User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Beberapa bulan belakangan mungkin kita sering mendengar istilah virus Human Pappilomavirus. Virus ini sering disebutkan oleh berita-berita mengenai kanker serviks. Human Pappilomavirus adalah salah satu virus yang menyebabkan kanker serviks. Selain kanker serviks, masih ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh Human Pappilomavirus (HPV), seperti kutil kelamin.

Jika kita membahas kanker serviks, mungkin anda akan mengira bahwa HPV hanya menyerang wanita saja. Tidak demikian, virus HPV dapat menyerang laki-laki. Sehingga tidak hanya wanita yang dapat terserang virus ini, tetapi laki-laki juga dapat terinfeksi HPV.

Virus HPV merupakan salah satu virus yang menjadi salah satu infeksi menular seksual (IMS). Penularan virus yang satu ini pun terjadi melalui hubungan seks dengan penderita HPV. Hal yang harus anda waspadai, jika anda sudah tertular dengan virus HPV, terkadang dalam kurun waktu bertahun-tahun virus tidak akan menimbulkan gejala apapun pada tubuh anda.

Agar mengetahui apakah anda sudah tertular virus HPV atau belum, maka sebaiknya melakukan pemeriksaan setiap satu tahun sekali. Pemeriksaan dilakukan pada orang-orang yang telah aktif secara seksual, baik itu pria maupun wanita. Sehingga jika memang anda terinfeksi virus HPV dapat dilakukan pengobatan secara dini.

Tanda Tertular Virus HPV

Meskipun HPV sering tidak menunjukan gejala maupun tanda yang berarti. Tetapi Human Pappilomavirus adalah virus yang dapat menunjukan tanda-tanda kepada orang yang terinfeksi virus tersebut. Tanda-tanda itu sering terlihat maupun terasakan oleh penderitanya.

Gejala yang paling umum jika anda sedang tertular HPV adalah munculnya kutil di area kelamin maupun anus. Karena virus HPV hanya dapat tertular melalui sentuhan kulit antar alat kelamin. Baik itu melakukan seks vagina, seks anal, dan seks oral.

Kemunculan kutil pada area anus, alat kelamin, ataupun mulut bisa menjadi tanda bahwa anda sudah tertular virus HPV. Sebelum menjadi kutil, akan timbul luka. Luka yang terjadi akan terlihat terbuka dan menggeluarkan darah, setelah itu berubah menjadi kutil. Terkadang luka dan kutil pun sering diiringi dengan demam dan juga pembengkakan pada limfa.

Jika HPV menyebabkan kanker serviks, terkadang ditandai juga dengan pendarahan di luar masa menstruasi. Pendarahan pun bisa terjadi usai berhubungan badan dengan pasangan. Terkadang bagi wanita yang sudah menopause, pendarahan juga dapat terjadi pada periode menopause.

Haruskah Memeriksakan Ke Dokter?

Human Pappilomavirus adalah virus yang cukup berbahaya. Meskipun anda sudah tertular, tetapi tidak menunjukan gejala apapun pada tubuh virus tetap bisa menular kepada orang lain. Terutama pasangan seks anda. Penularan virus pun tidak pernah mengenal jenjang usia. Pria berusia 20-24 tahun lebih sering tertular HPV, sedangkan wanita adalah mereka yang berusia 16-19 tahun.

Ketika memang anda sudah menemukan gejala dan tanda timbulnya kutil, serta pendarahan yang tidak normal pada vagina. saat itu juga anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis. Pemeriksaan lebih dini dilakukan untuk mencegah virus semakin parah. Anda juga dapat melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia.

Pengobatan

Hingga saat ini, pengobatan yang paling sering dilakukan kepada penderita Human Pappilomavirus adalah vaksinasi. Jika hanya sekedar kutil, biasanya dokter akan menyarankan anda untuk menggunakan krim lembut yang dioleskan ke bagian kelamin anda.

Jika virus HPV menyebabkan kanker, maka pengobatan bisa dilakukan cukup lama. Dokter juga akan menyarankan anda harus selalu melakukan pemeriksaan. Serta diperlukan perawatan jika memang kanker sudah cukup parah pada penderita virus HPV.

Apabila anda sudah menemukan gejala-gejala diatas. Segeralah untuk melakukan pemeriksaan. Pengobatan sejak dini, dapat membantu anda untuk mencegah virus menjadi semakin parah. Selalu lakukan pemeriksaan kepada dokter ketika anda menemukan gejala tak wajar pada kelamin anda.