User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pria dan wanita sangat rentan mengalami infeksi menular seksual (IMS). Pemicu terjadinya IMS yakni seringnya bergonta-ganti pasangan seks, dan seks secara tidak aman. Salah satu IMS yang sering terjadi adalah sifilis. Sifilis dapat menyerang pria dan wanita, namun lebih rentan wanita yang terkena. Kita akan bahas ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita.

Bagi anda wanita, janganlah selalu bergonta-ganti pasangan dalam masalah hubungan seks. Cukuplah melakukan hubungan seks hanya dengan satu pasangan. Jika anda melakukan hubungan seks lebih dari satu pasangan, maka dapat menyebabkan anda terinfeksi penyakit seksual.

Sifilis atau yang dikenal dengan raja singa merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang cukup ditakuti oleh para wanita. Penyakit sifilis, ditularkan melalui hubungan seks. Baik itu seks anal, seks oral, dan seks kelamin. Bahkan dari berciuman saja dapat menularkan penyakit sifilis.

Raja singa disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Selain melalui hubungan seks, bakteri treponema juga dapat menular melalui jarum suntik yang biasa digunakan oleh pemakai narkoba dan juga bagi orang yang sering merajah tato di tubuh mereka.

Bagi wanita yang sedang mengandung, apabila sifilis tidak ditangani dan diobati secara serius akan dapat menularkan kepada sang cabang bayi. Tentunya anda tidak akan mau bukan memiliki anak yang sudah tertular virus treponema. Adapun tanda atau ciri penyakit sifilis pada wanita.

Ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita

  • Timbul rasa gatal pada vagina
  • Keluarnya cairan abnormal dari vagina, terkadang berbau amis.
  • Adanya rasa sakit saat buang air kecil dan berhubungan seks
  • Muncul luka tanpa rasa sakit disekitar area kelamin
  • Banyak wanita yang mengalami sifilis tanpa gejala, sehingga jarang diketahui
  • Muncul kutil pada alat kelamin, kutil akan tumbuh dan terkadang akan membentuk seperti kembang kol.

Jika ciri-ciri diatas sudah ditemukan pada tubuh anda. Maka dapat dipastikan mengalami sifilis. Apa lagi sifilis terkadang tidak menunjukan gejala yang berarti pada penderitanya. Selain gejala tersebut, bakteri penyebab raja singa dapat bertahan didalam tubuh dan akan aktif kembali dalam waktu yang cukup lama. Bisa diatas 10 tahun.

Berikut tahapan penyakit sifilis yang sering dialami oleh para wanita.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama virus penyebab sifilis akan menunjukan beberapa gejala setelah satu hingga tiga bulan setelah tertular. Gejala pada umumnya timbul luka di area kelamin. Jika anda pernah melakukan seks oral atau anal dengan penderita sifilis, maka luka pun akan muncul di sekitar anus dan mulut.

Luka sering dianggap sepele oleh para penderita sifilis. Karena tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti. Luka pun akan hilang dalam waktu sekitar dua hingga enam minggu. Jika luka dibiarkan tanpa pengobatan, maka akan memasuki sifilis tahap selanjutnya.

Tahap Kedua

Setelah luka hilang, maka dalam beberapa minggu penderita sifilis akan menemukan ruam pada sekujur tubuhnya. Namun terkadang luka akan sangat jelas pada telapak tangan dan kaki saja. Bagi wanita, gejala lain yang muncul adalah timbulnya semacam kutil kelamin disekitar vagina.

Selain kutil, ada gejala penyakit umum yang akan dialami oleh penderita. Penyakit tersebut terdiri dari flu, sakit kepala, demam, selain itu anda juga akan mengalami kelelahan, serta nyeri pada persendian. Jika tidak diobati, maka dapat dipastikan anda akan mengalami tahap selanjutnya.

Tahap Ketiga

Pada tahap ketiga ini, penyakit raja singa mungkin tidak akan menular. Namun kondisi ini akan sangat membahayakan tubuh anda. Terlebih jika pada tahap ini raja singa tidak kunjung diobati. Lebih dari 30 % penderita akan mengalami kondisi kerusakan pada organ tubuh lainnya, hingga dapat menyebabkan kematian. Virus sifilis dapat bertahan cukup lama bahkan hingga puluhan tahun didalam tubuh manusia.

Ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita dan gejala yang dialami haruslah anda kenali. Karena jika tidak anda kenali gejala dan ciri tersebut, akan sangat berbahaya terhadapa tubuh anda dan juga pada pasangan anda. Serta janin anda jika anda sedang dalam kondisi mengandung.