muncul. Namun, gejala yang sudah terjadi pada tahap sebelumnya dapat muncul di tahap ini. Sifilis tahap laten juga menjadi salah satu fase sifilis sebelum menimbulkan gejala dan komplikasi yang berbahaya.

Pada tahap ini, penderita sifilis akan berpikir bahwa mereka sudah terbebas dari penyakit sifilis karena tidak memiliki gejala apapun. Tetapi, sebenarnya infeksi akan terus berada pada tubuh penderita dan terus berkembang. Jika Anda melakukan hubungan seksual pada tahap ini maka, kemungkinan pasangan Anda dapat terinfeksi dan berisiko untuk menderita penyakit sifilis.


4. Tahap Tersier


Yang terakhir dari gejala penyakit sifilis adalah tahap tersier. Tahap ini merupakan tahap akhir dan babak penentu dari penyakit sifilis. Penderita sifilis yang sudah sampai di tahap ini akan mengalami banyak kerusakan organ penting di dalam maupun di luar tubuhnya diantaranya, kerusakan jantung, otak, sistem saraf. Sehingga mengakibatkan penderita sifilis akan mengalami kelumpuhan bahkan kematian.

Yang harus Anda ketahui adalah jika gejala sifilis di tahap pertama tidak dilakukan pengobatan maka, infeksi akan berkembang ke tahap kedua dengan gejala yang berbeda. Kemudian, apabila tahap kedua tidak diobati maka, akan berlanjut ke tahap laten hingga ke tahap akhir yaitu tahap tersier.


Inilah Bahaya Yang Ditimbulkan Jika Sifilis Tidak Di Obati


Bahayanya seorang terinfeksi sifilis apabila tidak segera di obati sangat rentan terkena serangan jantung, kelumpuhan, kebutaan, stroke, mati rasa, dan demensia. Selain itu, wanita yang sedang hamil dan memiliki riwayat sifilis dapat menularkan infeksi ini kepada bayinya saat proses persalinan atau selama bayi di dalam kandungan.

Bayi yang terinfeksi bakteri dari ibunya akan mengalami banyak kerusakan salah satunya kerusakan mata dan menyebabkan bayi lahir dengan keadaan tidak normal, bahkan bayi bisa mengalami kematian akibat infeksi ini kondisi ini disebut juga dengan sifilis kongential.

Itulah, beberapa gejala penyakit sifilis dan bahaya yang ditimbulkan jika tidak ditangani dengan tuntas. Jika Anda memiliki gejala seperti di atas segera lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin dan mencegah penularan infeksi yang semakin meluas.

Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan tim medis Klinik Utama Gracia melalui layanan konsultasi online dibawah ini.

Baca Juga :  11 Jenis Penyakit Kelamin Yang Biasa Menyerang Pria & Wanita


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikjakartapusat.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.